Bersama, Cinta, dan Cita

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh semuanya 🙂

Bismillahirahmanirahim,

Kali ini aku sangat ceria sekali bisa menuliskan ini untuk kalian semua dan untukku sendiri.

Aku akan menuliskan cerita pendek kehidupanku sekarang dan masa depan.

Ingat jangan terlalu memikirkan masa depan dan masa lalu karena masa yang dapat kita kontrol hanyalah masa sekarang ini. –Quote-

NP: You Belong With Me (Taylor Swift)- Arranged by Sungha Jung

Kutipan diatas mengawali perjalanan kita di cerita ini. Ceritaku berawal dari ambisiku yang sangat kuat. Aku ini ingin menjadi orang yang luar biasa dalam semua bidang. Aku inginkan akademik yang tinggi. Aku inginkan skill basket yang sangat hebat. Aku juga ingin menjadi The Real Chemist. Aku inginkan skill musik khususnya gitar yang hebat. Aku ingin ilmu agama yang dalam. Aku ingin menjadi pengusaha muda dengan jiwa enterpreneur yang sejati. Itu hanya sedikit keinginanku yang aku ingat, mungkin masih banyak lagi yang lain.

Cita

Akademik itu bagaikan tanahku tempat berpijak. Aku tidak bisa membangun apapun tanpa memiliki tanah sebagai tempatnya. Aku inginkan agama bagaikan pondasi yang ada diatas tanah. Pondasi berupa agama yang kuat akan membuat setiap hal yang akan aku lakukan selanjutnya akan bernilai ibadah. Aku ingin ilmu kimia dan jiwa interpreneur sebagai tiang tiang rumahku. Aku akan menjadikan ilmu kimia sebagai awal kebermanfaatanku nanti dan sebagai pencari uang pertama. Aku juga menginginkan menjadi pengusaha untuk memperkaya diri sehingga aku akan bisa lebih bermanfaat bagi lingkungan. Aku memperlakukan kimiawan dan pengusaha sama dan tetap dalam koridor islam yang sejati. Skill basket dan gitar sebagai permainanku setiap hari di waktu luang ibarat pepohonan yang rindang disekitar rumahku. Rumah ini akan menjadi sangat kuar, aman, tentram, rindang, dan harmonis ketika semua menjadi seimbang.

Dan sekarang ambisi terkuatku adalah fungsi waktu. Aku menginginkan semuanya secara tepat dan tepat. Aku sudah lama belajar untuk menjadi jiwa yang benar dan tepat, kini aku berusaha menggabungkan kemapuanku dalam waktu yang cepat. Aku ingin bisa memecahkan masalah dalam bidang apapun secara cepat. Aku ingin memiliki kemampuan cepat dalam mengolah informasi dan menemukan solusi secara cepat pula. Aku masih akan merencanakan pelatihan berpikir cepat ketika aku liburan nanti. Sebenarnya banyak agenda yang akan aku lakukan di liburan nanti tapi aku masih bingun cara memanagenya. Namun dalam hal agama aku hanya ingin proses yang cepat dengan kemampuan agama yang tinggi.

Aku baru saja bermimpi untuk bisa luar biasa di segala bidang yang aku pilih tadi. Namun sampai sekarang aku masih belum bisa menyeimbangkan itu semua. Aku masih butuh waktu lama mungkin untuk bisa mendapatkan semua yang aku harapkan. Itupun kalau Allah meridhoi jalan pikiranku ini. Semoga saja apa yang telah aku rencanakan ini adalah terbaik bagiku dan terbaik menurut Allah. Amin..

Aku menuliskan semua itu agar aku tetap ingat pada garis jalan yang telah aku rencanakan. Dan nantinya tulisan ini akan sangat berarti ketika suatu saat aku bisa menuliskan satu persatu keberhasilanku tercapai.

Bersama

Jauh dari hal yang bersifat ability kini menuju aspek sosial hidup ini. Aku sangat merindukan saat saat bersama teman temanku. Aku ingin merasakan hangatnya persahabatan diantara aku dan teman temanku. Aku yang terkenal penyendiri sebenarnya menyembunyikan rasa rindu pada keramaian dengan teman. Aku rindu sekali dengan canda tawa, ngobrol, senyuman teman temanku. Aku ingin bersama dengan mereka dengan enjoy walaupun dalam waktu yang sedikit saja.

Aku selama ini hanya memiliki sedikit teman karena mungkin aku sangat memilih milih teman. Aku sangat sensitif dengan teman yang memiliki beda pendapat denganku. Aku inginkan mereka yang sependapat denganku meskipun itu buruk. Aku sadar benar hal itu sangat tidak dianjurkan namun aku berusaha untuk tidak seperti itu algi sekarang. Aku ingin camping dengan semua komunitasku dan aku ingin mengadakan malam dimana aku bisa berlama lama bergurau bersama, bercanda bersama, dan tertawa bersama. Aku juga ingin memperbanyak teman juga. Aku juga rindu untuk bermain dengan kawanku yang baru dan tertawa bersama dengan teman lamaku. Aku ingin sekali mempertemukan mereka semua dimana aku adalah pencetusnya. Aku mungkin akan melakukannya pada liburan semester ini. Semoga bisa terwujud. Amin..

