Kesempurnaan Beribadah dan Beramal Saleh

Bismillahirahmanirahim,

Aku disini akan mencoba membagikan ilmu berupa hadist yang sangat agung yang baru saja aku dapat ketika membaca buku terjemahan kitab Bidayatul Hidayah karangan Imam Ghozali. Kitab ini adalah kitab yang sangat bagus yang menyangkut permulaan untuk mendapatkan hidayah dari Allah. Kitab yang ditulis dengan bahasa yang menunjukkan penulisnya merupakan ahli ilmu. Luasnya ilmmu pengetahun, hafalan, dan ibadah dari Imam Ghozali tertuang dalam kitab ini. Ini adalah sedikit ulasan mengenai kitab dan penulis.

Sejatinya aku tidak pantas menuliskan hadist ini karena aku pun masih jauh dari kesempurnaan ibadah dan amal sholeh. Tetapi aku bertekad sembari aku menimba ilmu aku juga akan memberikan sesuatu terhadap orang lain pula. Semoga dapat membuka pintu hati kita semua.

Mungkin kebanyakan dari kita santai dalam mengerjakan ibadah dan amal sholeh. Kebanyakan kita mengira bahwa dengan beramal sholeh maka kita akan dengan mudahnya amal kita diterima oleh Allah. Kita cenderung sudah puas dengan apa yang telah kita kerjakan. Bahkan lebih parah lagi ketika kita berbuat maksiat terkadang kita meremehkannya. Bukti kalau kita meremehkan adanya adzab ketika kita melakukan maksiat adalah kita meminta maaf pada Allah dalam bentuk taubat yang abal abal dan tidak sungguh sungguh. Kita akan mengulangi lagi kemaksiatan lagi dan lagi. Dan naudzubillah tsumma naudzubillah kita sering berpikir bahwa Allah maha Pengampun dan dengan mudah kita diampuni tanpa ada usaha yang lebih. Disini bukan berarti Allah tidak Maha Pengampun namun dititik beratkan pada usaha kita yang sangat kurang untuk taubat pada Allah. Bagaimana Allah mengampuni kita kalau kita tidak benar benar taubat pada Allah?

Nah tadi telah terurai dengan jelas kebanyakan dari kita masih belum bersungguh sungguh dalam beramal sholeh dan beribadah. Dibagian ini akan aku uraikan hadist yang aku janjikan diatas tadi. Banyak hadist Nabi Muhammad SAW yang membicarakan tentang kedengkian, kesombongan, riya’, membanggakan diri. Namun hadist ini sudah mampu mencakup semua sifat tersebut. Tapi apa hubungannya dengan amal sholeh dan ibadah? Amal sholeh dan ibadah akan terhapus dan tidak diterima jika masih ada sifat sifat tersebut.

Perhatikan baik baik cerita dibawah ini :

Al-Qadhi Al-Marusi dan Abdullah bin Mubarak menuturkan bahwa Rasulullah SAW. Bersabda tentang Mu’adz bin Jabal ra : ”Orang yang paling mengetahui halal dan haram diantara kamu adalah Mu’adz bin Jabal”

