Dosenku: Aku Iba

Dosenku: Aku Iba

Kuliah sungguh kejam. Mahasiswa tega menyunat dosennnya satu persatu. Pengajar yang selama ini juga menjabat sebagai pendidik memberikan ilmu di area kampus, dihina tanpa merasa bersalah sedikitpun.

Dosen. Aku iba padamu. Betapa sulit perjuanganmu. Meninggalkan anak, keluarga dirumah untuk mengurus kami. Para mahasiswa yang tak tau diri ini. Hanya karena kau telat sedikit saja, kami marah marah tak jelas. Hanya karena kau membuat kelas pengganti di hari libur, kami cela kamu sebagai dosen tak tahu diri, tak pernah mahasiswa apa. Hanya karena kau cancel kuliahmu mendadak, kuliah pengganti di hari libur tidak jadi padahal kami sudah mengorbankan banyak waktu untuk datang eh ternyata nggak jadi, kami cap kamu sebagai dosen yang menyulitkan kami, marah besar, misuh sana sini, semua ku tujukan padamu, tanpa tahu sebab dosen menggagalkan kelas kala itu. Kami seolah tak mau tahu, dan kenyataannya memang kami tak mau tahu alasanmu. Padahal jika ditelaah lagi, kamu pun tak mungkin cancel kuliah gara gara alasan yang sepele yang membuat enakmu sendiri seperti kami membohongimu dengan alasan bullshit seperti acara keluarga padahal Cuma ingin pulkamp saja, titip absen dan bermalas malasan di kos, tidur, sakit perut yang pada kenyataannya kami ketiduran habis begadang dari warkop nobar liga champion. Coba lah instropeksi dirimu sendiri sebelum kamu cap orang lain seperti apa. Aku yakin kamu pasti punya alasan yang memang tak bisa dihindari. Kamu tak bisa meninggalkannya sehingga terpaksa cancel kuliah. Padahal aku tahu hatimu pasti berharap bisa segera memberikan materi dan kuliah.

Ada lagi, fenomena di kampus, yang aku sangat miris, aku tak tega untuk menuliskan. Tapi mau tak mau aku harus tulis apa adanya, agar mata kalian semua terbuka lebar lebar. Kalau perlu terbelalak.

Dosen tak bisa ngajar dengan baik diejek bodoh, tak bisa mengajar, kuliah jauh di luar negeri disuruh mengisi mata kuliah dasar saja tak bisa, dasar ngapain aja kuliah dulu pak bu. Diejek bulan bulanan tanpa henti dah. Yang bikin males kuliah lah. Metode ngajarnya buruk, yang bikin mahasiswa tak mengerti apapun yang disampaikan. Bahkan adapula dosen yang tak tahu, tak mengerti, tak paham apa yang akan dia sampaikan. Ditanya mahasiswa kritis, gimana kalau gini, jawabnya cari sendiri saya tak tahu, nanti dulu tak pikir, minggu depan tak jawab, itu juga saya yang ingin tanyakan. Selalu salting, dan bingung ketika ada mahasiswa tanya aneh aneh, takut tak bisa jawab. Sudah kelihatan sekali tidak paham benar matakuliah yang disampaikan. Nah mahasiswa tak mau tahu background dosen tersebut, menghina, menghina, menghina tiada henti. Ada yang dibilang masih muda sudah menyulitkan, mak lampir, ada yang memanggil mami, ada yang meremehkan ilmunya, metode pengajaran yang tak efektif, mbahmu, mbahku, bapakmu itu. Padahal coba mengertilah wahai mahasiswa yang katanya generasi emas penerus bangsa era milenium ini, mereka dosen, tak mungkin mereka mengisi mata kuliah tanpa ingin mengerti ilmunya, meskipun mereka tak bisa, mereka sejatinya sudah berusaha sebaik mungkin untuk bisa, mereka juga berpikir, tanggung jawa mereka sebagai agen pemberi ilmu, bagaimana kalau tak bisa ilmunya. Ayo sedikitlah mengerti, mereka pasti menyisihkan waktu sejenak, tinggalkan administrasi kampus, proyek proyek mereka, berkumpul dengan keluarga, dan mengurangi istirahatnya hanya untuk mempelajari apa yang akan mereka sampaikan esok hari. Dan tahukah kenapa kok bisa samapai seperti ini, karena kita masih kekurangan dosen. Jadi mau tidak mau, bisa tidak bisa, dosen yang ditunjuk maka harus mengisi mata kuliah tersebut karena tidak ada pilihan lain. Siapa lagi yang ngajar.

Ada lagi yang metode ngajarnya asal asalan. Asal masuk saja, absen terus dosen ada kepentingan harus keluar. Ngajar tak lebih dari 10-30 menit padahal 3 sks. Sungguh nista dosen seperti ini. Di sisi lain, mahasiswa tentu saja dilema. Ada perasaan suka tak ada kuliah, tapi kalau terus terusan seperti ini apa ilmu yang didapat selama kuliah disini. Kami hina kamu habis habisan. Yang tak punya ilmu lah, menggunjing sana sini, tak respect sedikitpun dengannya, tak peduli bahkan meremehkannya, tak masuk kuliahpun jadi langganan, cukup ada kuis saja masuknya, tak mendengarkan apa yang diajarkan karena sudah terlanjur bad mood dengan dosen satu ini. Jangan. Mahasiswa macam apa kami ini, apa tak tahu apa maksud dosen berprilaku seperti itu. Dosen punya cara ajar beda, metode beda, itu semua demi kita, agar kita mengerti, paham, dapat ilmu, sukses nantinya setelah lulus dari sini. Pernahkah kita berpikir demikian? Cari hikmah bukan cari kesalahan. Mengoreknya hingga panas terkelupas semua kesalahannya. Hingga telanjang bugil tanpa kebaikan sedikitpun. Hanya aiblah yang diumbar.

Padahal mereka juga manusia. Manusia biasa yang memiliki perasaan. Sakit bahagia senang duka. Mereka juga merasakannya. Mereka akan sakit hati bila dihina, dicemooh, diumbar aibnya. Semua orang juga seperti itu. Cobalah mengerti mereka. Tempatkan diri kita ketika menjadi mereka. Ketika ada orang yang berbaik hati di depan kita dan kita menganggapnya teman baik, ternyata dibelakan menusuk dengan hinaan, cemoohan, dan ejekan yang tak semuanya benar. Bagaimana rasanya? Sakit? Pastilah. Manusia tiada yang sempurna. Dari ketidaksempurnaan itu kita dituntut untuk menerimanya. Legowo. Ikhlaskan itu sebagai bagian dari hidup.

Aku yakin, disetiap lantunan doa dosenku pasti menyelipkan kata sukses untuk kami mahasiswa tak tahu diri ini.

Maafkah kami, dosenku. Kami tak bermaksud menjadi pedang yang menusukmu dari belakang, hanya mata kami saja yang masih belum terbuka, mata hati kita masih tertutup awan hitam kelam berprasangka buruk, hati kita masih dikeraskan oleh rasa egois yang tinggi, tak peka, dan tak lihat hikmah dibalik itu, apa dan kenapa seperti ini.

Dari mahasiswa brengsek

Untuk dosen yang berhati mulia.

Ini ceritaku, bagaimana dengan kamu dan kampusmu? Sudahkah di jalan yang lurus?

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s