Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW

Well,

Dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, saya menulis beberapa ilmu yang saya dapat dari pengajian tadi.

Saya mengikuti pengajian di Mushola Miftahul Khoir dan Ust. Nasta’in sebagai penceramahnya.

Berikut ini adalah inti pembicaraan dalam pengajian tadi.

Kita sebagai makhluk Allah senantiasa bertingkah laku dengan kehendak dan hidayah dari Allah. Orang yang berpergian menuju ke majelis ilmmu, dzikir dan tahlil tidak lepas dari hidayahh dari Allah. Tanpa hidayah dari-Nya. Kita tidak mungkin bisa menuju jalan yang benar. Oleh karena itu kita di majelis yang semoga di ridhoi Allah ini hendaknya memuji Allah dan senantiasa bersyukur atas limpahan rahmat dan maghfirahnya.

Kita berada di dunia ini hanyalah sekedar mampir. Dunia ini ada yang memiliki yaitu Allah. Oleh karena itu, Kita manusia di dunia ini tidak boleh bertingkah seenaknya saja. Kita harus mematuhi hukum dari pencipta dunia ini. Hukum Allah adalah mutlak bagi kita untuk menjalankannya. Bagaimana kita tahu tentang hukum Allah. Hukum Allah sepenuhnnya ada dalam setiap nasehat dari Nabi Muhammad SAW. Maka dari itu, jika kita ingin mematuhi Allah maka ikutilah ajaran Nabi Muhammad SAW.

Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW. Ajaran Nabi yang sangat luas semua tertera pada Al-Qur’an yang dibawa olehnya.

Nabi Muhammad SAW yang diibaratkan sebagai ’’Alquran berjalan’’ adalah sosok manusia teladan yang sempurna. Rasulullah SAW yang diutus Allah semata-mata untuk menyempurnakan budi pekerti yang luhur, al-akhlaaqul kariimah, adalah orang yang paling luhur akhlaknya.

Namun dalam hal ini kita tidak boleh mencerna maksud Al-Qur’an secara logika saja. Al-Qur’an harus dimengerti dengan adanya hadist ataupun tafsir. Semua itu hanya bisa dilakukan oleh para penerus Nabi Muhammad SAW yaitu para ulama’ , para anbiya’ , para tabi’in dan para salafusholih. Jadi jika kita ingin melaksanakan ajaran Al-Qur’an dan mengamalkannya belajarlah kepada guru ulama’.

Lalu mengapa peringatan hari lahir Nabi Muhammad harus ada? dan kenapa jika peringatan terhadap ulama’ disebut houl (hari wafatnnya)?

Berikut adalah hadist yang menganjurkan memperingati maulid Nabi Muhammad SAW:
“Barang siapa yang memulyakan / memperingati hari kelahiranku maka aku akan memberinya syafa’at pada hari kiamat. Dan barang siapa memberikan infaq satu dirham untuk memperingati kelahiranku, maka akan diberi pahala seperti memberikan infaq emas sebesar gunung fi sabilillah.

Sahabat Abu Bakar Ash-Shidiq berkata :
مَنْ أَنْفَقَ دِرْ هَماً فِى مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ رَفِيْقِيْ فِى الْجَنَّةِ
“Barang siapa yang memberikan infaq satu dirham untuk memperingati kelahiran Nabi Saw : akan menjadi temanku masuk surga”.

Sahabat Umar Bin Khoththob berkata :
مَنْ عَظَّمَ مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَدْ أَحْيَا اْلإِسْلاَمَ
“Barang siapa yang memuliakan / memperingati kelahiran Nabi Saw, berarti telah menghidupkan Islam”.

Sahabat Ali Bin Abi Tholib berkata :
مَنْ عَظَّمَ مَوْ لِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَخْرُجُ مِنَ الدُّنْياَ اِلاَّ بِاْلإِ يْمَانِ
“Barang siapa yang memuliakan / memperingati kelahiran Nabi Saw, apabila pergi meninggalkan dunia pergi dengan membawa iman”.

Nabi Muhammad SAW memiliki akhlak sangat mulia sejak dari lahir sampai wafat. Maka dari itu kita memperingati lahir beliau. Namun alasan lain yang saling menguatkan adalah lahir dan wafat beliau dihari dan tanggal yang sama. Lantas berbeda dengan para ulama’ yang biasanya diadakan haul. Itu artinya sebagai orang yang baik sampai akhir hayatnya. Sehingga yang diperingati adalah hari wafat ulama’ yang tercatat sebagai orang baik sampai wafatnya.Mungkin itu adalah jawaban singkat dari 2 pertanyaan diatas.

Akhlak Nabi Muhammad yang sangat mulia hendaknya kita contoh.

Terdapat cerita dalam hadist tentang kecintaan Nabi Muhammad kepada umatnya.

“Ketika suatu malam Abu Bakar bermimpi bahwa dia telah melihat akhirat. Dia melihat seluruh nabi sedang duduk di mimbar. Namun dalam mimbar yang terakhir dia tidak melihat Rasulullah. Rasulullah ternyata tidak mau duduk disana karena sedang memegang pintu surga dan pintu nerakan. Beliau lah yang akan membuka pintu syurga untuk umatnya dan membawa umatnya dari neraka menuju syurga. Meskipun umatnya memiliki dosa sangat besar. Rasulullah lah yang akan memberi syafa’at di akhirat nantinya.”

Sampai sampai suatu ketika ada hadist yang menceritakan tentang isra’ mi’raj beliau.

“Ketika itu, nabi muhammad telah berada di depan pintu syurga. Malaikat penjaga pintu syurga menyapa rasulullah dan berkata : ya Rasulallah, sesungguhnya pintu syurga ini tidak akan terbuka sebelum engkau yang pertama memasukinya”

Jadi dari kedua cerita diatas, hendaknya kita senantiasa berdoa pada Allah agar kita digolongkan menjadi umat Nabi Muhammad SAW yang nantinya di kahirat kelak akan bersama Rasulullah masuk syurga. Amin

Dalam rangka menyambut hari kelahiran beliau hendaknya kita memperbanyak solawat, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan tahlil.

Selain itu, hendaknya kita mengamalkan amalan amalan seperti sholat berjamaah dan majelis dzikir atau ilmu secara berjamaah pula. Mengapa disini ditekankan untuk berjamaah karena sangat banyak keuntungan ketika melaksanakan sholat atau dzikir secara berjamaah. Ketika kita berdzikir berjamaah maka para malaikat akan berkumpul dan datang kepada kita dan para malaikat tersebut yang akan menghadap Allah untuk menyampaikan dzikir kita.

Sekian ilmu yanng saya dapat tadi. Jika ada salah datangnya dari saya, dan kebenaran hanya milik Allah SWT.

Semoga bermanfaat

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s