Cerita Mistis di Antrukan

Baca dulu: Ceritaku berpetualang di Antrukan

Malam persinggahanku di tempat parkir, desa terdekat dari antrukan bukan tambah menjernihkan pikiran. Sejenak pikiranku lebih tenang dengan adanya suguhan secangkir teh hangat dan makanan hajatan. Kebetulan ada hajatan di sekitar desa sana, aku mendapatkan kartu istimewa dapat mencicipinya dulu.

Bagaimana tidak tenang? Aku dibacakan cerita tragis nyata dimana 13 anak sekolah terjebak banjir di antrukan dan proses evakuasinya selesai hingga pukul 10 malam dengan datangnya tim penyelamat gabungan warga, polisi, dan tim medis. Ngeri. Aku teringat ibu yang menasehatiku tuk tidak turun ke antrukan karena ditakutkan banjir. Entah kala itu aku nekad berangkat saja, dan memaksakan keegoisanku ini.

”Bodoh!”, aku menghujat diriku sendiri. Betapa perhatian ibu itu padaku yang mengkhawatirkan keadaanku sesaat sebelum berangkat. Aku malah tak menggubrisnnya. Tak tahu aku kalau sudah pernah ada kejadian seperti ini.

Baca selangkapnya: Cerita tentang kejiadian hilangnya 13 anak sekolah di antrukan ini.

Itu masih biasa pikirku. Aku kan pendaki gunung. Aku sudah sering solo backpacking kemana mana. Masak aku takut keadaan seperti ini. disaat itu aku berpikir, aku tak membawa apapun peralatan keselamatanku. Sontak nyaliku menciut. Dan semakin menciut mendengar cerita ibu ibu dalm rumah itu ternyata belum pernah ke antrukan. Katanya tidak berani selain karena alasan jalan yang curam dan banjir mendadak, belau takut adanya penunggu dari antrukan tersebut mengamuk.

Mitosnya, sering terdengar suara batuan yang jatuh dari atas. Berulang ulang. Dan kamu akan curiga dan penasaran ingin tahu siapa yang melempar batu tersebut. Dan ketika kamu pegang batu itu, kamu akan bisa melihat sosok makhluk halus yang menggangumu.

Uh serem banget.

Padahal aku tadi mendengarkannya sendiri, ada banyak batuan yang seolah dilempar ke arahku. Dari atas sana. Jauh. Tapi aku tak temui seorang pun. Aku sering kali menengok kebelakang. Melihat ada orang tidak. Aku serasa dibuntuti. Tapi tak ada orang. Aku sendiri ditengah bebatuan cadas yang kejam dan kasar itu.

Pikiranku malah semakin takut dan aku berkata dalam hati, ”Huuh, aku kapok kesini”.

Kalau aku tahu cerita ini sejak awal aku berangkat, mungkin telah aku urungkan niatku tuk mengunjungi tempat ini.

Belum lagi cerita tentang meninggalnya seorang warga akibat jatuh ke jurang. Bahkan sempat tercetus dari mulut ibu penjaga parkiran bilang bahwa pernah ada kasus pembunuhan disana dan mayatnya dibuang dilempar dari atas ke dasar antrukan.

Waduh bro, pikiranku semakin kacau. Dan buru buru aku habiskan minumku dan segera berkemas untuk tinggalkan tempat ini. Akhirnya aku pulang, menikmati dinginnya udara malam, dan sepi senyap sunyi malam ditengah kebun tebu menuju rumah tercinta.

Alhamdulillah, entah kalian percaya atau tidak ceritaku tersebut. Yang jelas aku menceritakan sejujur jujurnnya dengan meminimalisir subjektivitasku sebagai penulis cerita.

Dikutip dari: Perbincangan Malam Itu

Lumajang, 5 Juni 2014

Advertisements

4 thoughts on “Cerita Mistis di Antrukan

  1. Bener itu…kmaren aku dan tmn2ku ke sana dan selfie bareng. Ada sesosok nenek2 tua ikut selfie bareng. Ada suara anak mnangis dan musik dangdut

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s