Gathering with Good Person

Judul itu yang paling pantas untuk tulisan ini. Berkumpul dengan orang yang baik dalam bahasa indonesia. Memang banyak orang tidak menyadari akan hal ini. Banyak orang menyepelekan hal ini. Berteman dengan sembarang orang, tidak selektif dalam memilih partner, memilih sahabat yang bertingkah laku jelek ada contoh kecilnya.

Memang terlihat remeh, tetapi pengaruhnya sangat besar. Orang yang paling berpengaruh pada seseorang adalah lingkunga sekitarnya. Lingkungannya yang akan mencetak pola pikirnya, kepribadiannya, dan tingkah lakunya. Kenapa bisa begitu? Karena orang terdekatlah yang bisa mengerti diri kita. Mereka memberi arahan, saran, bahkan hanya obrolan kecil itulah teman kita mempengaruhi kita. Disadari atau tidak, disengaja atau tidak, lingkungan terdekatlah yang menjadi potret diri kita.

Rasulullah pun telah menegaskan kata kuncinya dalam hadist sebagai berikut.

Rasulullah bersabda,

“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Ya bukan hanya itu. Penegasan Rasulullah juga dapat dilihat di dalam hadist berikut ini :

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628)

Itulah sebabnnya mari kita lebih selektif lagi dalam memilih teman. Terapkan al wala’ wal bara’ yaitu memusuhi musuh Allah. Pegang baik baik prinsip itu maka sebenarnya itu adalah penyempurna iman seseorang. Jangan sampai salah teman dan menyesal di akhirat nanti.

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا ( ) يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا ( ) لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang dzalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al Furqan: 27-29).

Semoga bermanfaat

Advertisements

One thought on “Gathering with Good Person

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s