Basket dan Kebahagiaan

Tepat beberapa saat tadi, aku sedang memutar ulang ingatanku tentang kebiasaan masa laluku. Aku sedang bermain basket. Ya, basket adalah keseharianku pada masa lalu. Mulai tahun 2006 hingga tahun 2010.

Dahulu aku anggap basket adalah hidupku. Tak ada hari tanpa basket. Setiap sore tak ada komando dari manapun kami para pebasket yang tergabung dalam perkumpulan basket jalanan berkumpul di sebuah lapangan basket. Lapangan basketnya pun numpang. Kami tak punya lahan basket sendiri. Anak anak yang tergabung adalah aliansi dari berbagai sekolahan mulai dari jenjang menengah pertama hingga menegah ke atas. Mulai dari Desa paling utara yaitu Besuk hingga Pasirian. Desa desa pelosok kabupaten Lumajang. Jangankan desanya, kabupatennya pun masih belum banyak yang tahu keberadaannya.

Kami basket tak mengenal waktu, tak terkungkung oleh latihan dasar ala sekolah basket ataupun tim basket. Kami bawa bola. Lempar bola kedalam keranjang bola yang terpasang dalam ring basket. Kami melakukannya dengan seenaknya saja. Dengan gaya apapun. Tanpa takut salah dan dibentak oleh pelatih. Itung itung sembari menunggu terkumpulnya orang yang pas untuk main. Setelah puas pemanasan memasukkan bola dalam keranjang barulah kami bermain.

Bermain tanpa kenal lelah. Lelah ya tinggal istirahat. Tak ada pelatih yang menyuruh ganti pemain. Atur strategi seperti ini, ataupun seperti itu. Tak ada. Sekali lagi kami hanya bermain. Terus bermain membuat kita paham peraturannya. Membuat tahu akan strategginya. Semua itu muncul karena adanya adaptasi.

Basket bukan sekedar hobi. Pertemanan diantara kami, para pebasket jalanan, tak lekang oleh waktu. Apapun acaranya pasti kumpul. Apalagi tim basket yang aku dan teman temanku dirikan yang notabene lulusan SMP N 1 Tempeh. Sprada namannya. Kepanjangannya Spirit Anak Desa. Teguh nama orang yang menginisiasi nama tim kami.

Dan bagiku sendiri, basket adalah sebuah permainan, bukan sebuah kompetisi. Kalah menang tak pengaruh pada pertemanan kami. Basket adalah permainan yang amat sangat menyenangkan. Aku sakit, aku obati dengan bermain basket. Aku terkapar kecapaian, aku lanjut basket. Aku hampir gila menuruti teman basketku yang juga gila basket hingga kini. Kami basket berdua. Aku ingat kala itu. Masa bodoh kami. Masa dimana otak tak lagi berpikir jernih. Bayangkan basket siang hari, satu lapangan, dua orang, yang kalah menggendong yang menang keliling lapangan. Terus bertambah dari hari ke hari. Hingga putaran ke sepuluh. Aku hanya kalah 1 jali saja.

Aku dan teman gilaku sangat menikmati semua. Pemikiran kita sudah sejalan. Sejalan dalam kegilaan.

Belum lagi cerita man of the match di setiap pertandingan. Aku dan temanku selalu berbuat ulah. Tingkah konyol kita selama bermain basket. Canda tawa. Seperti tak ada keseriusan sama sekali dalam bermain. Aku juga acap kali menaikkan tempo pertandingan. Menaikkan tensi permainan. Mempertegangnya dengan aksi keras yang melibatkan emosi. Sering mengajak tawuran dengan pelanggaran pelanggaran keras.

Tak hanya bertingkah konyol. Aku juga sering menjadi point of view yang paling mencolok dari semua yang bertanding. Karena selain konyol, aku juga sering kali menyumbang kemenangan di detik detik akhir pertandingan. Class meeting kala kelas 1 dan 2 masih teringat jelas. Kala itu aku membawa kelasku juara 2 dan 3. Dengan penyelamatan sebuah gol penentu keberlanjutan pertandingan. Memang aku bukan finishing tapi setidaknya kala timku kalah pada detik detik akhir, aku bisa menyamakan kedudukan dan menjadi pemenang atas usaha temanku.

Sontak semua itu terputar dan terlintas dalam pikiranku tatkala bermain basket tadi. Pertandingan yang sama persis. Aku memasukkan bola dengan aksi-aksi konyol pada detik 5 sebelum berakhir pertandingan. Menyamakan kedudukan dalam selang waktu 10 detik. Dimana menit ke 23 sebelum usai kami sempat tertingga 2 angka. Berkat layup gaya hand up yang asal lempar, aku bisa. Dan memang tadi kami tak jadi juara satu. Tetapi setidaknya aku lega. Tak mengecewakan teman-temanku.

Berkat pertandingan tadi, aku jadi ingat masa lalu. Masa keemasan basket. Masa bersama sahabat dekat. Aku kangen kalian rek. Ayo main basket lagi.

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s