Album Rindu

Cerita sebelumnya Summit Attack Puncak Ogal-Agil

Aku belum juga sampai tempat tujuan sejati yaitu tempat tinggalku, tetapi aku sudah membuat sebuah album kenangan selama perjalanan di kawasan Gunung Arjuno. Perjalananku sarat akan pengalaman baru yang mengesankan.

Tersesat dalam perjalanan pulang menuju camping ground lembah kidang adalah salah satunya. Aku sempat kegirangan melihat pemandangan yang begitu mempesona tepat di depan mataku. Panorama savana yang hijau selepas dibasahi embun pagi. Savananya begitu hijau tajam. Embunnya berkaca-kaca. Hutan pinus mengelambuinya di seluruh sisinya. Terdapat sebuah kayu tua roboh. Warnanya coklat tua. Pemandangan yang tiada dua. Tempat yang selalu kurindukan untuk segera datang kembali kesana.

Savana disekitaran lembah kidang
Savana disekitaran lembah kidang

Saking nikmatnya pemandangan africa van java yang disuguhkan. Aku tak lagi memperhatikan jalan yang aku lalui. Aku menembus savana, menari-nari diantara rerumputan yang bergoyang. Menikmati teduhnya dua pohon besar diantara padang rumput. Dan satu lagi, ada sumber air jernih disana. Tempat yang sangat ideal untuk kijang bahkan untukku sendiri.

Sempat menemukan spot keren selama tersesat
Lembah kidang

Berjalan terus mengikuti jalan, yang sebenarnya aku tak yakin tujuannya kemana. Jalan semakin lama semakin sempit dan tak ada tanda yang meyakinkan bahwa jalan ini adalah jalan yang aku lalui ketika aku summit attack tadi malam.

Kali ini rasa takut tak lagi menggerayangiku. Aku enjoy saja membuka jalur yang sepertinya sudah lama tak dilewati ini. Rumput ilalang begitu tinggi. Menyulitkanku yang akan melewatinya. Terus berjalan begitu jauh hingga aku sadar, ini bukan jalur yang benar. Arahnya menuju pos kokopan. Jalan terus turun, salah-salah jurang lagi.

Aku tak mau ambil resiko. Aku gunakan teori lingkaran wilayah saja daripada harus putar balik ke lembah kidang. Aku tak ingin menguras tenaga lebih banyak lagi. Aku belok kiri kearah sisa kebakaran hutan menuju punggungan bukit. Aku yakin, tendaku berdiri di arah kiriku. Berbekal keyakinan itu, aku berjalan terus sedikit lebih cepat dari biasanya karena memang diliputi oleh rasa was-was.

Teng-teng-teng.Bunyi-bunyian menegangkan terus terngiang. Aku sendiri dan tersesat di hutan sisa kebakaran. Salah injak, ada sisa api, kan tidak lucu?

Pencarian tenda terus berlanjut. Aku yang sudah menghabiskan banyak tenaga meninggalkan teman-teman dibelakang merasa sangat menyesal dengan tragedi ini. Percuma datang lebih awal kalau tersesat seperti ini. Sudah lelah, konsentrasi terkuras habis untuk meraba-raba jalan mana yang sekiranya bisa dilewati.

Kekalutan sontak hilang, kala aku lihat warna biru dari kejauhan. Aku sudah bisa pastikan itu adalah tenda, kalau tidak begitu, orang. “Tak mungkin ada tanaman berwarna biru”, pikirku. Aku sudah sangat yakin, tetapi harus lebih diyakinkan lagi. Aku terus meneropong jauh sembari menjcari warna orange tendaku. Dan benar ada. Aku gembira dan memperlambat jalanku. Sedikit lebih tenang.

Segera memasak, berkemas, dan pulang.

Perjalanan pulang, aku dirundung rindu. Rindu ingin balik ke Pondokan, Lembah Kidang, dan Arjuno. Tanah hutan disini begitu enak disinggahi. Belum juga pulang sampai rumah, aku sudah mengada-ada. Aku malah merencanakan untuk segera balik kesini lagi. Entah apa motivasiku. Padahal jalanan yang aku pijaki saat itu adalah jalan paling tidak enak sepanjang karirku di dunia pendakian. Ups karir. Hahah

Bayanganku pulang dengan medan sangat sulit sontak kabur. Ritme perjalananku sudah aku temukan. Aku berjalan cepat, terus meluncur diatara bebatuan. Hap-hap-hap. Aku bersigap memilih batuan yang aku pijak agar tidak terpeleset. Aku sangat menikmati semuanya.

Inilah perjalananku. Perjalanan yang begitu mengesankan. Perjalanan yang tak semuanya bisa dituangkan dalam kata.

Senja ini menutup perjalanan pulangku
Senja ini menutup perjalanan pulangku

The end.

Advertisements

6 thoughts on “Album Rindu

  1. Hafidh foto-fotonya sungguh kereen. kesendirian di alam bebas dengan arah yang samar sungguh jadi potret diri ya.
    Batang pohon robohpun jadi properti foto yang unik alami.
    Salam

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s