Different Think to build a good thinking

Dalam hidup kita pasti terjadi penerimaan rangsangan yang dilakukan oleh indra kita. Rangsangan tersebut diterima oleh otak dalam bentuk impuls impuls informasi saraf. Informasi ini diolah di otak dan dilanjutkan dengan munculnya konklusi dan reaction. Namun, beberapa kalangan islami meyakini bahwa setiap informasi dalam otak dipengaruhi oleh kerja hati. Hati disini bukan organ hati namun hati mean perasaan dan merupakan letak nafsu. Hati ini menjadi bagian penting dari pengolahan otak. Hati ditengarai menjadi agen yang memancarkan impuls positif atau negatif. Hatilah yang merupakan agen sudut pandang manusia berada dimana perasaan akan menjadi bagian dari pemikiran seseorang terhadap sesuatu.

Informasi yang dolah dalam otak dan hati akan menimbulkan agen agen persepsi. Persepsi adalah penilaian seseorang terhadap sesuatu. Persepsi ini yang menyebabkan penilaian dan tanggapan orang berbeda beda terhadap objek yang sama. Misalnya, Si A akan menilai orang lain dari sisi buruknya saja, maka orang tersebut akan dicap buruk oleh si A. Namun disisi lain si B melihat orang tersebut dari sisi baiknya, maka orang tersebut akan dicap baik oleh si B. Disini terlihat jelas bahwa kesamaan objek tidak selalu berujung pada kesamaan persepsi.

Persepsi bertumpu pada sudut pandang seseorang terhadap suatu hal. Persepsi yang bagus adalah dengan cara berfikir positif. Berfikir positif adalah menelaah dan mengolah informasi yang didapatkan oleh indra kita dengan pandangan yang baik. Apa maksud definisi tersebut? Jadi dalam proses pengolahan informasi kita dihadapkan pada 2 pilihan yaitu menanggapinya secara positif atau menanggapi secara negatif.

Pentingnya berfikir positif adalah terletak pada efek yang dihasilkannya. Efek berpikir positif adalah kita mampu mengerjakan sesuatu dengan positif sebagai konsekuensi dari pikiran positif kita. Berpikir positif membawa kita kearah yang positif pula. Bagaimana tidak? Sesuatu yang dikerjakan positif akan menyebarkan impuls impuls positif pula terhadap reaksi kita terhadap sesuatu. Kita akan senantiasa berhusnudzon terhadap orang lain jika kita berpikir positif. Berprasangka baik dalam setiap hal yang kita rasakan akan membuat hidup menjadi tenang.

Misalnya ketika anda duduk dengan preman, anda yang berpikir negatif akan cenderung khawatir dan gelisah ingin menjauh untuk menghindari kejadian yang tidak tidak. Padahal kita belum tahu preman tersebut berniat jelek pada kita atau tidak. Seandainya preman tersebut berniat melindungi kita bagaimana? Betapa ruginya kita jika tidak berprasangka baik terhadap orang. Sedangkan bagi yang berprasangka baik mereka akan mendapat lindungan dari preman tersebut dan hidupnya menjadi tenang

Ini adalah cuplikan cerita positif yang baik untuk dimengerti dan dipahami betul betul. Apalagi dalam kehidupan akhir zaman saat ini, serasa jarang sekali kita bisa berpikir positif terhadap orang lain. Tetapi semoga dengan tulisan ini, kita semua terinspirasi menjadi jiwa yang positif. amin..

Semoga Bermanfaat..

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s