Life, Science, and Islam

Siapa bilang mengolok-olok orang lain itu menyenangkan?

Siapa bilang mengejek orang lain itu membahagiakan?

Siapa bilang menindas orang lain akan menguntungkan penindas seratus persen?

Kadang dapat dibenarkan kala kita sedang menertawakan kesedihan orang lain, kesalahan orang lain, kegagalan orang lain, dan keburukan orang lain. Sepertinya darah keriangan dan keceriaan itu meletup letup. Terbahak bahak olehnya.

Tetapi mungkin hukum 3 Newton berlaku juga untuk alam semesta, termasuk juga manusia. Kala kita menindas orang lain kita akan ditindas pula. Tidak berarti harus ditindas oleh orang yang kita tindas. Boleh jadi orang yang lebih kuasa dari kita akan menindas kita. Begitu pula kita hormat, orang lain pun akan menghormati kita. Jika menghargai maka akan dihargai. Jika berbuat dzalim maka akan didzalimi. Jika ingin dicintai maka cobalah mencintainya.

Ada aksi ada pula reaksi yang besarnya sama dengan aksi yang diberikan. Sungguh tak dapat disangkal. Semua tinggal menunggu waktu. Bisa hari itu juga, keesokan harinya, ataupun nanti entah kapan itu, perbuatan kita akan mendapatkaan balasan.

Dalam islam pula dijelaskan bahwa sekecil apapun amal dan dosa kita maka kita akan mendapatkan balasannya. Itu janji Allah dalam surat Al-Zalzalah dua ayat terakhir.

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula (QS. Al-Zalzalah 99:7-8)

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s