Itu adalah sedikit kinginanku untuk menjalin silaturahmi dan kebersamaan bersama temanku. Aku punya cerita tadi pagi bersama teman komunitas basketku. Aku suka basket dipagi hari di SMA di desaku. Aku biasa basket ketika aku ada di desa dan tidak pernah basket di waktu kuliah. Aku basket seperti biasanya. Tepati ada yang tidak biasa tadi selain anak yang datang lumayan banyak aku juga sangat senang karena tadi diakhir aku basket aku masih bisa bersama dengan teman untuk sekedar minum, makan buah dan mencarinya bersama. Aku benyak tertawa dan bercanda bersama mereka. Aku sangat suka momen yang seperti itu. Aku ingin mengulanginya lagi namun diwaktu yang berbeda. Aku sangat ingin diwaktu malam, membakar sesuatu atau makan makan bersama sama dengan menikmati suasana dingin yang hilang akibat hangatnya kebersamaan itu.

NP: Love Story (Taylor Swift) – Arranged by Sungha Jung

Cinta

Beralih dari hal cita, kini menuju ke cinta. Ini adalah tulisan pertamaku tentang cinta. Sampai saat ini aku masih belum paham benar arti cinta. Mungkin ini adalah akibat dari awal memaknai cinta yang salah dahulu. Hingga kini arti cinta dalam hidupku masih ternodai oleh pikiran buruk mengenai cinta itu sendiri. Dan aku akan mencoba mencari dan mencari arti cinta yang sesungguhnya murni dan sejati.

Kisah cinta yang mungkin aku utarakan disini mungkin mendekati sempurna karena berbagai alasan. Alasan yang pertama perasaanku tentang cinta kali ini berbeda dengan yang lain. Aku dan dia yang aku suka bagaikan sahabat antara orang tua dan anaknya. Aku dan dia yang ku suka juga bagaikan teman yang memiliki rasa sungkan yang tinggi berbeda dengan yang lain dah pokoknya. Aku juga merasa deg degan dengan dia. tapi deg degan ini bukan karena kecantikan, paras wajah dan sentuhan cinta seperti yang dulu aku kenal buruk itu. Tapi sekarang perasaan itu memang berasal dari hati yang tulus untuk menjaga, menjaga dalam hal muhrim, cara bicara, dan tatapan muka. Aku yang biasanya memang suka jelalatan sekarang mencoba aku kurangi. Aku inginkan dia yang menjaga pandangan pada non muhrimanya sebagai cintaku nanti. Aku juga menjaga cara bicaraku agar tidak kasar padanya dan aku rasa di juga begitu. Dan tatapan muka yang tidak biasa dariku juga menurutku adalah perasaan cintaku yang luar biasa. Namun aku tidak tahu perasaannya padaku. Yang terpenting aku tidak akan pernah psimis untuk mencintai seseorang hingga suatu saat orang tersebut mencintaiku apa adanya pula.

Saat ini aku dan dia sedang menjalani studi yang berbeda di universitas yang berbeda pula. Tetapi secara tidak sengaja aku dan dia menyimpan kenangan yang nyata. Aku menyimpan sesuatu yang bisa membuatku ingat pada dia dikala tidak sengaja. Dan lagi lagi aku tidak mengetahui dia apakah dia ingat padaku dikala ia membuka sesuatu yang tidak sengaja ia bawa pula.

Semoga orang yang aku tuju tidak merasakan apa yang aku tulis karena tentu saja aku malu jika dia tahu tentang perasaanku ini. Kuharap nantinya ketika suatu saat cinta kita memang di ridhoi Allah dan bersatu menjalin cinta atas dasar karena Allah (Lillahi ta’ala) tulisan ini akan menjadi saksi kedepan untuk mengungkapkan lamanya kupendam cintaku.

Aku berusaha semaksimal mungkin untuk jadi orang yang baik dan selalu melibatkan Allah disetiap waktu. Aku ingat pada wasiat guruku yang telah tiada sekarang yaitu

Jodoh yang kamu dapatkan adalah sekufu dengan kamu -Pak Yasin- SMAN 2 Lumajang

Maka dari itu aku akan memperbaiki diri dulu agar nanti aku mendapatkan kasih sayang dari conta yang sesungguhnya nanti. Tapi setelah aku consider semuanya, dia yang aku tunjuk diatas paling cocok denganku sekarang. Aku berharap sampai suatu saat aku lupa dengan yang aku pikirkan saat ini, aku bisa mempertahankan kesucianku saat ini meskipun dulu sempat ternodai dengan sifat burukku. Aku berharap dia juga bisa berpikir sepertiku ini agar cintaku nanti tidak bertepuk sebelah tangan. Dan yang terpenting saat ini adalah menyerahkan semuanya kepada Allah yang menciptakan takdir yang bersifat mutlak. Sebelum aku dilahirkan Dia telah menentukan siapa yang akan mendampingiku sebagai jodohku nanti.

Allah maha mengetahui sebelum kita mengetahui itu.

Semoga dapat mengambil hikmah dari setiap apa yang aku tulis di atas,

Amin..

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s