Jalan yang berliku

Explorer itu tak selalu mudah

Bermula pada suatu waktu menuju secret place in lumajang. Dari yang tak acuh menjadi acuh. Dari yang tidak peduli menjadi peduli. Hari itu telah mengubah diriku 180 derajat menuju pendewasaan hidup dengan sistem kaderisasi alam. Ya aku menyebutnya kaderisasi alam karena memang dialah jembatannya. Dia penjembatanku untuk bisa mengerti alam, ciptaan Allah.

Hari itu aku menjadi seorang backpacker. Ah tapi sepertinya belum saatnya aku bilang seperti itu karena jiwa ini terasa masih sangat muda dalam dunia backpacking. Lambat laun ku jalani hidup sebagai penikmat alam membawaku kesebuah pemikiran bahwa paling tidak apa yang aku lakukan di bumi tak membuat bumi semakin rusak. Tentu itu sebuah prinsip bagi setiap orang untuk tidak menimbulkan kerugian bagi siapapun disetiap tindakannya.

Seiring berjalannya waktu, pola pikir mengalihkanku pada suatu pemikiran bahwa hal yang paling berkesan adalah turut andil dalam proses perkembangan suatu proses dan menjadi sisi baik dari proses itu. Terlihat rumit memang. Aku terlibat dalam aksi pengembangan dunia wisata di kampung halamanku. Sungguh bukan kepalang, muncul ide muslim backpacker sebagai frase kata yang bisa mengingatkan penikmat alam senantiasa bersyukur dan tahu kewajiban sesungguhnya bagi umat manusia di bumi yang Allah amanahkan ini.

Ya semakin lama, tagline itu semakin terealisasi dalam bentuk aksi nyata. Bukankah perbuatanlah yang menentukan kebenaran pemikiran seseorang? Dari itu aku tahu. Aku tak boleh hanya berpikir dalam mengenai segala bekal yang harus dibawa ketika merambah ke dunia rimba. Aku butuh yang namanya tindakan. Tindakanlah yang merepresentasikan niatanku ini. Sempat juga tercetus lumajang explorer yang merupakan label bagiku untuk mengekplorasi lebih dalam wisata lumajang, terutama alamnya.

Namun, kenyataan berkata lain. Hal yang paling aku dambakan adalah kenyamanan dalam menyusuri setiap wisata alam lumajang. Tapi apa daya, tangan tak sampai. Banyak tantangan menghadang seolah ombak laut yang teredam oleh karang. Yang inilah, yang itulah. Serba rumit. Tak semudah yang dibayangkan. Mungkin benar juga. Terkadang kita menemui kendala disana dan sini. Tapi, tantangan itulah yang akan menjadi hal yang membuat perjalanan semakin berwarna. Tanpa hambatan, dunia akan terasa mulus dan membosankan. Ya kan?

Semoga dapat menjadi renungan

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s