Solusi Sistem Perbankan yang Adil untuk Menciptakan Kemakmuran

Bismillahirahmanirahim

Masih dalam kelanjutan tulisanku sebelumnnya mengenai sistem buruk bank. Kali ini aku akan mengajukan opini dan saran untuk menciptakan kemakmuran masyarakat luas. Beranjak dari tulisanku sebelumnya yang mengungkapkan keprihatinanku terhadap bank, sekarang ini aku sudah emmiliki ide kongkret yang cocok untuk menggantikan sistem lama itu.

Well tanpa banyak basa basi lagi. Begini analoginya :

Ketika ada orang yang tidak mampu ingin meminjam uang. Maka orang golongan kaya baik secara individu maupun organisasi tertentu meminjamkan uang mereka. Pinjaman ini tidak ada bunganya. Artinya ketika ada kesepakatan peminjaman 1 juta dan tanggal pengembalian 1 tahun maka pada tanggal yang telah ditentukan si peminjam akan mengembalikan uang tersebut 1 juta. Tidak keberatan kan? Yah itu sangat indah. Dan tentunya sangat adil. Dan sebagai rasa terima kasih si peminjam kepada orang yang kaya tersebut karena telah meminjami uang ketika si peminjam butuh banget, maka si peminjam akan memberikan uang atau barangnya kepada si kaya. Yah itu kan selain secara alami, kan juga dapat meningkatkan silaturahmi antar kedua belah pihak. Wiuh alangkah indahnya dunia kalau seperti itu. Mungkin tidak ada orang yang miskin di dunia ini.

Dan menabung juga never mind. Menabung juga sama sistemnya terserah deh mau nabung ke orang atau organisasi perbankan. Nggak papa. Asal jangan ada bunga. Nah ketika aku nabung 1 triliun dan akan aku ambil 1 tahun kemudian. Aku akan mengambil uangku 1 tahun kemudian dalam jumlah yang sama. Tetapi sama halnya dengan meminjam uang, kalo udah disimpankan uang secara aman oleh orang lain, ya masak kita nggak terima kasih. Ya salah satu ucapan terima kasih kan dengan ngasih beberapa uang. Ya kan? Dengan demikian, semakin lengkaplah sebuah cita cita perbankan yang aku impikan. Slogan yang kaya makin kaya, yang miskin masih miskin akan hilang dengan itu wkakak 😀

Dan dalam memenuhi asas perbankan, ya sudah tentu hubungan antar perseorangan terhadap orang lain baik dalam lingkup keluarga atau sesama manusia harus terjaga. Jadi kalau melakukan pinjam atau menabung ya di orang yang telah terpercaya. Begitu pula sebaliknya kalau menyediakan jasa ya cari orang yang lebih terpercaya misal saudaranya sendiri. Keluarga sendiri diutamakan dalam hal ini. Pemerataan harta inilah yang membuat negeri ini semakin makmur. Tentu kalau rakyatnya makmur nggak mungkin tuh ada korupsi. Ya kan?

Itulah solusi nyata yang dapat aku berikan. Memang sih masih terdapat kesulitan dalam menerapkannya. Tetapi itu setidaknya mengurangi tingkat kemiskinan akibat susahnya membayar bunga. Kalau ada saran atau tanggapan monggo komentar di bawah.

Adil itu sesuai pada tempatnya.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

2 thoughts on “Solusi Sistem Perbankan yang Adil untuk Menciptakan Kemakmuran

  1. […] Aku disini tidak ingin mencari masalah dengan bank. Aku juga tidak ingin sistem ini terus terusan begini. Aku tidak ingin. Maka dari itu aku akan menyertakan solusi kongkret sistem baru yang lebih sesuai diterapkan dalam upaya meingkatkan kemakmmuran masyarakat secara luas. Ikuti lanjutan ceritanya disini. […]

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s