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Mu’adz bin Jabal ra menuturkan: ”Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: ”Segala puji hanya bagi Allah Yang menetapkan bagi makhluk-Nya apa yang Dia kehendaki” Ketika Rasulullah SAW menaiki kendaraan sedangkan aku duduk di belakangnya. Beliah memandangi langit kemudian bersabda: ”Hai Mu’adz, kuceritakan kepadamu sebuah hadist yang apabila engkau menghafalnya, maka ia akan bermanfaat bagimmu disisi Allah SWT. Dan jika engkau melupakannya atau tidak menghafalny maka terputuslah hujjahmu disisi Allah SWT pada Hari Kiamat. Hai Mu’adz sesungguhnya Allah SWT menciptakan tujuh malaikat sebelum menciptakan langit da bumi. Allah menjadikan pada setiap langit seorang malaikat yang menjaga pintunya. Para malaikat pencatat amalan membawa amalan seorang hamba sejak pagi hingga sore. Amal itu bercahaya layaknya sinar matahari hingga para malaikat pencatat amal naik membawanya ke langit dunia, yaitu langit yang paling dekat dengan bumi, para malaikat itu memujinya dan mengangga sebagai amal yang banyak. Maka berkatalah malaikat penjaga langit kepada malaikat pencatat amal: Pukulkanlah amal ini  ke wajah pemiliknya! Aku adalah malaikat pengurus ghibah. Tuhan Pemeliharaku memerintahkan aku untuk tidak membiarkan perbuatan menggunjing orang lain melewati aku menuju malaikat lain”. Keesokan harinya, para malaikat pencatat amal datang membawa amal sholeh seorang hamba dan amal itu bercahaya. Maka malaikat pencatat amal memuji dan menganggapnya banyak hingga melewati langit pertama dan menyampaikan kelangit kedua. Malaikat Rubaik bertugas disana, berkata: ”Berhentilah kamu, pukulkanlah amal ini ke wajah pemiliknya. Sesungguhnya pemilik amal ini menginginkan kenikmatan dunia dengan amalnya. Aku adalah malaikat yang mengurusi kebanggaan, Tuhan Pemeliharaku telah memerintahkann aku untuk tidak membiarkan amal ini melewati aku menuju malaikat lain. Ia dahulu gemar membanggakan diri di hadapan orang.” Pada kali lain, malaikat pencatat amal datang membawa amal soleh yang bercahaya berupa sedekah, puasa, dan sholat. Maka malaikat pencatat merasa kagum. Mereka membawa amal itu melewati langit pertama dan kedua hingga tiba di langit ke tida bernama Harabut. Tasbih yang diucapkan para penghuni langit ketiga adalah:

Subhaanal hayyilldzi laa yamuutz (Maha Suci Allah Yang Maha Hidup Kekal dan Tidak akan bisa mati). Barang siapa yang mengucapkan tasbih ini, maka ia akan mendapat pahala seperti mereka.

Kemudian malaikat yang bertugas dilangit ketiga berkata: ”Berhetilah dan pukulkanlah amal ini ke wajah pemiliknya. Aku adalah malaikat pengurus kesombongan, Tuhan Pemeliharaku telah memerintahkan aku untuk tidak membiarkan amal ini melewati aku menuju malaikat lain. Ia dulu suka menyombongkan diri terhadapt sesama manusia.”

Malaikat pencatat amal datang dan membawa amal seorang hamba yang bercahaya seperti bintang yang bersinar dan bersuara seperti lebah, amalan itu berupa sholat, tasbih, puasa, haji, dan umrah hingga melewati langit ketida dan tiba di lantai keempat yang bernama Az-Zahir. Tasbih yang diucapkan para penghuni langit keempat adalah:

Subhaanal malikil qudduus (Mahasuci Allah Yang Maha Merajai dan Maha Qudus) Barang siapa yang mengucapkan tasbih ini akan mendapatkan pahala seperti mereka.

Kemudian malaikat yang bertugas dilangit keempat berkata: ”Berhentilah pukulkanlah amal ini ke wajah pemiliknya. Aku adalah malaikat pengurus kebanggaan diri, Tuhan Pemeliharaku telah memerintahkan aku untuk tidak membiarkan amal ini melewati aku menuju malaikat lain. Sesungguhnya ia dahulu apabila beramal, suka membanggakan amalnya.”

Malaikat pencatat amal datang dan membawa amal seorang hamba yang bercahaya seperti cahaya matahari melewati langit keempat tiba dilangit kelima seakan akan pengantin yang dipertemukan. Kemudian malaikat yang bertugas dilangit kelima berkata: ”Berhentilah dan pukulkanlah amal ini ke wajah pemiliknya dan letakkanlah diatas pundaknya. Aku adalah malaikat pengurus kedengkian, Tuhan Pemeliharaku telah memerintahkan aku untuk tidak membiarkan amal ini melewati aku menuju malaikat lain. Sesungguhnya ia dulu dengki kepada orang yang menuntut ilmu dan beramal sholeh sepertinya. Dia juga dengki dan menggunjing orang yang ibadahnya lebih banyak dari dirinya.”

