Rancangan Percobaan

Kegiatan I

Pengaruh Intensitas Cahaya Terhadap Fungsi Auksin pada Tumbuhan Sawi ( Brassica campestris )

             A.    Tujuan

Mendeskripsikan pengaruh hormon auksin yang dipengaruhi oleh cahaya terhadap pertumbuhan  ujung batang tumbuhan sawi  (Brassica campestris).

            B.     Dasar Teori

Auksin adalah zat yang di temukan pada ujung batang, akar, pembentukan bunga yang berfungsi untuk sebagai pengatur pembesaran sel dan memicu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Hormon auksin adalah hormon pertumbuhan pada semua jenis tanaman.nama lain dari hormon ini adalah IAA atau asam indol asetat. Letak dari hormon auksin ini terletak pada ujung batang dan ujung akar.

Fungsi dari hormon auksin ini dalah membantu dalam proses mempercepat pertumbuhan, baik itu pertumbuhan akar maupun pertumbuhan batang, mempercepat perkecambahan, membantu dalam proses pembelahan sel, mempercepat pemasakan buah, mengurangi jumlah biji dalam buah. Kerja hormon auksin ini sinergis dengan hormon sitokinin dan hormon giberelin. Tumbuhan yang pada salah satu sisinya disinari oleh matahari maka pertumbuhannya akan lambat karena kerja auksin dihambat oleh matahari tetapi sisi tumbuhan yang tidak disinari oleh cahaya matahari pertumbuhannya sangat cepat karena kerja auksin tidak dihambat. Sehingga hal ini akan menyebabkan ujung tanaman tersebut cenderung mengikuti arah sinar matahari atau yang disebut dengan fototropisme. ( http://ilmubiologi-belajarbiologi.blogspot.com/2010/01/hormon-auksin.html)

             C.    Hipotesis

Cahaya mempengaruhi kerja hormon auksin dimana hormon auksin juga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan  ujung batang tanaman perkecambahan Brassica campestris.

             D.    Variabel

1.      Variabel bebas           : Arah datangnya cahaya yang mempengaruhi banyak sedikitnya hormon auksin

2.      Variabel Terikat        : Pertumbuhan dan Perkembangan ujung batang tanaman perkecambahan Brassica campestris akibat banyak sedikitnya hormon auksin

3.      Variabel Kontrol       : Kecambah Brassica campestris, tanah, air, kardus, gelas aqua, lubang kardus.

           E.     Langkah Kerja
a.      Siapkan medium berupa 3 gelas yang berisi tanah gembur

(beri nama A,B, dan C  pada gelas)

b.      Ambil 3 biji Brassica campestris dan letakkan pada 3 gelas yang telah siap tadi
c.       Letakkan gelas A pada kardus yang terbuka sedangkan gelas B pada kardus yang diberi lubang 10 X 10 cm pada sisi sebelah kiri dan gelas C pada kardus tertutup.
d.      Siram setiap hari dengan sedikit air
e.       Biarkan kecambah tumbuh selama 4 hari
f.       Amati gejala yang tampak dan ukur panjang kecambahnya kemudian catat pada tabel berikut.

F.     Rancangan Format Tabel Hasil Penelitian

No.

Jenis Kecambah

Keadaan Batang

Panjang Batang
( Cm )

Keatas (Normal)

Mendekati Cahaya

1.

A

 

 

 

 

2.

B

 

 

 

 

3.

C

 

 

 

 

        

          G.    Bahan Diskusi

a)      Bagaimana keadaan batang dan daun kecambah A,B , dan C ?

b)     Bandingkan gejala apa saja yang ditunjukkan oleh kedua kecambah tersebut ?

c)      Kecambah manakah yang berkembang secara normal ?

d)     Apakah kecambah C bisa dikatakan mengalami etiolasi? berikan alasannya!

e)      Dari Pertanyaan diatas, apa peran hormon auksin pada pertumbuhan dan perkembangan kecambah Brassica campestris ?

         

           H.    Kesimpulan

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s