Insiden Hilangnya 13 Anak Sekolah di Antrukan

Pernah suatu ketika ada 13 orang anak sekolah sedang berlibur kesana. Mereka nekad turun ke antrukan pada pukul 5 sore hari pada musim hujan pula. Warga sudah melarangnya turun tetapi mereka berdalih tak menggubris dengan alasan sudah datang jauh kesana penuh perjuangan tapi harus pulang tak membawa hasil.

Mereka turun kebawah menempuh 30 menit perjalanan. Alhasil sampai bawah antrukan hari sudah mulai sore dan redup. Mereka tak membawa cukup penerangan, hanya kamera saku saja. Tak diduga, air bah pun turun dari atas karena memang dari sumber air sedang hujan. Beberapa anak sudah ada yang menyebrang, akan tetapi sisanya masih diatas batu. Air limpasan hujan kiriman dari atas begitu cepat hingga tak ada waktu untuk menyebrang lagi. Semua panik, dan berteriak minta tolong. Mereka tak bisa melakukan apa apa, hanya menangis ketakutan. Hari sudah petang, mereka semakin histeris.

Warga sekitar curiga, ”Sudah malam begini kawanan anak sekolah kok tak kunjung kelihatan batang hidungnya”, ucap salah seorang warga.

Ditunggu beberapa menit hingga isya’ tak kunjung kelihatan juga. Akhirnya warga merasa ada yang tidak beres. Mereka beramai ramai satu kampung melakukan aksi pertolongan. Warga panik tatkala tak mendapati mereka dalam kebun kopi dan tebu yang merupakan satu satunya akses menuju antrukan tersebut. Jalan yang gelap tak ada penerangan serta akses jalan rusak terjal dan sempit mengakibatkan proses evakuasi cenderung sangat lambat. Hingga 1 jam tak mendapati hasil, warga mulai bingung. Mereka semakin ketakutan berimajinasi yang tidak tidak, ketakutan akan jatuhnya kawanan anak kejurang atau tersesat ke sisi lain dari perkebunan. Finally, Mereka memutuskan menelpon polisi. Polisi datang beserta bala bantuan lain yaitu ambulans. Suasana memanas ketika warga sudah turun hingga bawah antrukan menemui kawanan anak tengil tersebut terjebak dalam banjir.

Sirine ambulans dan polisi saling bersahut sahutan ditengah gelapnya kebun tebu, tepat pukul 8 malam. Bala bantuan datang ditengah keributan kampung pedalaman ini. Bala bantuan tak datang sendiri, orang tua anak anak yang menjadi korban pun datang karena telah dikabari via telpon. Orang tua anak tersebut menangis histeris. Suasana malam yang harusnya sepi senyap kini telah menjadi ribut oleh tangisan, kebingungan, dan kepanikan.

Proses evakuasi berlangsung alot. Polisi pun tak bisa banyak bergerak dikarenakan banjir yang deras sekali hingga kedalaman sekitar 1 meter. Bahkan tim penyelamat sempat terseret arus. Benar benar perjuangan demi membantu anak tengil yang gegabah dan mementingkan egonya saja dengan hanya untuk melihat keindahan yang tentunya lain hari bisa dikunjungi lagi, bukan?

Tepat jam 10 malam, akhirnya semua anak yang terjebak banjir dapat terselamatkan. Bisa dibayangkan suasana disana dalam gelap, penerangan hanya lampu seadanya saja, ditengah kekalutan orang tua, tim penyelamat gabungan warga, polisi, sampai tim medis pun datang turun kebawah. Proses evakuasi diakhiri dengan berbagai macam hujatan dari warga yang kesal, ada yang merasa kasihan, ada pula yang histeris menangis takut kalau terjadi apa apa pada anak mereka, ada pula yang sergap sigap menanggulangi segala tantangan didepan, itulah polisi dan tim medis. Untung tak menelan korban jiwa.

Dari cerita tadi, tentu kita sebagai manusia dewasa normal yang punya akal untuk berpikir dapat mengambil hikmah bahwa jangan gegabah menentukan pillihan yang menyenangkan sesaat saja tetapi berakibat fatal. Kenali! Tanyakan pada warga yang mengerti daerah sekitar apapun secara detail agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan. Apapun itu jenis perjalanan anda.

Dikutip dari: Perbincangan Malam Itu

Lumajang, 5 Juni 2014

Advertisements

One thought on “Insiden Hilangnya 13 Anak Sekolah di Antrukan

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s