Nekat Traveller: Sebuah Perjalanan Menuju ”Surganya Lumajang”

Nekat Traveller: Sebuah Perjalanan Menuju ”Surganya Lumajang”
Perjalanan tergila yang pernah aku lakukan. Touring ini benar benar tak terlintas dipikiranku sedikitpun tentang akibatnya. Betapa tidak kami berenam, aku, lilo, ucup, riski, ibab dan mbah, akan melangsungkan pendakian ke gunung semeru via ranupane jalur Senduro, Lumajang. Kami yang notabene tak pernah hiking dan trekking seperti ini akan kesana tanpa membawa modal apapun.
Well hari itu tiba, tepat tanggal 11 oktober 2013 mungkin aku udah lupa soalnya heheh, kami berangkat menuju lumajang. Kami hanya berbekal kenekadan saja dalam perjalanan ini. Kami ingin sekali menikmati suasana surga gunung semeru itu, ranu kumbolo. Keinginan itu yang kemudian menjadi motivasi terbesar kami untuk tetap membulatkan tekad touring kesana.

WP_000647
Tim Pendaki Abal-Abal

Senter 2, tenda 2 dome untuk 2 orang, 1 terpal, 1 panci, 2 botol air per orang, dan 2 mie per orang adalah beberapa barang yang kami masukkan pada tas kuliah kami. Kami tak ada carrier, tak membawa sumber perapian untuk memasak, tak membawa raincoat, tak membawa penerangan yang cukup, dan tak membawa logistik yang cukup.
4 jam perjalanan malam itu kami habiskan di jalur surabaya-lumajang yang melelahkan. Kami sampai pukul 2 pagi dan bermalam di salah satu temanku yang aku ajak naik juga. Malam hari kita habiskan untuk istirahat dan mengisi tenanga. Jam 9 pagi bangun dan bersiap makan dan kerumahku sebentar untuk membawa perbekalan. Jam 1 siang berangkat ke ranu pane dan dan sampai pukul 3 sore. Hari itu berjalan cepat.

WP_000669
Menuju Ranu Pane via Senduro

Sampai disana aku kaget, ternyata susah untuk mengurus administrasi naik gunung itu. Lebih susah daripada nyari beasiswa kayaknya. Hahah. Pas itu kami tak ada yang membawa surat kesehatan. Akhirnya kami nekad tidak mau membayar. Jantungku berdegub kencang ketika salah sati petugas memanggilku dan menyekapku di dalam kantor karena ulah nekad kami. Huh katanya malu maluin lumajang aja nggak tau syarat2 naik gunung semeru. Hahah emang pertama kali naik sih. Kami sedikit tercengang dengan syarat yang harus dibawa saat naik gunung banyak kali ya. Tapi kami isi sedikit karena nggak ada yang punya.

WP_000644

Singkat cerita aku jam 5 trekking dan sampai pos 1 jam 7. Ah untung kami dibekali makanan berat. Andai tak membawa mungkin kami akan mati kelaparan karena selain tak membawa kompor kami juga tak melihat warung buka pas di ranu pane. Huh gila. Benar benar gila disana juga sulit mencari kayu. Andai ada kayupun dan api bisa menyala kita hanya bisa makan mie saja. Kami tak bisa memasak nasi dan tidak membawanya. Belum lagi logistik per orang kami Cuma mie 2 saja kalau dimakan sekarang pagi kita pasti tak makan.
5 jam kami berjalan tanpa penerangan yang cukup. 2 senter untuk orang 7. Kami hanya mengandalkan tenang bulan yang memang pada saat itu purnama. Alhamdulillah. Tapi kami jalan pelan penuh hati hati karena kami takut masuk jurang. Tak terbayang sebelumnya harus jalan seperti ini malam, tanpa penerangan, terpeleset dan jatuh tersandung sudah menjadi langkah demi langkah kami. Sesampainya di ranu kumbolo jam 10 malam. Semua tenda disana sudah terlihat berdiri tegak. Kami baru datang.
Kami yang kelelahan harus segera mendirikan tenda dan segera istirahat untuk menikmati ranu kumbolo di pagi hari. Kami bukannya mendirikan tenda besar dome. Kami mendirikan tenda terpal sisa bungkus mesin pertanian yang aku temukan milik orang di dekat rumah. Kami tak punya pilihan lain karena memang tak ada tenda lagi. Untung aku punya inisiatif membawa tali. Padahal diawal aku sempat terpikir hanya menghubungkan tenda dome dengan terpal saja. Dan rupanya itu tidak mungkin dilakukan. Akhirnya tenda terpal ini tegak berdiri tanpa pintu. Pasaknya pun dari tenda domeku. Gila, tak membayanngkan aku tidur di ranu kumbolo tanpa tenda yang rapat. Angin malam dan dinginnya hawa ranu kumbolo pasti menusuk tulang. Aku tak akan pernah membayangkan ketika hujan turun. Kami bisa saja mati kedinginan karena tenda kami tak ada yang tahan air dan tenda terpal tanpa alas itu. Aku sendiri tidur di tenda dome milikku bersama temanku, anggi.
Pagi hari di ranu kumbolo untuk pertama kali disambut bahagia dengan muculnya mentari di ufuk timur arah tebing.

WP_000608

Sayangnya kami tak bisa menikmati sunrise itu karena tak ada yang bangun. Kecapekan. Kegilaan kami selanjutnya adalah tentang cara memasak. Kami sudah bilang tadi kami tak bawa nasi dan kompor. Pikirku disana banyak kayu. Kita bakar api unggun saja malam hari dan menghangatkan diri sekaligus untuk masak. Namun apa daya perkiraanku meleset. Disana tak ada kayu. Kami yang mulai kehilangan akal sehat akibat fokus pikiran kita pada perut yang kelaparan. Ya aku sangat bersyukur tak lupa membawa pisau besar. Aku sempat lupa untuk membawanya. Tak ada kayu, kami tak kehabisan akal, kami mencari semak belukar yang kering dan kulit kayu yang sudah tua. Gila. Aku benar gila kala itu. Tak berpikir kalau seandainya kayu dan semaknya basah gimana? Bisa ndak makan pagi dan kelaparan dijalan pulang. Biyuh2 memang benar-benar perjuangan berat kami harus lalui.

WP_000606

Kami tak lupa mengambil gambar dan segera pulang karena keesokan harinya harus kuliah lagi. hahah 5 jam turun ke ranu pane dengan keadaan tidak fit dan masih harus mengendarai motor hingga lumajang sekitar 60 Km jalan rusak full. Dan jam 9 malam harus berkendara ke surabaya.

WP_000635

Tak terpikir lelahnya kala itu seberapa, tak terpikir akibat terburuknya apa, tak terpikir jalur tempuh jauh dan rusaknya, tapi kami bisa melakukannya karena apa? Karena Allah mengijinkan kami kesana dengan segala keberuntungan yang kami peroleh dan dengan doa orang tua kami. Terima Kasih Allah SWT. – Me

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s