Aku, Masyarakat, dan Koran

Beberapa hari ini, aku dilanda sindrom yang menyebabkan penderitanya kecanduan koran. Informasi di dalamnya selalu menarikku untuk lekas membacanya. Seakan ada yang kurang dalam sehari tanpanya.

Dinamika kehidupan yang tak lekang oleh waktu. Kejadian, peristiwa, konflik yang melibatkan human interest memang selalu enak untuk disajikan. News value itulah yang dapat menggugah pembaca untuk membaca berita tersebut.

Jawa pos merupakan koran yang paling sering dijumpai di kota perantauanku. Kota Surabaya juga tempat kantor pusat Jawa pos berada. Tak heran jika setiap warung makan, warkop, angkringan, dan tempat umum lain bertebaran koran-koran tersebut. Setiap pelanggan yang sedang berkunjung kebannyakan membaca koran. Bahkan terkadang harus antri untuk sekadar membaca koran.

Pembacanya pun beragam, dari pelbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, anak sekolah, dan masyarakat umum. Mereka semua masih menganggap koran sebagai penyalur informasi yang sangat berpengaruh. Meskipun keberadaannya semakin terancam oleh media online, media cetak koran nyatanya masih banyak peminatnnya. Dan khalayak masih membutuhkannya.

Begitu pula aku yang sedang terkena penyakitan seperti ini, aku mampir ke warkop hanya untuk membaca koran. Susu hangat plus krupuk puli sebagai formalitas saja agar bisa membaca koran. Meskipun harus berebut koran, aku tetap tak gentar demi mendapatkan wawasan pengetahuan baru, sudut pandang lain, dan ilmu baru juga tentunya.

Advertisements

One thought on “Aku, Masyarakat, dan Koran

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s