Adventure World

Mendaki gunung kini sudah tak memberikan kepuasan bagi para petualang yang anti mainstream sepertiku. Aku memutuskan untuk menjadi bikepacker. Sepertinya aku lebih cocok menjadi pesepeda daripada pendaki gunung.

Dulu, tatkala aku masih kecil, aku berpikir bahwa

Gunung menyajikan alam rimba yang liar. Tak ada sumber air disana. Tak ada kehidupan manusia. Tak ada jalur yang jelas. Tak ada penjual makanan. Tak ada perlengkapan outdoor seperti matras, sleeping bag dll. Memasak dengan kayu bakar. Perlu menghadapi binatang buas. Masih perlu berburu pula untuk menyambung makan. Untuk mencapai puncak diperlukan perbekalan yang sangat banyak dalam tas gunung yang amat besar itu. Perlu berminggu minggu untuk sampai di puncaknya.

Pikiranku masih kekanak-kanakan. Wajar saja banyak orang meninggal di gunung kalau seperti itu keadaannya.

Ternyata tidak. Setelah aku tercebur dalam dunia petualangan di gunung, aku jadi tahu bahwa kemudahan naik gunung. Peradaban manusia gunung sudah tercipta di jaman elit seperti ini. Permukiman pendaki memenuhi camping site pemberhentian di jalur pendakian. Puncak sudah tak ada beda dengan pasar pagi hari di desaku. Hiruk pikuknnya membuat penat. Sama saja dengan hidup di kota Surabaya, pikirku. Jalur pendakiannya jelas, minimal bisa dibedakan. Banyak plakat penunjuk jalan. Hutan tak menampakkan sisi buasnya seperti binatang buasnya, meskipun tak dapat dipungkiri cuaca daerah rimba tipe pegunungan sangat ganas dan berbahaya. Penjual makanan pun banyak berserakan di pos pos pendakian. Tak perlu kaget kalau masuk wilayah pendakian harus membayar tiket masuk layaknya wisata komersial lainnya. Perlengkapan outdoor pun mudah didapat. Menjadi sebuah kewajiban bagi pendaki gunung memiliki perlengkapan untuk keperluan savety.

Mendaki gunung sudah tak se-seram yang aku pikirkan kala masih kecil dulu. Banyak hantu dan tak ada orang. Entahlah. Jaman sudah berganti. Gunung sudah layaknya tong sampahnya para pendaki. Sampah tercecer dimana mana. Alah tak ada yang perlu disalahkan untuk ini. Semua berubah sewajarnya. Di kala perkembangan teknologi dan pertumbuhan pesat penduduk mencuat, fenomena yang demikian sudah mau tidak mau harus terjadi. Alam semakin lama tak akan semakin membaik. Kerusakan lah yang perlahan akan menggerogoti. Sifat tamak, rakus, condong pada eksploitasi yang menguntungkan manusia adalah penyebabnya.

Oleh karenanya, rasaku pada petualangan di dunia pendakian sudah tiada. Hambar. Catatan perjalanan gunung sudah sangat banyak ditemukan. Informasi sudah mendetail. Mulai dari A hingga ke Z. Foto perjalanan menuju puncak yang katanya titik pencapaian dari seseorang itu sudah marak di media sosial. Aku sudah ke puncak ini, aku sudah ke puncak itu. Pameran digelar tanpa tahu siapa yang memulai dan tujuannya apa. Ikut ikutan saja jawabnya. Oleh oleh khas gunung yang notabene diambil langsung dari alam menjadi perdebatan sesama pendaki. Sesama pendaki saling mencela, sok jadi pecinta alam yang nyatanya mereka bersetongkol sama sama merusak alam. Tak usahlah munafik bila pendaki pemula memang memiliki arogan yang tinggi. Mereka masih belum berpengalaman. Oiya, di berbagai media pun kini ramai perbincangan tentang keluhan pendaki ’senior’ mengenai keramaian gunung saat ini. Mereka sulit mencari kesepian dan ketenangan hidup. Saling menunjuk kambing hitam.

Kesanku pada pendakian Semeru 10-12 Agustus 2014.

Advertisements

2 thoughts on “Adventure World

  1. saya sependapat dg anda . semeru sekarang memprihatinkan. bukannya saya merasa paling benar sebagai penikmat alam, tapi keadaan skg membuktikan bahwa pendaki semeru tidak benar benar mengetahui alam

    1. iya bener mbak, emang sih bukan sok suci atau gimana, ini cuma bentuk kekecewaan hati saja, kadang meskipun nulis gini, kita lupa dan tak sengaja merusak alam. paling tidak kan ditulis biar inget dan lebih menjaga diri untuk senantiasa melestarikan alam. Begitu toh?

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s