Rasulullah SAW. Bersabda: ”Malaikat pencatat amal datang membawa amal soleh yang bercahaya seperti cahaya matahari yang berupa sholat, zakat, haji, umrah, puasa, dan jihad. Mereka membawanya ke langit keenam yang bernama al-Khalishah. Kemudian malaikat yang bertugas di sana berkata: ”Berhetilah dan pukulkanlah amal ini ke wajah pemiliknya. Aku adalah malaikat pengurus rahmat, Tuhan Pemeliharaku telah memerintahkan aku untuk tidak membiarkan amal ini melewati aku menuju malaikat sesudahku. Sesungguhnya ia dulu tidak mengasihani seorangpun dari para hamba Allah SWT. Yang ditimpa cobaab atau penyakit, bahkan ia merasa gembira atas penderitaan yang menimpa oranglain.”

”Malaikat pencatat naik membawa amal soleh seorang hamba yang berupa sholat, nafaqah untuk menefakkan agama Allah, jihad fisabilillah, wara’, dan puasa. Amal itu bercahaya mengeluarkan suara seperti lebah dan bersinarseperti sinar matahari. Amal itu dikawal oleh tigaratus malaikat dan membawanya ke langit ke tujuh yang bernama Al-Labiyah. Tasbih yang diucapkan para malaikat di langit ke tujuah adalah:

Subhaana kholiqin nuur (Mahasuci Allah Tuhan Pencipta Cahaya) Barang siapa yang mengucapkan tasbih ini akan mendapatkan pahala seperti mereka.

 Kemudian malaikat yang bertugas di sana berkata: ”Berhetilah dan pukulkanlah amal ini ke wajah pemiliknya dan pukulkanlah amal ini pada wajah pemiliknya dan pukulkanlah amal ini pada anggota-anggota tubuhnya lalu pukulkanlah amal itu ke jantungnya. Aku adalah malaikat pengurus riya’ dan sikap pamrih. Sesungguhnya ia tidak menginginkan Allah SWT dengan amalnya akan tetapi menginginkan kemasyuran di antara para ulama, kedudukan di antara para penguasa dan kemasyuran di antara masyarakat. Tuhan Pemeliharaku telah memerintahkan aku untuk tidak membiarkan amalini melewati aku menuju malaikat penjaga sesudahku. Setiap amal yang tidak diniatkan secara ikhlas untuk Allah SWT adalah riya’, dan Allah SWT tidak menerima amal orang yang riya”

Pera malaikat pencatat amal membawa amal seorang hamba berupa puasa, sholat, haji, umrah, menjauhkan diri dari omongan yang tidak berguna, serta dzikrullah. Lalu para malaikat dari tujuh lapis langit mengantarkannya hingga melewati semua tabir menuju Allah SWT. Kemudian berhenti di hadapan-Nya, mereka menjadi saksi atas amal saleh yang diikhlaskan untuk Allah SWT semata. Kemudian Allah SWT berfirman: ”Kamu adalah pencatat amal hamba-Ku, dan Akulah yang Mengawasi isi hatinya. Seungguhnya ia tidak menginkan-Ku dengan amal ini, tetapi menginginkan yang selain Aku. Ia tidak mengikhlaskannya untuk-Ku sedangkan Aku Maha Mengetahui apa yang diinginkaannya dengan amal yang ia kerjakan, laknat-Ku akan menimpanya, ia telah menipu para manusia dan menipu kamu, akan tetapi ia tidak bisa menipu-Ku. Akulah Yang Maha Mengetahui segala yang tersembunyi dan Maha Mengetahui isi hati, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Ku. PengetahuanKu tentang apa yang telah terjadi sama dengan pengetahuanKu tentang apa yang sedang terjadi. PengetahuanKu tentang apa yang telah berlalu sama dengan pengetahuanKu tentang apa yang akan terjadi. PengetahuanKu tentang orang orang yang terdahulu sama dengan pengetahuanKu tentang orang orang yang kemudian. Aku Maha Mengetahui segala rahasisa dan Maha Mengetahui yang lebih tersembunyi dari itu. Bagaimana mungkin hambaKu bisa menipuKu dengan amalnya. Sesungguhnya ia hanya bisa menipu para makhluk yang tidak mengetahui yang gaib, sedangkan Au Maha Mengetahui segala yang gaib. Maka laknatku dan laknat Kami akan menimpanya. Kemudian ia dilaknat oleh seluruh penghuni tujuh lapis langit.”

