Cerita dibalik wisata pemikiran dan perenunganku

Bismillahirahmanirahim

Yeah ini adalah tulisanku yang kedua setelah launching tulisan sebelumnya berkaitan dengan pemikiranku tentang cara menghafal. Wah langsung aja deh. Check it fast!

Kamu pasti melewati berbagai cerita dalam hidup. Kita sering tidak sadar akan pertanda dan sesuatu yang dapat mendefinisikan apa yang belum kita ketahui. Itulah yang selama ini aku cari. Aku berusaha mencari apa yang dinamakan hikmah. Hikmah dari setiap kegiatan. Tadi aku sempat baca makna hikmah sejatinya adalah menemukan masalah dan mencari solusi terbaiknya. Meskipun sedikit meleset dari apa yang selama ini aku pahammi, aku kekuatanku belum pudar untuk mengungkap sejatinya kehidupan ini. Aku suka ilmu hakikat. Ilmu tersebut mengantarkan aku pada penjelasan yang tiada tanding. Ilmu tersebut memberikan pertanyaan why dan mengedepankannya. Aku memang lebih suka why daripada how. But I would like how than what. Ya mungkin itu konsekuensi baik yang aku dapatkan dari minatku ke bidang hakikat.

Udah lah udah. Kok malah jauh kesana kemari nih tulisan. Maklum sukanya curhat mulu. Hmm. Alay? Nggak !

Sebenarnya kalau cara menghafal dengan menulis dan membacanya kembali sudah aku terapkan sejak SD. Aduh ini sebenernya aib dan jelek. Jangan ditiru lho temen temen. Aku dulu pas SD suka banget sama yang namanya ngerpek ketika ujian berlangsung. Istilah kerennya buka catatan. Kebiasaan buruk itu aku bawa hingga sekarang. Duh aku nggak pengen seperti ini lagi. Aku nggak mau ikut menenggelamkan cita cita mulia bangsa ini dan akulah emas yang ditunggu oleh generasi tua sekarang untuk memimpin negeri yang agaknya mulai tak menemui jalan keluar. Ups malah curhat lagi. Hhe nah ketika itu aku yakin banget kalau aku telah terbantu oleh catatan kecil itu. Namun jauh sebelum itu aku memiliki tujuan. Wih keren dong masih kecil udah punya tujuan. Iya dong. Aku buat catatan untuk aku bawa pas ujian dan bukan untuk aku buka. Namun kala itu aku yakin dengan menaruh catatan itu di saku, ujianku semakin lancar. Aku terdorong oleh imajinasi irasional bahwa materi yang aku catatat mampu melewati tubuh dan masuk kedalam otak dan aku tuliskan dalam lembar jawab ujian. Hahah aneh kan? Tapi itu nyata lho. Aku serasa lebih mudah mengerjakannya dengan membawa catatan kecil itu. Ah itu dulu aku berpikir seperti itu. Tetapi sekarang aku punya penjelasan logis mengenai why does it work? Yeah ternyata yang membuatku hebat dalam ujian adalah selain aku itu sudah menulis ulang materi dengan kalimat ku sendri yang mudah dimengerti, aku juga ulangi hafalan ketika membaca kembali catatan itu sekilas sebelum ujian. Itu sudah cukup membuatku sangat hafal benar, tata letak sampai apa saja kata penting di dalam catatan kecil itu. Namun seiring dengan berjalannya waktu semua tidak mendukung sistem belajarku itu, aku mulai malas, aku milih instan aja, aku mendapatkan kecaman dari teman dan aku juga didesak orang tua agar dapat ranking kelas. Yah itu semua membuatku memikir tanpa pusing, tan usah membuka catatan sebelum ujian deh, mending pas ujian aja. Kan lebih enak? Hahah awal mula keburukan yang masih tersisa sampai sekarang.

Sekarang beranjak pada hafalan yang menuntut kita tahu bunyinya dan dapat melafalkannya. Ini sangat berhubungan dengan kemampuan speaking dan listening seseorang. Kembali lagi pada vocab yang menuntut kita tau penulisan, cara ngomong, dan mendengarkan kata tersebut. Ikuti lebih lanjut mengenai vocab disini. Ceritanya aku ketika hafalan ayat suci Al-qur’an. Aku mengerahkan segala cara dan kemampuanku. Dan akhirnya aku menemukan cara terbaik yaitu dengan menghafal setiap ayat satu persatu yang diulang berulang ulang kali kemudian dilanjutkan dengan membaca keseluruhan ayat yang ingin dihafal dalam satu waktu secara teratur berulang ulang. Dengan demikian the strenght of this idea is only about repeating. Yah aku percaya itu. Bahwa pengulangan terhadap sesuatu apapun maka dapat dipastikan bahwa kita akan semakin ingat dengan sesuatu tersebut.

Belum selesai sampai disitu. Aku menemui sebuah penerangan. Itu sangat menakjubkan menurutku. Subhanallah. Para penghafal surat yasin ini bahkan belum tahu huruf hijaiyah dan belum mengerti Al-qur’an secara menyeluruh tetapi mereka bisa menghafalnya. Apa rahasiannya? Mereka ternyata mengulang surat yasin tersebut disetiap adanya tahlil. Sangking seringnya mereka membaca yasin secara keseluruhan, mereka hafal benar yasin. Dan mereka mampu memimpin jalannya pembacaan yasin dalam tahlil.

Ada yang nggak ngerti tahlil itu apa? Tahlil adalah istilah jawa yang menunjuk pada pemanjatan doa pada Allah bagi orang yang meninggal dunia.

Yeah mungkin itu dulu yang bisa aku share.

Lain kali mampir ya..

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s