Antrukan, Pesona Air Terjun Tersembunyi di Lumajang

Unidentified wonderful place in Lumajang City.

Antrukan, begitulah warga sekitar menyebutnya. Tak ada nama yang jelas bagi kedua air terjun indah yang berada di barat laut Kabupaten Lumajang ini. Antrukan dalam bahasa asli Lumajang berarti air terjun. Nama tidaklah terlalu penting, pesona alam yang ditawarkanlah yang terpenting.

WP_003205
Full face of Water Fall, Antrukan

Tetapi, jangan kegirangan dulu melihat foto diatas, semua kenikmatan dan keindahan yang ditawarkan tentu tidak gratis, harus dibayar mahal dengan segala tantangan selama perjalanan menuju Antrukan. Perlu jiwa petualang yang kuat untuk mendapati keindahan yang maksimal tepat di bawah antrukan.

Untuk mencapai antrukan harus melewati jalan desa yang aspalnnya sudah mulai mengelupas. Kemudian sampai di desa terdekat dari antrukan, anda masih harus berjalan kaki sejauh 1.5 Km. Jalan sempit dan jalan yang kabur oleh rerumputan menjadikan rasa was was tersendiri. Tak ada tanda jalan disini. Jangan coba coba kesana sendiri tanpa tahu benar aksesnya karena tersesat mengintai setiap langkah kaki! Perhatikan kisahku tersesat di jalan menuju antrukan yang satu ini.

Mulanya mengikuti jalan desa belok kekanan menuju perkebunan tebu kemudian disambut perkebunan kopi. Keluar dari kebun kopi, taraa, jurang menganga siap menelan siapa pun yang tak berhati hati berada tepat di depan mata. Seolah tak mungkin dilewati jurang yang dalam ini, dimana tebingnya tegak layaknya tembok rumah. Bahkan terkadang masih harus berjalan zig zag, tepeleset, dan melipir di tebing berbatu. Untung ada beberapa tangga dari rotan yang sengaja dibuat warga untuk memudahkan aksesnya.

WP_003171
Merayap menuruni jurang yang tegak layaknya tembok

Dari kejauhan gemuruh air jatuh dari ketinggian sebagai simfoni alam menyambut kedatangan pengunjung. Riang gembira, damai terasa dihati melihat hijau semak ala pegunungan dengan alunan nyanyian alam mengiringi jalan. Tak terasa sudah tepat di sungai yang alirannya mengarah pada air terjun.

WP_003185
Air sungai yang jernih menenangkan jiwa

Dari kejauhan terlihat gagah dengan ketinggian mencapai 30 meter. Berjalan diatas bebatuan, melompat dari batu satu ke batu yang lain, tak jarang membuat terpeleset jatuh ke air. Menyenangkan, airnya dingin jernih berwarna hijau tosca. Sampai di muka air terjun takjub, subhanallah, melihat pesona alam yang Allah ciptakan untuk manusia. Sungguh kenikmatan tak terkira, diberi mata untuk melihat ini. Lantas, nikmat Allah mana yang engkau dustakan, wahai manusia?

NWP_140605_0007
Batuan cadas, lumut, dan semak hijau yang basah terbasuh butiran air terjun

Antrukan ini begitu eksotis dan terkesan eksklusif. Belum banyak khalayak tahu tempat ini. Kedamaian sejati akan ditemukan disini dimana tak ada hiruk pikuk kota yang penatkan pikiran. Alami benar. Hijau semak yang terbasuh oleh butir air yang terpencar oleh derasnya aliran air menabrak batu menenangkan jiwa. Hanya sekedar duduk, bercanda dengan teman, makan makanan ringan sambil bercakap capak dengan saudara sudah membahagiakan. Terlebih kesejukan hawa pegunungan dan angin sepoi sepoi yang bercampur dengan butir air terjun terhempas kearah wajah kita sesekali membuat rambut terhempas-hempas. Alirannya deras hingga membuat semak belukar melambai lambai seolah menari dalam keriangan alam.

NWP_140605_0015
Bonus foto penulis dengan background antrukan

Antrukan ini berada sekitar 25 Km dari pusat Kota Lumajang. Jika ditempuh dengan menggunakan sepeda motor hanya sekitar 45 menit saja. Untuk lokasi pastinya sulit dijelaskan dan mungkin memang belum saatnya untuk dipublikasikan. Saya sangat menjaga kerahasiaan dari letak air terjun ini karena ditakutkan akan terjadi booming dan eksploitasi pariwisata di Lumajang yang berdampak pada rusaknya ekosistem di sekitar air terjun. Namun, Jika anda berniat ingin mengunjungi ke air terjun ini, silakan hubungi saya secara personal.

Selain alasan pemeliharaan ekosistem alam Lumajang, alasan lain adalah bahaya untuk dikunjungi. Tebing curam menganga siap menelan siapa saja yang tidak hati-hati. Pasalnya tekstur tanahnya mudah longsor, lempung berbatu, dan sedikit berpasir. Tekstur tanah yang sedemikian rupa mengakibatkan jalan licin dan mudah terpeleset. Apalagi ketika musim penghujan tiba, lempung sangat licin menuntut pengunjung senantiasa berhati-hati. Bahkan ketika musim kemarau pun masih licin karena tanah tidak padat dan berbatu mudah berpindah.

Bukan hanya itu, menurut salah seorang warga, antrukan ini mudah banjir. Letaknya yang berada tepat dipersimpangan sungai membuat potensial terjadinya banjir di musim penghujan sangat tinggi.

Baca juga: Cerita tentang kejiadian hilangnya 13 anak sekolah di antrukan ini.

Beserta Cerita mistis yang menghantuinya

Ups, jangan berkecil hati. Kalau anda kebetulan sedang mampir dan berlibur di Lumajang tak ada salahnya mengunjungi alternatif wisata lain yang tak kalah menakjubkan dan dapat dikunjungi dengan aman, misalnya: air terjun gua tetes. Meskipun jalanan yang harus ditempuh sangat curam, fasilitas anak tangga akan mengantarkan pengunjung sampai tepat di bibir gua menjadikan air terjun ini cocok untuk dikunjungi. Baca selengkapnya di Pesona Air terjun Goa Tetes.

Have a nice trip. Happy travelling 🙂

Advertisements

18 thoughts on “Antrukan, Pesona Air Terjun Tersembunyi di Lumajang

  1. Salam gedang sak lirang dolor….antrukan itu di kanal waga sekitar dengan sebutan antrukan saron…sudah ada sejak nenek moyang kami…dan keindahanya sangt menabjubkan…dandulu waktu q masih sd sering mAain ke antrukan dan dulu masih banyak kera2 di sebelah utarA antrukan….skrng sudAh gk ada lg karna buah2an yng bisa di mkn kera2 itu sdah habis di tebang….cumak itu yng bisa q bagikan kpada kalian..dan q adalah sAlah satu wargA sekitar antrukan…slam gedang saklirang

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s