Hidup di Dunia Lain

Hidup di Dunia Lain

Nah, salah satu kelemahan yang juga jadi kelebihan dariku adalah hidup di dunia lain. Wah bukan yang di dunia lain yang ada di TV itu.

Hidup di dunia lain dalam bahasaku ini berarti aku hidup di ruang dan waktu yang nyata, tetapi pikiranku bukan ada di titik tersebut tetapi melayang layang menyusuri dendrit, neuron, alur, dan ruang bawah sadar yang berbeda. Meskipun aku sedang duduk di taman, aku memandangi taman, tapi sebenarnya aku tak berpikir betapa indah taman ini, banyak bunga warna warni, warna hijau yang menyejukkan, tetapi jauh dari itu aku berpikir kedepan, menyusuri masa depan, merancang langkah strategis, dan hal lain yang tak ada hubungannya sedikitpun dengan kedudukan ruang waktuku saat itu.

Aku menyebutnya kelemahan karena itu membuatku tak fokus. Aku tak dekat dengan sekitarku. Aku dijauhi temanku, karena meskipun aku sedang ngobrol dengan mereka, aku tak menikmatinya. Aku berpikir beda. Aku memaksakan kehendakku agar lawan bicaraku mendengarkan apa yang aku pikirkan. Ada yang menerima adapula yang menolak keras. Kadang aku tak peduli dengan lingkungan sekitarku. Ya biarlah orang sekitarku hidup entah jatuh atau sedang gagah berdiri. Aku punya hidup dengan caraku sendiri.

Aku anggap ini sebuah kelebihan karena aku lebih siap. Aku go ahead. Aku melakukan semua di luar dengan baik. Hasil yang maksimal karena aku fokus pada satu hal yang aku pikirkan itu. Oleh karenanya aku sangat suka menyebutku pemikir yang dalam. Ya itulah aku. Aku layaknya hidup di dunia maya. Aku lebih enjoy mencari teman baru nan jauh disana daripada menjalin hubungan baik dengan teman di sekitarku.

Entahlah. Darimana aku dapat prinsip hidup seperti ini. mungkin karena aku terlalu memegang teguh antimainstream, be different, and go ahead menjadikan aku berpikir seperti ini.

Sebenarnya aku juga tak begitu enjoy dengan ini. aku berusaha menciptakan semboyan baru yang lebih mengena dan tak banyak kerugiannya. Mottonya adalah hidup di masa ini, bukan masa depan yang hannya ada kekhawatiran terhadapnya ataupun masa lalu yang hanya ada penyesalan terhadapnya.

So, Hiduplah di masa kini.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s