Kesalahan di Minggu-Minggu Awal Kuliah

Kesalahan di Minggu-Minggu Awal Kuliah

Sebagai mahasiswa, aku sangat menyadari tugasku adalah menuntut ilmu di perguruan tinggi. Menuntut ilmu dalam berbagai aspek. Entah itu akademik maupun non akademik. Di dalam atau di luar kelas. Ya semua karena ilmu itu tersebar dimanapun, tak selalu di dalam kelas kala dosen pengajar menerangkan suatu teori.

Kali ini, aku ingin berbagi tentang pengalamanku menjadi seorang mahasiswa selama kurang lebih 2.5 tahun. Pengalaman buruk yang akan aku bagikan. Pengalaman ini tak untuk dicontoh. Cukup tahu saja dan hindari jika dirasa memang merugikan.

Berikut kesalahan kesalahan yang umum dilakukan mahasiswa ketika minggu pertama perkuliahan.

  1. Semangat di awal perkuliahan saja

Sepertinya permasalahan ini menjangkit banyak pelajar di Indonesia deh. Awal masuk kuliah atau sekolah biasanya sangat bersemangat. Hingga terkadang over. Namun semangat yang menggebu gebu di awal tidak dilanjutkan hingga akhir semester. Biasanya memasuki minggu ke 7 atau pertengahan sudah mulai luntur tuh semangatnya. Low motivation dengan berbagai macam alasan, seperti: bosan dengan kuliah, dosennya tak mendukung, atau suasana hati mulai jenuh dan ingin refreshing.

  1. Menganggap remeh minggu awal perkuliahan

Mahasiswa sering menganggap remeh minggu awal kuliah. Kadang mereka malah meneruskan liburan hingga seminggu full. Acuh terhadap seminggu awal kuliah. Padahal disana, disaat saat tersebut garis besar materi akan disampaikan, sikap dosen seperti apa, permintaan dosen kepada mahasiswa itu seperti apa, kriteria penilaian, dan kontrak perkuliahan akan dijelaskan di minggu awal kuliah. Sayang untuk dilewatkan.

  1. Fokus pada hal selain akademik

Kadang saking semangatnya nih mempelajari sesuatu, kita sering lupa kewajiban akademik. Misalnnya, sedang fokus belajar bahasa asing hingga lupa tugas mata kuliah esok hari.

  1. Belajar bukan pada hal dan waktu yang tepat

Terkadang belajar itu tidak perlu dipaksakan. Belajar itu sangat baik. Tetapi belajar pada waktu yang tepat akan lebih baik lagi. Kapan sih waktu yang terbaik untuk belajar? Waktu yang tepat adalah ketika pikiran dan otak sedang fresh dan tubuh dalam kondisi yang prima. Jangan belajar atau mengerjakan tugas tatkala badan sudah lelah dan pikiran sudah tak bisa konsentrasi lagi. Boleh sih tetapi hasilnya tidak akan maksimal. Mending tidur dulu, istirahat dulu, batu esok bangun lebih awal untuk mencuri start belajar.

  1. Tidur kurang bermutu

Tidur yang seperti apakah yang tidak bermutu? Tidur yang tidak nyenyak. Terlalu panjang. Belum mengantuk tetapi berusaha untuk tidur. Atau sebaliknya sudah mengantuk tetapi berusaha untuk tetap terjaga dalam begadang malam. Posisi yang salah. Semua akan menyebabkan tubuh tidak fit. Esok pagi badan menjadi remuk dan pegal-pegal. Raga yang kurang enak menyebabkan aktivitas terganggu. Pekerjaan pun tak lagi bisa maksimal.

Jika ingin semester dengan hasil yang maksimal. Ilmu yang didapat dapat dipahami sepenuhnya. Nilai pun tak akan pergi kemana. Selalu mengikuti. Jangan mengejar nilai dahulu baru ilmu. Kejarlah ilmu bukan nilai.

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s