Mendengar penuturan Rasulullah SAW., Mu’adz ra. Menangis dan meratap keras sambil berkata: ”Aku bertanya pada Rasulullah SAW: ”Wahai Rasulullah, engkau adalah utusan Allah, sedangkan aku hanyalah Mu’adz bin Jabal, bagaimana aku bisa selamat dari itu semua?”

Rasulullah SAW. Bersabda: ”Ikutilah aku, meskipun ada kekurangan dalam amalku. Hai Mu’adz, jagalah lisanmu, janganlah mengumpat saudara-saudaramu, khusunya para penghafal Al-Qur’an, dan pikullah sendiri dosa dosamu dan jangan engkoau bebankan pada mereka, jangan memuji dirimu dengan mencela mereka, jangan memasukkan amalan dunia ke dalam malan akhirat dan jangan bersikap riya’ dalam amalmmu. Jangan menyombongkan diri di majelismu supaya orang orang takut pada akhlakmu yang buruk, dan janganlah berbisik bisik kepada seseorang sedangkan di dekatmu ada orang lain. Janganlah membanggakan dirimu kepada orag lain supaya tidak terputus darimu kebaikan kebaikan dunia dan akhirat. Janganlah engkau mencaci maki orang lain dengan lisanmu supaya engkau tidak dirobek robek oleh anjing neraka pada Hari Kiamat.”

Khalid bin Ma’dan berkata: ”Maka tidak kulihat seorang yang lebih banyak membaca Al-Qur’an daripada Mu’adz bin Jabal setelah hadist yang agung ini”

Wallahua’lam

Wahai saudaraku, renungkanlah ini bersamaku. Telah dapat dilihat bersama bahwa seorang Mu’adz bin Jabal terisak menangis setelah mendengar hadist ini. Mu’adz takut akan amalnya jika tidak diterima Allah. Pasalnya seperti sabda Rasulullah SAW diatas dapat disimpulkan bersama bahwa tidak semudah membalikkan tangan untuk dapat beramal saleh dan diterima disisi Allah. Mu’adz bin Jabal yang merupakan sahabat Rasulullah dan ahli ibadah dan beramal serta dipercaya Rasulullah sebagai sahabat yang paling mengerti hukum agama saja takut akan amalnya tidak diterima. Apalagi kita yang terlalu jauh dari Rasulullah, terlalu jauh dari Allah SWT, terlalu jauh dari sifat baik, jauh dengan hati yang bersih, jauh dari niat baik, jauh dari ibadah yang benar benar, dan terlalu dekat dengan kemaksiatan entah itu sadar atau tidak entah itu sengaja atau tidak. Semua itu dapat menjadi pelajaran bagi kita agar tidak santai mengakhirkan ibadah dan menuruti nafsu dan bisikan setan.

Namun jangan terlalu takut untuk itu, biarkan kita hanya pasrah kepada Allah dan tawakkal sepenuh hati. Kita kuatkan kuda kudah\, pusatkan segala kekuatan hanya untuk ibadah di jalan Allah. Dengan demikian insyaAllah petunjuk dan hidayah akan didatangkan kepada kita oleh Allah. Rasulullah juga telah memberikan solusi agar amal kita dapat diterima disisi Allah seperti sabda diatas.

Dan mari kita instropeksi diri kita masing masing bahwa sifat sombong riya’, dan dengki merupakan pangkal dari berbagai macam kekejian. Bahwa Imam Ghozali telah memberikan suatu kesimpulan bahwa itu adalah cinta dunia. Sifat cinta dunia lah yang menjadi pangkal setiap dosa. Maka hendaknya kita menjauhi sifat ini. Gunakanlah energi terbesar kita untuk beribadah dan beramal sholeh dan menjauhi larangan Allah SWT.

Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari segala sesuatu dan dapat diterima amal kita di sisi Allah SWT. Amiin….

 

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s