#25 Mata kuliah kehidupan

Pagi itu, semangat kuliah terpaku erat di kepalaku. Setelah minggu UTS telah habis dan setelah minggu kehancuran itu usai. Titik balik hari senin itu menjadi sangat istimewa bagiku.

Matakuliah termodinamika membuka hari perkuliahan pertama di jam pertama setelah minggu UTS. Kala itu aku semangat belajar. Aku bertekad mengejar teman temanku yang sudah berada jauh didepan. Aku berniat menyalip mereka ketika aku sudah tertinggal jauh akibat kelengahanku yang disengaja ini.

Sampai saat ini aku masih dibutakan oleh tekad gila untuk menguasai semua aspek kehidupan yang kuciptakan sendiri. – me

Dan ini adalah salah satu hal yang aku targetkan tercapai di semester ini. Membuktikan ulang kehebatanku agar orang tak lagi meremehkan kemampuan akademikku.

Ceritanya dulu aku pernah menjadi nomor satu di angkatan. Dan akhirnya aku banyak dijadikan rujukan. Banyak orang mendekatiku hanya untuk tahu cara belajarku. Dan banyak dari mereka mendapati aku tak pernah belajar. Memang itu kenyataannya. Mereka keheranan dengan kecerdasan yang aku miliki. Ya mungkin gara-gara mereka banyak memintaku untuk mengajarinya sesuatu tentang perkuliahan. Padahal aku tidak bisa. Dikira aku pelit tak mau berbagi ilmu. Padahal aku memang tak mengerti. Dan mereka mulai mencerca dan mengejekku. Padahal mereka minta bantuan dariku. Itu yang menyebabkan aku tak lagi ingin nomer satu lagi. sudah bukan saatnya ambisi terhadap nilai akademik lagi nih. Dan sekarang memang benar, mereka menjauhiku karena aku sudah tak sama lagi dengan mereka yang belajar tak mengenal lelah.

Dan kini saatnya aku akan memberikan kejutan pada mereka yang meremehkanku saat ini. Dan akan kubuktikan kalo aku tak seperti yang kalian kira.

Saat perkuliahan termo, terdapat sesi perbaikan nilai uts dengan mengerjakan ulang soal utsnya karena memang nilai uts satu kelas tak ada yang baik. Tentu saja nilaiku tak terselamatkan dari musibah itu. Aku Cuma dapat 20. Tapi aku sangat bangga karena itu hasilku sendiri dan memang segitu kemampuanku saat itu. Dan si dosen bilang disesi terakhir perkuliahan.

Kuliah itu bukan soal ip (indeks prestasi). Kuliah juga bukan soal melamar pekerjaan. Bukan juga soal mencari uang nantinya. Ip bukanlah satu satunya tolak ukur keberhasilan mahasiswa kelak. Nasiblah yang menentukan. Tak jarang yang nilai ip Cuma pas pasan tapi sukses. Dan tak jarang pula yang pandai tapi nantinya hanya jadi yang biasa saja. Sekali lagi ada banyak hal penentu keberhasilan seseorang misalnya organisasi, kepemimpinan dan softwere serta kemampuan yang lain. – Diah Susanti

Sontak mendengar kata kata itu aku bersemangat lagi kuliah. Darah segar muncul ke permukaan. Udara berhembus membawa angin kebangkitan. Bangkit dari keterpurukan akademik yang menimpa. Ingat orang tua yang sudah membiayaiku sampai detik ini.

Dan aku berpikir tentang prinsip keberhasilan menurutku. Kuncinya hanyalah pada go ahead. Selama kita bisa mencirikan kita sebagai pribadi yang khas dengan kekurangan dan kelebihan tertentu maka kita akan bisa sukses dengan cara apapun. – me

Namun semua itu nista terwujud tanpa usaha, doa, dan tawakkal pada Allah.

Semoga Bermanfaat.

Advertisements

2 thoughts on “#25 Mata kuliah kehidupan

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s