Kondisi kekinian Indonesia

Assalamualaikum

Bismillahirahmanirahim

Sekarang hari minggu, 30 juni 2013, aku tepat akan berangkat ke Surabaya untuk memenuhi amanahku. Sebelum itu aku terbesit pikiran untuk menuangkan pemikiranku diatas tulisan. Aku melintasi hari hariku dengan sebuah angan negeriku tanpa kebusukan. Negeriku aman, nyaman, tentram, bebas bencana, bebas dari kebohongan, kebaikan dimana-mana, kejujuran adalah asas dalam melakukan segala sesuatu, dan keikhlasan dalam melakukan kebaikan adalah seklumit anganku tentang negeri ini.

Sekarang kita tinjau sedikit mengenai kenyataan di negeri ini. Kenyataan sungguh pahit ketika supremasi hukum dan segala regulasinya tidak ditegakkan dengan benar. Lemahnya hukum menjadi indikator paling kuat adanya permasalahan tersebut. Keadilan di negeri ini tidak dapat ditegakkan tanpa uang. Yah itulah negeri kita, uang akan menjadi parameter hukuman yang dikenakan. Ini potret hukumm kita : Semakin banyak uangmu maka hukuman akan semakin berkurang.

Entah hukum apa itu, asalnya dari mana, dan mulai kapan adanya. Heranku lebih tercengang ketika mendapatkan pemberitaan di media TV. Seorang nenek tua mendapatkan hukuman bertahun tahun karena mengambil hasil ladang yang jatuh ditanah. Sedangkan koruptor hanya mendapat hukuman 2tahun, paling poll palig juga 5tahun. Dan itupun buihnya berbeda lho.. duh parahnya negeriku. Coba kita sedikit me-review berita beberapa tahun silam. Masih ingat dayus tambunan kan? Ketika dilakukan sidak ke lapas ternyata gayus sedang berlibur di bali. Padahal dia sedang menjalani masa tahanan. Belum lagi kasus suap terhadap sipir sipir lapas agar dapat dengan mudah keluar dari lapas. Dan masih banyak lagi cerita yang lain dibalik rendahnya mutu hukum Indonesia.

Setelah sedikit jalan jalan ke aspek ekonomi. Lihat saja baru baru ini terdengar kabar hot mengenai KKN di ekspor daging sapi. Yah lagi lagi kasus KKN yang sejatinya budaya buruk sejak masa penjajahan belanda dahulu masih ada sampai sekarang. Kenapa korupsi ini sulit untuk diberantas? Menurut hemat saya, korupsi sulit diberantas karena orang yang korupsi tidak jera dengan tindakannya. Jadi orang lain tidak sungkan dan tidak takut untuk melakukan korupsi.

Ah aku mau berangkat ke surabaya dulu, dilanjut kapan kapan ya ahahahh

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s