Pertengahan Hari di Kampung

Bismillahirahmanirahim

Ada saudaraku datang kerumah. Dia ingin sekali main keyboard dirumah dan ketemu sama adekku. Aku terpesona dengan sikapnya. Keren banget deh. Ini terjadi dipertengahan hari ketika aku pulang kampung. Untung pikirku masih ada anak kecil yang punya sfat seperti ini.

Apa sih sifatnya, fidh?

Inspirational.

Yah kata itulah yang menjadi satu satunya kata yang bisa mendiskribsikan tingkah lakunya.

Ceritanya begini.

Ketika dia sedang asyik banget dengan keyboardnya yang memang belum enak didengar karena dia memang masih belajar. Tetapi yang aku salat adalah, ketika waktu sholat datang, dia langsung tergugah utnuk segera sholat. Dia tidak malu untuk menginisiasi kebaikan demi kebaikan. Dia bilang pada ibuku yang belum sholat, “bude, aku mau sholat!” tieng, aku kaget bener. Kaget dan kagum. Pendidikan macam apa yang bisa dengan mudahnya mendidik anak jadi seperti ini. Aku memang wajarkan hal ini karena dia adalah anak ustad di desanya. Tetapi kecerdasannya itu lho, keren banget deh.

Sekalian juga aku ceritakan pada masa kecilnya. Dia sudah menunjukkan kecerdasannnya sejak kecil. Dia hafal beberapa bait dari lagu yang baru saja dia dengar. Dia fasih banget melafalkan bahasa madura karena dia berada didaerah yang mayoritas orang madura. Wah keren. Dan itu sekarang semakin kelihatan ketika dia sudah banyak tawaran ngaji dan ngisi tilawah di berbagai acara untuk sekedar melafalkan ayat suci Al-Quran yang dia hafal. Keren bro. Meskipun cuma ayat pendek aku salut dengan kecerdasannya.

Sekarang aku semakin salut lagi ketika dia main keyboard. Dia padahal setauku baru kali ini memegang keyboard tapi di sudah bisa mencari notnya dan menyanyikan lagu dengan keyboard itu. Keren banget deh. Aku aja nggak bisa.

Duh duh. Kalah sama anak kecil deh.

Dan ternyata ketika aku wawancarai tadi kok udah bisa. Ternyata dia benar benar cerdas. Dia bisa karena melihat temannya main alat musik, dan dia hafalkan benar notnya, dan diterapkan dalam permainannya. Satu hal ingin aku simpulkan dalam hal ini secara umum adalah kita harusnya belajar dari siapapun tanpa memandang umur mereka. Dan kesimpulan yang mengena dan sangat relevan dalam pengalamanku diatas adalah dalam belajar itu adalah mempelajari apapun yang ada disekitar, menghafalnya dan menelitinya dengan seksama, dan menerapkannya dalam kehidupan kita.

Sungguh pelajaran besar yang aku dapatkan dalam pulang kampung kali ini. Aku sangat termotivasi dalam hal ini. Semangat kuliah kedepannya. Go go go.

Kita aja yang dewasa dan sudah mahasiswa masih belum bisa menginisiasinya. Ya nggak? Ayo jangan malas dan go to inspirate everyone.

Ingin tau juga pendidikan yang keren itu seperti apa. Ini

Semoga cerita singkat ini bermanfaat.

Advertisements

4 thoughts on “Pertengahan Hari di Kampung

    1. wah udah kelas 5 SD sih,
      tapi aku kagumnya kok udah punya karakter yang jarang ditemui dikalangan orang indonesia yang “kebanyakan” sukanya jadi pengikut bukan pelopor.

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s