Buah dari Kesabaran

Day 6

Aku buka mataku di pagi 10 Agustus 2014 dengan ambisi puncak B29 Argosari Lumajang. Bayang bayang malam itu masih terngiang di kepala. Betapa besar keinginanku untuk sampai puncaknya dengan tenaga pedal sepedaku.

DSCN0764
Aku dan bara semangat yang memuncak

Tak ingin membuang buang waktu lagi aku kayuh sepedaku meskipun banyak porosnnya yang mulai berbunyi. Maklum saja, sepeda ini sudah berumur. Aku tak peduli.

Bukankah tekad, mental, fisik, dan ijin Allah lah yang paling menentukan tercapainya sebuah tujuan.

DSCN0768
Berada di puncak Savana

Aku kayuh cepat untuk awal yang indah. Turunan tak begitu panjang berada di depan. Offroad di mulai. Terlepas dari kegirangan hati menuruni punggungan bukit yang tidak terlalu tinggi ini, nyali yang semula meletup letup dingin sudah. Lereng bukit berpasir dan berdebu menyesakkan paru paru. Sudah oksigen menipis ditambah dengan abu yang berterbangan kesana kemari.

DSCN0774
Bersama abu yang berterbangan

Aku tak ingin menyerah. Perlahan tapi pasti. Sabar sabar sabar. Cobaan ini berat tapi ada cobaan yang lebih berat. Motivasi inilah yang memompa darah lebih cepat lagi. Memompa semangat ke ujung tiang tertinggi. Pemandangan indah kanan dan kiri punya andil tersendiri dalam perjalananku. Mereka membuat mata bersinar, hati menjadi segar, mental menjadi mencuat kembali. Tak peduli kata orang, Jemplang masih jauh, 5 jam lagi anda akan sampai, ataupun mana kuat anda lewat sini?. Aku tak peduli.

Ketika kau inginkan tujuan hidupmu tercapai, yang harus kamu lakukan adalah tetap berproses menggapainya bukan malah banyak berhenti atau bahkan mundur.

DSCN0792
Jemplang

Yeah… perjuangan menembus kabut abu coklat pekat telah usai. Tak ada lagi tanjakan dengan tekstur jalan rusak berpasir dengan serpihan batu, paving, dan material keras lain. Alhamdulillah aku sudah sampai jemplang, persimpangan Ranu Pani, Bromo, dan Tumpang. Aku berdiri disana dengan gagah. Aku menari nari. Aku bernyanyi dalam keriangan. Mission complete! Lengkap sudah kebahagiaanku ketika ada seorang cewek cantik asal Sumatra mendekatiku dan meminta foto denganku. Huh girang hatiku. Kapan lagi ada cewek yang mau foto berdua denganku. Meskipun baru kenal. Sayangnya, aku tak sempat meminta identitas diri. Tapi tak apa lah. Yang penting kenangan ini tak akan terlupakan.

DSCN0790
Aku dan dia, Bidadari dari Sumatera

Aku terlalu banyak kehilangan air selama perjalanan di lautan debu. Aku harus mencari air segera untuk berbagai keperluan. Siang itu cukup terik. Orang bilang Ranu Pani sudah dekat. Ini berarti aku harus kesana terlebih dahulu untuk mengambil air dan kembali ke pertigaan argosari di sebelah atas Bentengan.

Tanjakan pendek terlewati dengan mudah. Tanjakan kini sudah tak ada lagi. Turunan berlarut larut hingga Ranu Pani membuatku bosan.

Alright. Aku sudah sampai di tanah hijau ini. Air jernih mengalir di pipa pipa milik warga. Disini tanah layaknnya surga. Subur, dingin, dan banyak sumber air adalah cirinya. Air bersih hingga mengalir begitu saja. Bukan boros tapi memang persediaannya berlebih. Sungai mengalir tak kering meskipun ditelan musim kemarau. Enak hidup di tanah ini. Rasanya habis dari neraka pindah ke surga.

DSCN0800
At Ranu Pani

Usai berpuas diri menghilangkan dahaga, membersihkan muka, dan menyegarkan badan, aku melaksanakan sholat dhuhur di masjid dekat Pos Perijinan Pendakian Semeru.

Aku terpukau dengan pendaki semeru yang cantik ganteng cook keren kece wangi dan berdandan ala orang elit yang pergi mengembara. Hatiku pun tergerak. Hasrat mendakiku naik. Keinginan mendaki semeru pun mencuat. Terlebih ada teman SMAku. Awalnya sih aku agak lupa, siapa dia yang ada di masjid itu. Lama kelamaan kita saling memandang, akhirnya aku yakin bahwa dia adalah teman lamaku. Tak hafal nama, wajahlah pengingatnya. Sempat ngobrol dan akhirnya tekadku bulat untuk mendaki semeru sekarang juga. Berbekal kenekadan saja, aku berangkat dengan tangan kosong. Logistik habis, perlengkapan pendakian minim, persyaratan perijinan tidak membawa. Semua itu tak menyurutkan harapanku di puncak mahameru. Ku penuhi tasku dengan lositik tambahan berupa makanan instan. Persediaan sayur mayurku masih banyak. Cukup untuk kegiatan pendakian selama 3 hari 2 malam. Sangat mepet sebenarnya.

