Jika kita mati esok hari

Bismillahirahmanirahim

“Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati dan sesungguhnya pada hari kiamat sahajalah pahala-pahalamu diberikan barangsiapa dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan kedalam syurga maka sesungguhnya ia telah beruntung. Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (QS Ali Imran : 185)

Nah kini bicara tentang kematian. Pertanyaan yang paling simple adalah jika kita besok meninggal dunia apa yang kita lakukan sekarang? Wah pertanyaan ini agak bikin merinding emang, tapi mau tidak mau setiap manusia pasti akan meninggal.

Sebagaimana firmanNya,

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاء أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُونَ
Dan setiap umat mempunyai batas waktu. Maka apabila telah datang batas waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.(QS. Al-A’raf: 34)
Dan ketika akhir akhir hidup kita kita ingin seperti apa sih?

Tentu semua orang menginginkan kematian yang baik (Khusnul Khotimah). Keinginan ini tidak akan terwujud. Dan sekali lagi aku pertegas tidak akan terwujud ketika kita tidak memaknai benar kematian dalam hidup kita. Memaknai kematian sangat penting agar kita bisa menyiapkan lebih dini untuk bekal kita mati nanti.

Sahabat Abdullah bin Umar pernah bertanya kepada Rasulullah, ‘‘Ya Rasulullah, mukmin manakah yang paling utama?’’ Beliau menjawab, ‘Yang paling baik akhlaknya diantara mereka”. Lalu bertanya lagi, ‘‘Mukmin manakah yang paling cerdas?’’. Beliau menjawab:
أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا، أُولَئِكَ أَكْيَاسٌ

“Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” (HR. Ibnu Majah)

Ketika kita telah memaknainya dengan senantiasa mengingatnya kemudian kita mempersiapkannya. Maka tentu saja hari hari dan waktu kita detik demi detik akan kita manfaatkan secara benar untuk beribadah kepada Allah dan meninggalkan segala maksiat. Memang benar benar sulit untuk memaknai kematian ini karena manusia memang gudang tempat kelalaian. Memang tidak dapat dipungkiri meskipun ahli ibadah terkadang mereka juga lupa terhadap akhir hidup di dunia dan kekekalan di akhirat nanti. Tetapi kita hendaknya senantiasa berusaha menggunakan energi terbesar kita untuk mengingat lebih sering lagi kematian kita dan sesegera mungkin setiap waktu kita niatkan untuk ibadah.

Ini tentang niat

Semoga bermanfaat dan dapat meningkatkan ibadah kita di awal bulan suci ramadhan ini.

aminn..

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s