#28 Garis Pembatas

Setiap sesuatu yang dapat diukur pasti ada batasnya. Begitu juga perjalanan petualanganku. Aku tak bermaksud untuk mengekang diriku untuk berkreasi sebebas bebasnya. Aku hanya ingin aku memiliki koridor dalam melakukan sesuatu agar tak terjerumus pada hal yang berlebihan.

Garis pembatas itu tak nyata. Garis itu hanya imajinasi akan suatu hal yang bila di lampaui akan berakibat fatal.

Pembatasan petualanganku adalah mengenai niatan itu sendiri. Ketika perjalanan hidup sudah melenceng dari niat awal maka sudah seharusnya itu ditinggalkan.

Manusia diciptakan dimuka bumi sebagai khalifah agar beribadah pada Allah semata. (Al-Qur’an)

Sehingga ketika suatu apapun yang aku lakukan tak boleh untuk keperluan atau niatan lain selain beribadah pada Allah. Semua tujuan harus bermuara pada hakikat penciptaan yang sebenarnya. Itu.

Semoga bermanfaat

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s