Tak membuang banyak waktu setelah berdiskusi dengan temanku SMA aku ternyata tak bisa masuk pada timnya karena memang tak melengkapi persyaratan pendakian. Aku tak putus asa. Aku sudah mennyiapkan berbagai intrik tuk bisa masuk tanpa ijin.

DSCN0801
Selamat Datang Pendaki Semeru

Dag dig dug jantungku berdebar kencang tatkala harus melewati pagar pembatas Selamat Datang Pendaki Semeru. Tekanan darah meningkat pesat. Bukan tanpa alasan, aku pernah berjanji diatas materai 6000 bahwa aku tak akan mengulangi mendaki di TNBTS tanpa ijin. Dahulu aku sudah pernah mendaki tanpa ijin, kalau ketemu kedua kalinya, aku bisa dipenjara. Huuuuhhh…

Untungnya ada seseorang yangg memberikan informasi bahwa tak ada pengecekan tiket setelah garda depanku ini. akhirnya dengan persiapan yang matang aku beranikan diri untuk menerobos jalur yang ada dan mulai berjalan setelah sekian lama gowes.

Tak lupa alunan doa senantiasa terucap dalam kata.

Pendakian semeru kali ini terasa berbeda dari kali pertama aku mendaki gunung ini. Dahulu aku hanya berbekal kenekadan saja. Modalku Cuma tenda terpal, jaket dan perapian berupa korek dengan logistik satu mie goreng. Itu saja. Untung dulu aku tidak mati di gunung ini. Aku masih diberi kesempatan untuk bertobat. Alhamdulillah. Kali ini aku sudah siap dengan perlengkapan outdoorku. Aku tak takut lagi. dan bukan berarti aku menyombongkan diri. Aku tetap ber amar ma’ruf nahi mungkar agar senantiasa tetap rendah hati karena tidak ada apa apanya lah diri ini dibanding kuasa Allah, Azza Wajalla.

DSCN0818
Sunset dan Supermoon

Rute Ranu Pani Ranu Kombolo terlewati begitu cepatnnya. Tak terasa pemandangan diatas awan dengan hiasan supermoon diatas telah terlewatkan begitu saja. Aku sudah sampai di Ranu Kumbolo. Tak percaya rasanya. 3 jam saja aku habiskan untuk berlari di jalur ini, yang mana biasanya normal 5 jam perjalanan menempuh 10 Km jarak. Pemandangan ala pegunungan menghiasai jalan. tebing tinggi antara pos 2 dan pos 3, diatas awan, tanjakan pos 3 dan pemandangan alam yang tentu masih asri.

Aku hanya bisa bersyukur bisa sampai di surga ini lagi. Persediaan air yang melimpah membuat semuanya menjadi mudah. Ranu kumbolo memang menyisakan kenangan mendalam.

Sudah pukul 18.00 petang. Aku baru sampai disini. Udaranya tetap dingin. Tak lebih baik dari yang dahulu. Ku segerakan persiapan camping dengan mendirikan tenda, masak memasak, dan sholat.

Angin malam itu tak terlalu besar. Tapi udara dinginnya menusuk tulang. Temanku kedinginan hingga menggigil karena memang perlengkapan kehangatan yang kurang. Terlebih dia bagian mencuci perlengkapan masak kami. Ranu kumbolo airnya sebenarnya hangat. Temanku senang berlama lama disana. Malah dia ingin mandi. Dan suasana berubah menjadi mencekam. Dingin menerpa. Udara dinginnnya membuat semula air ranu kumbolo hangat menjadi sangat dingin.

Suasana dingin akut menutup malam yang indah ini. Aku tidur dalam naungan taburan bintang di langit dan supermoon dengan sinar yang sangat terang.

Dalam bunga tidur, antara sadar dan tidak sadar, aku bercerita pada temanku,

”Inilah hikmah dari batalnya rencana kita mendaki puncak B29 via Lautan Pasir Bromo. Semeru sebentar lagi kita daki. Nilai prestisius yang lebih tinggi daripada puncak B29. Untung kita tidak memaksakan kehendak dan memilih menerima saran dari para ahli. Allah telah mengantarkan kita ke tanah surga. Tanah dimana air berlimpah ruah, sayur mayur menjadi mata pencaharian warga, tanah subur, dan sejuk ini. Tak terpikir sedikitpun sebelumnya kan? Bisa sampai di Ranu Pani dan kemudian lanjut Puncak Mahameru?”

Di dalam perjalanan hidup, tak apalah kau gagal mencapai sesuatu, Allah pasti memberikan apa yang lebih baik bagi kita

Bersambung..

Advertisements

One thought on “Buah dari Kesabaran

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s