#24 Tak peduli apa kata orang lain dalam hal ibadah

Kenangan di puncak lawu kala itu masih menyisakan bekas dalam memori ingatanku. Aku berniat memukuli diri dengan ambisi keislaman dan agenda kembali kejalan/niatan yang benar. Aku juga yang akan menjadi yang pertama memperbaiki niat ibadah pada Allah dan memurnikannya lagi bersama seleksi kaderisasi alam yang ada di rimbanya hutan pegunungan lawu.

Ya dalam misi menuju puncak lawu. Diam diam aku menyisipkan agenda perbaikan niat. Yang semula hanya untuk hura hura dan pameran foto di media sosial. Kini aku mendapati diriku dengan niatan yang baru yang tentu saja lebih baik dari yang sia sia itu.

Mendaki gunung memang aktivitas ekstrim. Kadang harus bermalam disana. Kadang juga harus berjalan, merangkak, dan mencapai puncak. Semua itu membuat kita berpikir ulang. Sebenarnya mendaki gunung itu niatnya apa sih? Banyak jawaban yang aku dapati dari seorang muslim adalah mendekatkan diri pada penciptanya. Tapi sudah tahu belum aturan sholat, jama’, qosor, qodo’, tayamum, dan bersuci tanpa air. Mungkin kebanyakan banyak yang belum tahu itu. Apakah niatan awal bisa dibenarkan jika tata caranya saja sudah tak tahu apalagi mau melaksanakan?

Disana, dalam perjalanan ke puncak lawu. Aku selalu bertasbih pada Allah. Mengingatnya setiap langkah kaki dan hembusan nafas yang terengah engah. Aku perhatikan benar tata cara bersuci menghilangkan najis, hadast besar maupun kecil. Aku perjuanngkan sungguh ketepatan waktu sholat. Semua itu agar bisa dijadikan tolak ukur seberapa syukur aku terhadap nikmat indahnya alam dan sehat badan jiwa dan raga ini.

Agenda itu terlaksana meskipun ada miss di salah satu tempat karena memang tak dimungkinkan. Dan sekarang aku merasakan benar hasilnya. Aku merasakan tak lagi beribadah karena dilihat atau orang lain lakukan. Aku cuek terhadap itu. Aku tetap bertekad beribadah karena Allah tanpa peduli apa kata orang. Aku tak peduli dicerca orang. Yang penting aku bisa beribadah dengan nyaman dan istiqomah tanpa peduli apa kata orang. Yang penting aku beribadah. Ntah orang mau niru aku, ntah orang mau mencercaku, ntah orang membenciku, yang penting aku bisa hepi dengan ibadah yang aku lakukan.

Semangat berdakwa dalam segala kondisi apapun.

Memberi contoh yang baik adalah salah satu cara paling ampuh mempengaruhi orang lain. – Me

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s