Cerminan Budaya

Semoga tak menjadi generalisasi yang keliru.

Lagi-lagi aku tergelitik pada tingkah laku orang di negeri ini.

Pintu masuk menuju Pura Mandhara Giri Semeru Lumajang gagah menyambut kedatangan para pengunjung pure baik yang akan berziarah/beribadah maupun turis lokal. Terpampang jelas peraturan yang ditetapkan pihak pure untuk tidak berfoto/berpose di depan patung yang mereka percayai sebagai jelmaan dewa dewa mereka. Sudah jelas jika dipikir dengan logika, hal yang demikian itu sebagai dalih untuk menghormati kepercayaan tertentu.

Tak ayal kulihat dari kejauhan beberapa turis lokal dadakan naik menuju pure dan sibuk menata diri menentukan pose yang pas dan mencari cari tempat yang bagus untuk sesi pemotretan. Mereka terlihat bingung karena pure sedang dalam masa penyambutan hari besarnya. Terlihat banyak bentukan anyaman rotan, tangga bambu, dan gubuk untuk acara di hari besar nanti. Sepertinya akan dijadikan tempat untuk sesaji dan doa.

Mereka kemudian turun dari atas kerena jalan tutup untuk menuju halaman utama pure tempat alat musik tradisional gamelan jawa ditabuh. Disana terdapat banyak gamelan kosong belum ada yang menabuh. Terdapat pula patung gajah suci dengan belalai melambai keatas.

Tak habis pikir, mereka mencari pintu lain untuk menuju ruangan tersebut. Rupanya mereka ingin sekali berfoto ria dengan gajah gajah tersebut. Dan benar, tak lama aku lihat mereka sudah sampai di pelataran utama karawitan gamelan jawa. Disana mereka berfoto ria, wajah mereka terlihat berbinar ceria sekali. Entah mereka ini tidak tahu peraturan disini, atau tahu tapi lupa, atau jangan jangan mereka pura pura tidak tahu dan acuh terhadap peraturan itu.

Betapa malunya aku ketika melihat mereka berkerudung yang berimplikasi bahwa mereka adalah muslimah.

Bagaimana kita orang mmuslim dihargai oleh orang beragama lain jika kita tak menghormati kepercayaan mereka? Kita injak injak apa yang mereka sembah. Berbicara tentang warga Indonesia, ini mungkin cerminannya. Katanya inginkan hukum yang adil tetapi kita mencari celah untuk melanggar hukum. Contoh sederhana, pelanggaran lalu lintas, pelanggaran dalam kasus hukum, KKN dan lain sebagainya. Kalau inginkah negara yang teratur, ya jangan mencari jalan untuk melanggar hukum lah?

Kita ini warga Indonesia bermimpi akan bangkitnya negara yang memiliki budaya yang disegani negara lain. Indonesia ingin sekali punya masyarakat yang taat akan hukum, hidup teratur, tentram, rukun dalam kerangka bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Kalau sikap dan tingkah laku seperti ini dipelihara, apakah mimpi kita bersama akan terwujud?

Ada juga solusi untuk mengatasi budaya buruk ini, tentu ada, ada masalah ada solusi. Baca juga: Islam adalah jawaban atas segala hal

Advertisements

2 thoughts on “Cerminan Budaya

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s