Travelling dalam Memaknai Perjalanan Hidup

Travelling dalam Memaknai Perjalanan Hidup

Aku punya hobi keren. Namanya travelling. Hobi yang langsung terlihat ‘nyentrik’ di mata orang. Malah, terkesan menghambur-hamburkan uang untuk mendapatkan kesenangan sesaat saja. Ya boleh dibilang gitu. Tapi dibalik itu semua, ada tujuan yang mulia dan visioner. Apa sih hal yang akan kalian dapet ketika travelling itu?

Dulu, aku memang hanya dapet foto, pengalaman, dan kesenangan sesaat. Aku berpergian kesana, ke tempat wisata, ke surga dunia, keindahan alam yang tiada dua. Aku selalu membawa kamera. Memotret semua yang ada. Kujadian kenangan dalam untaian tulisan tulisan yang tak berujung. Ku upload dalam media sosial. Ku posting dalam bentuk artikel di blog. Terbesit keinginan untuk menerbitkan buku, majalah, dan artikel tentang travelling dan catatan perjalananku. Benar. Aku hanya dapat kelegaan saja. Aku puas ketika telah melakukan itu semua. Benar benar merupakan kebanggaan tersendiri yang bisa dipamerkan kesana kemari.

Dan aku sadari itu masa kelamku. Aku tak tahu arah dan hanya melakukan hobi tanpa tujuan yang jelas. Sungguh nista dan hina pekerjaan yang tak ada niat yang jelas. Aku menyesalinya. Huh.

Kini aku mengubah mindset. Aku robak ulang trip wisataku kedepannya. Dan dalam masa peralihan itu aku galau memikirkan semuanya, termasuk teknis melakukan dan menjalankan tujuanku.

Sebenarnya latar belakang aku menemukan kesesatan ini adalah ketika aku mencapai titik jenuh dalam perjalanan travellingku. Entah pikiranku kalut. Tak ada kesenangan sedikitpun yang aku dapatkan ketika berwisata. Dan sampai suatu ketika aku terpikir untuk memperbaiki niatku di perjalanan terakhirku kemarin. Aku menemukan inspirasi yang tak biasa. Memurnikan tujuan travelling. Di puncak lawu aku mendapati makna sebuah perjalanan.

Ditambah lagi aku diyakinkan oleh buku pedomanku. Buku yang menjadi inspirasiku selama ini. baru aku beli 2 minggu yang lalu. Buku milik pengembara dan pengelana yang dilahirkan di tanah yang sama denganku. Tanah Lumajang. Bukunya berjudul Titik Nol karya Agustinus Wibowo yang banyak mengisahkan pemaknaan sebenarnya dalam sebuah perjalanan hidup.

Kini aku sadar betul bahwa setiap perjalanan hidupku ini memiliki arti penting. Masa lalu yang terus aku lukis adalah sebagai gambaran apa yang aku lakukan sekarang. Ntah akan menjadi penyesalan atau sebuah kenangan mengagumkan. Masa lalu itu terus terpatri dan terus membayangi kita kemanapun kita pergi. Pengalaman hidup memang tak bisa dirubah. Kita hanya bisa mengubah masa kini. Masa dimana kita sekarang berada dan di waktu ini. Oleh karenanya, kendalikan waktumu sekarang, kendalikan apa yang kamu lakukan dan ukir sejarah yang indah untuk dikenang.

Sampai suatu kata mengakhiri jalannya pemikiran dalamku mengarungi impulls dan dendrit dalam otakku yang selalu dialiri listrik.

Masa lalu adalah penyesalan, masa depan adalah ketakutan.

Dan masa depan memang merupakan ketakutan yang nyata bagi siapa saja yang memikirkannya. Ketakutan akan terjerumusnya diri ini kedalam kesuraman hidup, keburukan nasib dan kesialan melakukan sesuatu. Terlebih bagi muslim yang meyakini adanya hari akhir, alam barzah, dan padang mahsyar yang ceritanya sangat menyeramkan itu. Disana kita hanya berbekal perbuatan yang selama ini kita lakukan di dunia.

Ya perjalanan menyusuri daratan, mengarungi samudra, menembus batas cakrawala bukan hanya untuk kesenangan sesaat tentang pamer kenangan, tulisan, dan foto perjalanan saja. Lebih dari itu,

Semua perjalanan hidup merupakan pemaknaan terdalam mengenai arti hidup menyusuri ruang dan waktu kehidupan.

Semoga memberi inspirasi. Salam traveller sejati.

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s