Tour de Pasrujambe

Tour de Pasrujambe

Yesterday, 8 February 2014, I went to Pasrujambe. Aku berniat untuk mengunjungi salah satu tempat wisata disana, Watu Lapis Waterfall. Air terjun Watu Lapis masih tergolong baru di kalangan wisatawan lokal. Memang masih baru ditemukan awal 2011 dan diresmikan oleh Bupati Lumajang pada tahun itu juga. Keindahan yang menawan membuat aku tertarik untuk mengunjunginya.

Dengan apa aku pergi kesana? Tentu saja sepeda united miami kesayanganku. Gowes melewati pegunungan, bukit, tanjakan, dan turunan serta tikungan tajam memberikan efek tersendiri bagi pecinta alam sepertiku. Gowes menyusuri jalan di desa-desa memang sangat menyenangkan. Trek menuju Pasrujambe cenderung datar di awal dan tanjakan intermediate di detik detik terakhir ku lahap dengan mudah. Superlow gear tak banyak kupergunakan karena tanjakannya hanya berkisar 10 hingga 30 derajat saja.

2.30 pm I went from my home, Tempeh Lor. Aku melewati galangan sawah pedesaan yang sangat sejuk. Apalagi sawah baru saja terguyur hujan. Titik-titik air di dahan pohon, ranting, serta padi milik warga membuat mata segar dan ingin berlama lama di tempat yang seperti ini. Otak pun menjadi refresh kembali. Berjalan menjauh dari persawahan kini memasuki gang kecil milik warga. Sempat bertemu dengan temanku. See this!

 WP_001591My Friend

Jalur utama menuju Pasrujambe sudah berada di depan mata. Kini jalan beraspal mulus dengan sedikit lubang kecil sudah aku lewati. Kemudian melintasi Pasar Pulo – Gesang. Jalan mulai sedikit bergelombang hingga Tumpeng. Disini tanjakan tak begitu berasa tetapi handling perlu diperhatikan untuk menjaga keseimbangan menuntaskan jalan yang bergelombang 20%. Pertigaan pasar Tumpeng menjadi awal jalanan menjanjak yang sedikit terasa di kaki berkisar antara 10 hingga 15 derajat. Sampai akhirnya bertemu plakat selamat datang di Desa Kertosono, Kecamatan Pasrujambe.

WP_001604
Plakat kertosari

Sepanjang perjalanan aku menemui banyak keramaian orang. Tak lain itu adalah orang yang melakaukan proses pernikahan. Kata orang tanggal tanggal ini pada sistem penanggalan jawa adalah saat saat baik untuk melangsungkan acara pernikahan yaitu ba’da maulid.

WP_001599
Nikahan
WP_001601
Nikahan lagi

Selama perjalanan pula aku menjumpai pemandangan sungai aliran lahar semeru yang besar, berbatu, berpasir, dan terdapat banyak penambang pasir. Pasir Lumajang memang terkenal sebagai produsen pasir terbaik di negeri ini. Sisa aktivitas vulkanik Semeru tak dapat dipungkiri menjadi sumber penghasilan sebagaian besar warga dipesisir sungai. Dam besar terlihat di arah timur sungai besar ini.

 WP_001597

Di kanan dan kiri jalan, aku menemui warga yang sedang bersuka cita menyambut musim panen. Mereka datang bergerombol, bergotong royong, dan saling membantu memanem padi. Mereka terlihat sangat menikmatinya. Meskipun uang tak seberapa, para buruh tani ini mengais rejeki tanpa banyak bicara. 10 hingga 20 ribu uang yang didapat dalam 1 hari panen. Itupun tak menentu. Iya kalau ada yang panen, kalau tidak? Mereka juga biasanya matun, mencabut rumput penghalang tumbuhnya padi.

Ada hal unik yang aku temui di ladang milik warga. Sekitar 10 Km dari rumah daerah desa Nguter terdapat rummah yang memelihara dan merawat tumbuhan langka satu ini. What is this?

WP_001600
Teratai di pinggir jalan

4 pm I was at Pasrujambe Market. Setelah berjalan kurang lebih satu jam, aku berada di pasar Pasrujammbe. Disini tertera jelas arah plakat jalan Air terjun Watu lapis 7 Km arah barat. Sebelum itu jangan lupa terdapat pertigaan lurus kearah Loji dan ke kanan arah pasar Pasrujambe. Nah disini tanjakan mulai bervariasi hingga maksimmal 30 derajat. Sungguh memacu adrenalin. Superlow gear sesekali aku pergunakan ketika tenaga telah terkuras habis akibat tanjakan yang bertubi tubi. Namun tanjakan disini masih bertoleransi ketika setelah tanjakan ada dataran, tak seperti halnya menuju Puncak B-29 yang tiada henti nanjak sampai habis.

WP_001615
Plakat jalan Pasar Pasrujambe
WP_001619
Plakat jalan menuju Loji kiri or Pasar Pasrujambe kanan

Tak begitu lama, 1 jam perjalanan aku telah sampai di Plakat selamat datang di Kawasan Wisata Air terjun Watu Lapis. Namun jam menunjukkan pukul 5 pm maka aku putuskan untuk pulang saja.

WP_001611

It better go home and try next time than go to our purpose but dead after this. – me

Perjalanan pulang diliputi dengan rintik gerimis hujan. Tak aku hiraukan aku terus melaju dengan berpegang erat pada rem tangan. Satu satunya alat yang bisa menyelamatkanku atas pertolongan Allah. Sesekali aku meilhat suka cita warga desa yang sedang berlatih volly ball. Menjadi hal biasa ketika di desa terdapat komunitas olahraga seperti ini. Tak heran jika meraka menang dan memiliki skil bermain olahraga yang handal. Komunitas kecil ini terlihat sangat ramai didominasi oleh ibu ibu, remaja dan bapak bapak. Mereka terlihat memiliki dunia tersendiri dan kesenangan yang terlihat di mata mereka begitu bersinar.

WP_001616

Salah satu club volly ball

WP_001612 The different one

Aku belajar bahwa setiap orang memiliki caranya sendiri untuk bahagia, be your self! – me

Kapanpun dan apapun nama perjalanannya tetap tak lupa sama ini :

WP_001622

Mushola untuk sholat Asyar

 6 pm aku sampai rumah dengan selamat.

Alhamdulillah, See you next trip.

 

Advertisements

3 thoughts on “Tour de Pasrujambe

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s