Air Terjun Manggisan, Lumajang

Banner yang berlatar belakang warna hijau tanaman beserta air terjun menyambut kedatangan setiap pengunjung yang datang. Meskipun gambar tidak terlalu jelas, foto tersebut sudah cukup membuat penasaran siapapun yang melihatnya. Banner tersebut bertuliskan “Buka Air Terjun Manggisan, Lumajang” dan terpampang jelas di pintu masuk parkiran. Sepertinya, semua masih baru saja dipasang dan tempat ini mendadak ramai pengunjung pasca deklarasi tersebut.

DSCN0208
Air Terjun Manggisan dari Kejauhan

Pesonanya ternyata sudah merambah ke kanca luar Lumajang, dari Surabaya, Probolinggo, Jember, dan daerah lain. Keramaiannya juga tak lepas dari imbas pesatnya turis domestik dari berbagai daerah yang ingin membuktikan keindahan salah satu wisata ketinggian andalan Lumajang tahun ini yaitu puncak B29, Argosari. Mereka transit sekaligus melanjutkan trip menuju air terjun ini karena letaknya tak jauh dari jalur menuju B29.

Pengorbanan besar harus kamu curahkan, keringat harus kamu cucurkan, rela berkotor kotor untuk dapat menggapai keindahan yang maksimal. Kamu harus menuruni jalan warga menuju sungai kecil, naik bukit hingga pucak tertinggi kemudian turun menuju lembah terendahnya. Kebayang kan, betapa mengerikan ketika kamu harus melipir (berjalan di lereng tebing) tak ada anak tangga ataupun pegangan.

Bagiku disinilah letak kenikmatan yang sesungguhnya. Adventure, perosotan menuruni jalan sempit yang mana jurang di depan siap menelan. Salah sedikit, fatal. Ditambah tekstur tanah yang berbatu, pasir, kerikil, dan tanah kering yang memperlicin jalan. Terkadang aku harus berpegang batu di kanan dan kiriku tuk menahan tubuh yang mulai lelah dan sedikit ada keinginan untuk menyerah saja. But, itulah kesenangan yang sesungguhnya, perjalanan menikmati alam, membaca kalam-Nya sebagai sarana untuk bersyukur pada-Nya. Apalagi bisa foto seperti di tebing seperti ini?

DSCN0204
Foto narsis dengan latar belakang tebing dengan aksesoris semak hijau yang indah

Pemandangan seperti ini akan kamu temui selama perjalanan.

DSCN0194
Pemandangan selama perjalanan menuruni lembah

Tak akan terasa sudah sampai di depan air terjun. Setelah selama perjalanan disuguhi berbagai macam spesies pohon besar ala hutan belantara seperti mahoni, dan umbi umbian seperti ketela pohon dan singkong, dan juga pisang yang ada di setiap sudut pandang, serta bunga indah warna ungu, merah, dan kuning yang membuktikan keanekaragaman hayati yang tinggi di Negeri ini.

DSCN0221
Bonus bunga spesial untuk orang yang spesial dengan latar belakang air terjun Manggisan

Sungguh betapa beruntungnya, kita dilahirkan ditanah surga yang katanya tongkat saja bisa jadi kayu, lautannya seperti kolam susu, ikan tak usah mencari karena akan menghampirimu sendiri.

DSCN0268
Segar aliran air jernih dari ketinggian, tepat dibalik batu

Deru deburan air deras mengalir tepat di kepalamu. Suaranya bergemuruh layaknya ombak di laut yang tak pernah berhenti berirama. Angin dingin ditambah butiran air dari air terjun sudah dipastikan akan membuat bajumu basah. Perpaduannya benar membuat segar badan yang akan tembus ke hatimu juga. Pikiran penat seolah langsung hilang lenyap disapu deras alirannya.

Warna ini sungguh aku sukai. Hijau, putih, gelap, kuning, merah, jingga. Semuanya menyatu dalam lukisan milik-Nya. Dan kesempurnaan itu muncul seketika kau arahkan kameramu langit tepat dibawah titik titik air yang dibuat oleh air terjun dimana langit sedang cerah dan matahari bersinar terang, akan kau dapati perpaduan warna bias dari 1 warna suci putih menjadi susunan warna mejikuhibiniu. Tentu kau sudah tahu bukan apa itu? Yup pelangi, sang pelipur lara, pertanda keriangan, kesenangan, kegembiraan mengalahkan segala kesedihan, kemurungan, dan kegelisahan jiwa.

