Beda hari beda destinasi : Bromo

Beda hari beda cara pulang kampung.

Kemarin, 24 Januari 2014, adalah pulang kampung ter-happy sepanjang perjalanan pulangku dari Surabaya ke Lumajang. Betapa tidak? Kemarin sempat mampir dulu ke Bromo tengger crater.

Jam 9 pm berangkat dari kampus tercinta, ITS. Sayonara oh sayonara The Hero Campus. After long time ago, I learn everything there, I go home for few days only. Holiday is coming. Opening ceremony of this holiday dibuka dengan kemeriahan perjalanan menuju gunung Bromo yang terletak di dataran tinggi Bromo Tengger Semeru kabupaten Probolinggo. Yah siapa sih yang nggak tau gunung satu ini. Dari yang tua sampai yang muda, dari turis asing hingga turis lokalpun tau tempat satu ini. Kawah, savana, lautan pasir dan sunrise dari ketinggian 2392 menyuguhkan surga bagi penikmat alam sejati.

Perjalanan dari Surabaya menuju Gunung Bromo ditempuh dengan waktu sekitar 4×60 menit perjalanan menggunakan sepeda motor. Dari surabaya melewati jalur arah Malang kemudian belok kiri menuju arah Pasuruan-Probolinggo. Sampai di daerah Tongas akan ditemui plang pertigaan ke kanan menuju Wisata Gunung Bromo. Dari sini perjalanan mulai memasuki tumbuhan jalan yang sudah tua dan besar. Menambah kerimbunan jalan yang alami sekali. Sungguh indah pemandangan malam itu. Meskipun malam, gemerlap lampu ditambah dinginnya malam daerah pegunungan selalu menemani perjalanan kali ini. Jalan berkelok dengan tanjakan hingga 45 derajat mendominasi perjalanan paruh kedua. Jalan licin dan tikungan tajam sangat menyeramkan. Kabut tebal membuat jalan semakin membuat jalan tidak terlihat. Jarak pandang hanya 5 meter saja. Sangat diperlukan hati hati dalam saat saat seperti ini. Kabut tebal dengan dinginnya udara semilir menusuk tulang. Tak ibahnya badan ini seperti batu es. Salah peritungan bisa dibilang. Suhu disana diluar perkiraan sebelumnya. Raincoat dan baju tipislah yang menyelimuti tubuh seperti tidak berfungsi. Sepertinya rintik hujan malam telah membuat hawa dingin menyerang. Ingat siang hari lebih hangat daripada malam. Jadi ketika anda berpergian malam pastikan savety untuk menghindari dingin lebih dipersiapkan lagi.

Jam 4 am baru sampai di pos perijinan masuk kawasan wisata. IDR 13.500 for domestic tourist (category 1 motor two person) must be paid to entrance. Uang segitu wajarlah kalo dibandingkan dengan keindahan alam yang disuguhkan. Well sebenarnya jam 4 sudah terlambat masuk wisata ini karena sepeda teman se-tim bermasalah (bocor) sehingga harus menunggu.

Perjalanan dilanjutkan dengan menuruni bukit menuju lautan pasir. Lautan pasir sangat membuat sepeda berpacu agak pelan. Beban berat sepeda ditambah jalan yang tidak rata membuat kami berjalan ekstra hati hati dalam mengendarai sepeda. Pemilihan jalan yang benar dan konsentrasi tinggi sangat diperlukan untuk medan yang seperti ini meskipun kantuk dan lelah menerpa. Setelah 15 menit perjalanan baru masuk tanjakan menuju puncak untuk melihat sunrise. Tanjakan ini dinamakan penanjakan 1 karena memang tanjakan yang ada mencapai 60 derajat. Tanjakan ini membuat motor harus ditumpangi satu orang saja dan yang lain harus jalan kaki.

WP_001157

Setelah merasa tidak kuat akan hal ini, kami memutuskan untuk istirahat dan menunggu pagi di pertengahan jalan. Buruknya, sunrise tidak bisa dilihat akibat tebalnya kabut. Huh tidak apalah meski sunrise tidak terlihat namun pemandangannya nggak kalah keren kok. Tak lupa kopi hangat menemani dinginnya pagi di lereng gunung kala itu. Setelah puas berfoto ria perjalanan dilanjutkan menuju destinasi berikutnya.

Jam 6 am perjalanan dilanjutkan ke kawah bromo. Disini ditempuh menuju arah pulang sekitar 20 menit. Sepeda motor parkir dan kami langsung lari menuju puncak kawah. Disini terdapat banyak anak tangga dan kuda persewaan untuk mengantar para turis. Sayangnya karena kami mahasiswa kere maka kami memilih untuk jalan yang memang lebih bisa menikmati perjalanan. *alasan sih.

WP_001237

Dari ketinggian kawah, view yang bisa dilihat sangatlah beragam antara lain kawah belerang, pemandangan lautan pasir, pura, bukit bukit di sekitaran gunung bromo terlihat dengan jelas. Tak lupa juga gunung batok yang menampakkan bukit layaknya di acara Tv waktu kecil teletubis. Subhanallah keren dah pokoknya. Setelah berpuas diri menikmati alam saatnya istirahat menggelar tenda dan tidur sesaat saja tuk melepas lelah.

WP_001199WP_001251

9 am perjalanan pulang dimulai. Meskipun perjalanan pulang diwarnai dengan kempesnya ban 2 motor teman setim, tidak menyurutkan semangat kami semua. Malah semakin bersemangat mengendarai motor masing masing karena memang sedang kangen kampung halaman pengen cepet sampai rumah dan bertemu dengan orang tua sanak saudara dan kampung halaman yang memang menyimpan kisah masa lalu yang indah untuk diingat kembali.

WP_001224

Jam 11.30 am saya mampir di probolinggo untuk sholat jum’at sekalian makan dan istirahat sejenak tuk meneruskna perjalanan ke lumajang setelah itu. Well jam 4 sore saya sampai di rumah idaman. Kasur empuk rumah sudah menunggu pemiliknya nampaknya.

Alhamdulillah perjalanan yang indah meskipun dengan sedikit kendala.

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s