Lantas, idealisme yang seperti apa lagi?

Lantas, idealisme yang seperti apa lagi?

Aku dedikasikan tulisan penutup malam ini untuk waktuku.

killing-timesumber foto : searchmarketingcommunications.com

Pembunuhan waktu malam ini begitu terasa bagiku. Detik demi detik kujalani demi memahami kehidupan yang aku hadapi tadi. Masih tertulis dengan jelas dalam otak teori tentang melihat diri sendiri dari sudut pandang orang lain dan sudut pandang mirror. Belum habis pula euforia kemarin dimana teori pertemanan sejati aku temukan disela sela aktivitas malam itu. Begitu bahagia diri ini melihat begitu banyak ilmu kehidupan, prinsip hidup, nilai yang tertanam di dalam aktivitas malam itu.

Huh, begitu terlenanya diriku melihat sisi positif yang didapatkan. Ucapan seorang pahlawan yang memang kagum terhadap diriku dan rela untuk hancur demi membelaku dihadapan ’musuh’ tak akan pernah terlupakan. Tekad yang kuat, tindakan yang ingin dicapai, misi semester depan, dan banyak lagi yang lain sudah tertata sejak saat detak jantung berdebar mendengar ucapan unpredictable itu. Rancangan masa depan telah terpatri dalam pikiranku kala itu hancur berkeping keping sontak ketika aku terbangun dari tipu daya mematikan itu. Tipu daya yang seperti apa?

Idealisme. Yup idealisme yang terdapat di dalam jiwaku tak aakan tergantikan hanya karena sekelumit kesenangan menipu. Ah rasanya aku sudah tak bisa berpikir jernih lagi ketika idealisme itu muncul. Memang selalu panggilan jiwa untuk memperbaiki diri akan datang di saat jalan yang aku tempuh melenceng dari tujuan idealku. Idealisme tentang penjara waktu. Edge of the time. Batas yang tak boleh aku lewati. Batas waktu. Akibat terlena akan kebermanfaatan yang sebenarnya bisa didapatkan selain dengan cara pembunuhan waktu yang kejam ini membuat aku lupa batas waktu itu. Alhasil kacau. Bukan kebermanfaatan itu yang aku dapat, tapi malah sebaliknya.

Demi waktu, Sang Pencipta tak menciptakan ruang dan waktu ini dengan tanpa maksud. Dan dengan demikian bangkitlah idealismeku yang dulu dengan tetap mengedepankan sikap balas budi, menghargai, dan toleransi sewajarnya! Bangkitlah kesempurnaan tujuan, harapan, dan cita-cita yang semakin lama semakin menuju Sang Pemilik Kesempurnaan itu. Idealisme melawan pembunuhan waktu yang keji itu.

Semangat menuju perubahan di tahun 2014 ini.

Good morning everybody.

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s