DSCN0363
Pelangi indah di atas air terjun

Tanpa terasa aku sudah mengelilingi sisi yang terdekat, sisi yang terjauh, bahkan sisi tersulit untuk digapai. Aku mencari cari dimana aku dapat lebih dekat, dimana aku lebih menemukan komposisi yang pas, dimana aku mendapat pencahayaan yang cukup, dan terhindar dari hempasan angin lewat jenuh yang bisa merusak kameraku. Tak terasa pula, kakiku sudah berkata, ”Cukuplah kau menyiksaku kali ini!”

DSCN0233
Rumput hijaunya segar setiap waktu

Sepertinya aku harus diam sejenak merenung dan memahami alam yang bergerak dengan sendirinya ini, rumput yang terhempas kesana kemari, aktivitas turis lain, warga sekitar yang sedang memperbaiki saluran air irigasi, dan dinamika kehidupan yang terus berjalan tanpa kutahu kapan akhir dari semua ini. Sungguh aku merasa kecil dihadapan ciptaan-Nya. Tiada daya yang bisa aku usahakan melebihi takdir dari-Nya. Ciptaan yang sesempurna ini aku yakin ada yang mengatur, ada ketetapannya, ada penciptanya, Dialah Allah, Tuhan Semesta Alam.

Dan, satu lagi yang tak habisnya membuat hati yang murung ini menjadi riang gembira kembali, kau tahu itu apa? Tentu tak banyak orang menyadari hangatnya menjalin hubungan baik dengan orang lain. Kebanyakan sih biasa saja, tak sampai masuk ke hati. Tapi bagiku, kenyamanan itu ketika kau menyapa penduduk sekitar, warga menanggapinya dengan ramah senyum tak terpaksa. Terlihat ketulusan di hati mereka tuk membantu kita pengunjung yang tentu saja tak kenal siapa. Mereka tak begitu mengamati itu, yang terpenting adalah menghormati. Bahasa penduduk disana begitu halus, selembut hati mereka. Aku temui keluarga baru disana, meski tuk sebentar saja, aku sudah puas. Hati ini terpuaskan oleh hasrat positif sebagai makhluk sosial, tak hanya makhluk yang suka tadabbur alam saja.

Perkirannya pun masih belum standar, hanya pelataran rumah yang disulap menjadi ladang uang, parkiran motor setiap pengunjung yang masuk. Tenang, tak ada tiket masuk sampai saat ini. Jika kamu ingin menikmati indahnya air terjun ini, cukup dengan retribusi uang parkir saja, biasanya sih 3000 rupiah. Tapi, kamu boleh juga memilih alternatif dengan menaiki motormu sampai di bibir lembah. Tentu kamu tak akan mengeluarkan banyak uang dan tenaga untuk mencapai kenikmatan alam tersebut. Hanya saja petensi adanya pencurian yang tak diinginkan lebih besar daripada parkir.

Lokasi wisata air terjun Manggisan ini terletak di Desa Kandangan, Senduro, Lumajang sekitar 20 Km dari pusat kota. Kalau kamu berniat mengunjunginya, santai, akses jalan menuju permukian terdekat dengan air terjun sangatlah enak dan mulus. Aspal baru ini merupakan proyek dari Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Senduro yang sering didatangi peziarah dari umat hindu se Indonesia terutama Bali. Rombongan, sendiri, berdua, ataupun berkelompok tak masalah. Hanya saja butuh jiwa adventure yang tinggi agar berhasil sampai tujuan. Anda lebih baik parkir di rumah warga dan berjalan sekitar 30 menit saja. Tak akan terasa capek kok, yang iya makin dapat feel air terjun daripada keburu-buru, naik motor. Emangnya mau balapan apa? Lebih baik santai, berjalan, menikmati rimbun pepohonan, dan berfoto ria sepanjang perjalanan.

Have a nice holiday.

Tak ada salahnya juga kau mampir ke Air terjun Sobyok yang tak jauh dari lokasi Air terjun Manggisan ini

Ingat! Jangan jadikan tempat wisata sebagai tempat mesum.

Aku sangat sedih dan miris melihat muda mudi bergandengan tangan, mengemudikan sepeda berbonceng berpelukan, bertatap mata, merajut cinta, apalagi yang berkerudung tapi eh kok malah tabiatnya bejat gitu. Naudzubillah. Semoga kau cepat disadarkan bahwa perbuatanmu dilarang dalam Islam, dan semoga kita semua tidak terjerumus terhadap zina.

Semoga bermanfaat.

Save world with going nature!

Advertisements

One thought on “Air Terjun Manggisan, Lumajang

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s