Efek Negatif Berlama-lama dengan Facebook

Facebook dengan segala akibatnya

Bismillahirahmanirahim

Semoga Allah memberiku kekuatan untuk manuntun segala kebaikan dalam setiap tulisanku dibawah ini.

Perkembangan facebook semakin pesat karena fiturnya yang sangat membantu kita. Namun keluar dari pemikiran itu, facebook dengan berbagai macam fitur telah mengelabui penggunaanya untuk setia menjadi pengamat timeline, foto, chatting, dll. Kita lihat saja contoh dibawah ini terlepas dari teori busuknya facebook dari penganut konspirasi yahudi:

Sekarang, Facebook bagaikan lauk pada menu makan kita setiap hari. Tidak membuka facebook sehari saja terasa hambar, hidup tak bersensasi, dan merasa kesepian. Perasaan apa itu? Inikah perasaan yang natural alami tanpa sebuah kebiasaan?

Tentu pertanyaan itu menjadi penting untuk kita jawab ketika kita ingin menemukan tujuan penggunaan facebook. Mungkin perasaan itu timbul lantaran sangking seringnya kita berlama lama online di depan facebook. Perasaan itu mungkin sebuah doktrin buruk untuk kita semua agar lupa terhadap waktu. Kita lupa kalau kita sedang mengerjakan tugas, lupa sholat, lupa terhadap waktu tidur. Lupa segalanya dan hanya fokus di permainan ilusi dalam facebook.

Perasaan itu muncul dan selalu muncul tanpa peduli siap penggunanya baik guru, dosen, mahsiswa, anak, maupun orang tua. Sekarang semua orang merasa gengsi tidak memiliki akun facebook. Padahal dengan menggunakan facebook peluang penipuan, penggunaan akun yang disalah gunakan, dan privasi yang diancam oleh orang lain sedang mengincar kita. Tentu kita masih ingat mengenai pemberitaan kasus pencurian anak, penjualan anak, perceraian, permusuhan, kekacauan, dan kasus pencemaran nama baik melalui jejaring sosial yang satu ini. Kasus itu merupakan dampak lebih jauh dari penggunaan yang salah.

Yang lebih memperihatinkan lagi, ketika hal yang sangat penting dalam hidup kita menjadi tersingkirkan akibat aktivitas kita di dunia maya ini. Aku memiliki cerita yang agaknya sama dialami oleh banyak orang dan temanku. Ketika membuka laptop, buka internet browser, buka laman pertama adalah facebook dan tugas yang seharusnya kita cari biasanya diakhirkan. Sehingga kita lupa dengan tugas kita dan asyik dengan facebook yang telah menyihir kita di awal. Ini tidak dapat dipungkiri ada pada diri kita bukan? Dan ini merupakan penanaman pemikiran pada diri kita agar produktivitas kita semakin menurun.

Sebenarnya bukan dampak buruk itu yang ingin aku bahas disini tetapi lebih mengarah kepada pertanyaan akankah kita terus dibodohi dan disihir oleh dunia ilusi pada facebook? Dan jika kita tinjau ulang, seberapa berpengaruh sih facebook dalam diri kita? Membawa kearah mana facebook ini, ke arah kebaikan ataukah kearah keburukan?

Aku ingat pesan dari salah seorang teman di dunia maya juga bahwa kita berbuat baik di tempat baik saja masih digoda setan dan bisa terjerummus jatuh kedalam lubang kemaksiatan apalagi kita berbuat buruk di tempat yang berpotensi buruk bagi kita apa jadinya kita.

Sebenarnya kita disini sedang diombang ambing oleh jernihnya akah yang menuntun pada kebaikan dan keruhnya hawa nafsu yang membawa kearah kemaksiatan. Aku mendapati sebuah pengalaman yang hendaknya kita sama sama mendapatkan hikmah atas itu.

Tadi ketika facebook aku buka tiba tiba aku secara tidak sadar membuka timeline, dan akhirnya aku membaca timeline itu hingga habis, dan aku menemui inspirasi hanya sebesar 10%, menemui kebaikan 10%, dan menemui kemudhorotasn dan kemubadziran 80%. Aku menemui banyak orang yang sedang mengeluh di facebook, orang sedang stress, kecewa, sedih, menemui dangerous link, fake address, hacker pembajak status, komentar yang menyinggung, dan pembicaraan yang rusuh. Itu semua tercampur dalam status, note, foto, dan lain sebagainya. Aku tidak habis pikir mengenai hal itu kenapa teman temanku termasuk aku juga asyik dengan hal itu sedangkan apa manfaatnnya aku masih belum tahu.

Suatu ketika aku juga sedang asyik menulis sesuatu yang baik. Kemudian aku menemui link yang kotor dan aku mengeklik dan tertarik pada hal itu. Itu aku lakukan tanpa sadar. Dan akhirnya membawa aku kepada kemaksiatan baik lahir maupun batin.

Ini adalah contoh bahwa ketika kita berniat baik saja kita masih bisa terjerumus apalagi niat kita sudah jelek kita pasti lebih mudah lagi terjerumus.

Penekanan itu yang ingin aku bawa disini. Untuk tambahan, bahwa aku semakin sadar sempitnya dunia maya. Aku sadar demikian karena aku semakin tidak tahu arti interaksi sesama makhluk secara nyata bukan hanya chatting yang tidak tahu keaslian orang itu. Kesenjangan sosial ketika berada dikeramaian malah bermain gadget yang kita miliki dan acuh tak acuh terhadap keadaan sosial disamping kanan kiri kita.

Apakah perasaan ini ingin kita lestarikan dalam diri kita ataukah kemauan kita mengalahkan semua doktrin yang ada dalam facebook? Itu semua kita yang bisa menjawab.

Dan semoga Allah senantiasa melindungi kita dari keburukan yang ada dan didekatkan dengan Dia. Aminn.. semoga kita menjadi sebaik baik manusia yang bisa mengamalkan ilmu dan bermanfaat bagi orang lain serta mengambil hikmah disetiap keadaan.

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s