Pancasila : Tinggal kenangan

BeFunky_null_15.jpg

Wajah pancasila saat ini.

Tengah menangis karena banyak ditinggalkan oleh pemiliknya. Berbondong bondong negara ini digotong menuju liberalisme. Demokrasi menjadi suatu pesta yang umum ditelinga anak bangsa. Demokrasi sudah menjadi dasar negera ini mungkin. Perhelatan akbar, pemilu 2014, akan segera dimulai. Spanduk partai ditinggikan, bendera merah putih diturunkan, asas pancasila ditinggalkan, dan berdirilah asas demokrasi. Ini adalah awal kehancuran negeri ini.

Persatuan telah dinomor duakan untuk menjadi orang nomor satu di negeri ini dan untuk menjadi wakil rakyat yang secara otomatis bisa ”menikmati keringat rakyat”. Tendang sana tendang sini. Tak lihat mana saudara mana teman. Semua disingkirkan ketika menghalanginya. Alangkah jijiknya negeri ini, orang berlomba lomba mencuri uang orang lain. Tak sedikit pula. Terang terangan pula. Nggak malu juga udah ketangkap. Biyuh.

Generasi mudanya juga. Tuh tanya anak kampus, hafal nggak pancasila. Paling juga ada yang lupa. Anak sd, smp, dann sma juga. Tanya pancasila. Hafal bener. Tapi? Apa kenyataanya generasinya juga udah banyak bejat. Karena apa? Pancasila Cuma ada ketika upacara. Dan upacara bendera tiap senin itu hanya sekedar kebiasaan atau rutinitas belaka tapi tidak dimaknai secara mendalam dan tidak dimengerti serta tidak diaplikasikan di kehidupan sehari hari.

Semua ini menjadi renungan kita. Sudahkah kita lupa dasar negara ini? ahahaha

Advertisements

2 thoughts on “Pancasila : Tinggal kenangan

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s