#4 Coba lihat perspektif orang lain

#4 Coba lihat perspektif orang lain

perspektifSumber Gambar : architectural-drawings.blogspot.com

Kita sebagai manusia memang tidak dapat dipungkiri pasti pernah melakukan kesalahan. Kesalahan itu sebenarnya akan bernilai baik ketika kita sadar dan memperbaikinya. Dan akan bernilai buruk ketika kita tidak sadar dan tetap melakukannya. Ingatlah ini ”Disaat kita tahu kesalahan maka sebenarnya kita telah menemukan kebenaran”.

Mementingkan diri sendiri merupakan salah satu kesalahan fatal dari seseorang. Ciri ciri orang yang memiliki sifat demikian adalah lebih cenderung mudah terbakar amarah, emosi, egoisme. Seseorang yang seperti ini biasanya tidak menghargai orang lain, meremehkan orang lain, dan mencela seenaknya  sendiri tanpa mengindahkan perasaan orang lain.

Tanpa disadari orang yang egois seperti ini masih banyak berada ditengah tengah kita atau bahkan kita sendiri punya sifat itu. Memang kita biasanya paling tidak suka jika kita dianggap memiliki kelemahan ini dan itu, dikritik pedas orang lain. Tapi saat ini, cobalah anda terbuka pada diri sendiri. Cobalah buka pikiran (open mind) terhadap apa yang positif disini. Belajar menginstopeksi diri dengan teliti apakah kita sudah terbebas dari sifat buruk itu.

Oke deh kita masuk teorinya. Sedikit bercerita tentang asal muasal teori ini. Sebenarnya sudah umum tapi aku menemukannya disela sela kegiatanku kemarin.

”Aku menjadi salah satu anggota organisasi. Pucuk pimpinan organisasi sedang berpidato di depan ruangan. Karena sudah malam dan capek, banyak anggota yang tidak memperhatikannya. Anggota forum cenderung acuh tak acuh dan punya keributan sendiri sendiri. Oke kalau jadi anggota fine aja. Tapi bagi pimpinan yang berpidato mungkin merasa sakit hati karena tidak dihargai anggotanya.”

Secara umum, ketika kita ingin melihat tindakan kita benar atau salah, cobalah jadilah orang lain dan rasakan ketika kita melakukan sesuatu apa efeknya terhadap orang lain itu. Dengan demikian, kita akan tahu dan mengerti tindakan kita seperti apa, sifat kita seperti apa, dan tabiat kita seperti apa. Kalau kita telah merasakan jadi orang lain yang kita cela, atau tidak kita hargai maka secara otomatis hati nurani kita terketuk untuk mengurangi kesalahan fatal yang membuat tersinggung orang lain.

Menjaga perasaan orang lain akan membuat orang lain nyaman bersama kita. Itulah sejatinya teori sukses dalam berkerumun di masyarakat nantinya.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s