Siapa Sih Nabi Muhammad itu?

Sebuah refleksi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Melawan lupa 14 abad silam pada tanggal 12 Rabi’ul Awal tahun Gajah.

Seorang yang hingga kini keberadaannya masih terasa.

Kaligrafi Nabi Muhammad SAW diambil dari gloobest.blogspot.com
Kaligrafi Nabi Muhammad SAW diambil dari gloobest.blogspot.com

Siapa sih sebenarnya Nabi Muhammad SAW itu? Pertanyaan itulah selalu membayang-bayangiku selama bertahun-tahun. Betapa tidak? Siapa orang tak kenal beliau. Lebih dari 1400 tahun yang lalu ajarannya masih diteladani oleh berjuta manusia di bumi. Apa yang beliau kerjakan, orang kerjakan hingga kini. Apa yang beliau ucapkan, ditiru. Apa yang beliau larang, semua orang menjauhi. Apapun yang beliau sarankan, orang dengan taat melakukan.

Allah berfirman:

“Katakanlah: Jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu Allah maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS.Ali Imran:31)

Kenal pun tidak. Kita tak pernah tahu beliau. Tapi kita mengikuti jejaknya. Kita selalu menginginkan berjumpa dengannya. Ingin memimpikannya. Menjadi idola yang apapun yang ada padanya dijiplak. Bahkan beliau tak pernah kesini, ke Indonesia. Beliau tak pernah ke Amerika. Tak pula ke eropa. Tetapi disana banyak manusia yang mengamalkan bagaimana cara ibadah pada Allah SWT. Apa yang Allah perintahkan dan yang dilarang. Jalan hidupnya kita contoh. Perbuatannya. Sikapnya. Akhlaknya. Perkataannya. Cara berpakaiannya. Cara berjalan. Minyak wanginya. Cara membersihkan gigi. Adab dalam bertetangga. Adab berkeluarga. Adab terhadap teman. Hingga cara makannya. Dan banyak lagi yang lain. Seluruh sisi kehidupan kita tiru beliau.

Kalau bukan orang spesial tak mungkin pengaruhnya dirasakan hingga kini. Sudah berapa generasi lewat namun ajarannya masih kokoh tertanam dalam diri manusia modern. Dan apa yang beliau sampaikan adalah wahyu dari Allah yang Maha Benar. Kebenarannya hingga akhir alam semesta. Tak akan ada penandingnya.

Iya, Itulah Muhammad utusan Allah. Beliau adalah orang yang berakhlak mulia. Beliau diutus Allah ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak manusia, menyempurnakan agama Allah. Beliau lah rahmatan lil ’alamin, rahmat bagi semesta alam.

Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107)

Beliaulah yang memberi makan orang yang buta dan senantiasa hidupnya hanya mencacinya. Beliau selalu istiqomah memberi makan pengemis yahudi pinggir pasar. Caranya memberi makan sangat halus dengan penuh kasih sayang. Padahal saat itu pula mulut si pengemis itu sedang mengolok-oloknya.

Dan suatu ketika kala Nabi sudah wafat. Abu Bakar ra. bertanya pada Aisyah, ”Amalan dan sunnah Rasulullah apa yang belum saya kerjakan, wahai Aisyah?”

”Sudah kau kerjakan semua, Wahai Ayah, hanya saja satu yang belum, Rasulullah setiap pagi selalu berjalan ke pasar menemui pengemis buta dan memberi makanan kepadanya” jawab Aisyah

Kemudian Abu Bakar berbondong-bondong ke pasar saat itu juga. Beliau membawakan makanan untuk pengemis itu. Ketika mendapati pengemis itu, Abu Bakar terenyuh hatinya hingga meneteskan air mata karena ia tahu bahwa Rasulullah memberi makan orang yang mencaci maki dirinya.

Abu Bakar menyuapinya namun Si Fulan menolak karena ia tahu bahwa yang menyuapi bukan orang seperti biasanya. Biasanya, orang yang menyuapi makan sangat lembut. Ini sekarang sangat kasar.

Lantas, Abu Bakar menceritakan bahwa orang yang menyuapinya kini telah tiada. Orang itu adalah Nabi Muhammad. Pengemis itu kaget dan menangis sejadi-jadinya mengetahui bahwa selama ini yang peduli padanya adalah orang yang selalu dia caci. Dan pengemis itu akhirnya masuk islam.

Itulah bukti akhlak mulia seorang utusan Allah. Sungguh dalam diri Nabi Muhammad terdapat suri tauladan yang baik.

Jarang di jaman sekarang ada orang yang berhati mulia seperti beliau. Jangankan membantu, menyapa pun ogah pada orang yang tak baik pada kita. Apalagi hingga mencaci dan mencemarkan nama baik. Kalau bisa, malah dendam kesumat.

Beliau itu juga yang menjenguk orang sakit yang kesehariannya meludahi kala beliau berangkat ke masjid.

Suatu ketika beliau tak melihatnya. ”Kemana si Fulan yang biasanya meludah?” Beliau tanya pada para sahabat. Diketahuinya bahwa ia sedang sakit. Beliau malah menjenguknya dan membawakannya buah dan mendoakan agar cepat sembuh. Betapa terkejut si Fulan mendapai orang yang pertama menjenguknnya malah orang yang selalu ia ludahi setiap hari. Dan akhirnya dia pun masuk islam.

Jangankan diludahi, bersinggungan sedikit saja bisa-bisa sudah tinggal nama diatas nisan. Sulit ditemukan orang sesabar beliau. Sulit ditemukan orang yang dapat dipercaya seperti beliau. Sulit ditemukan orang yang memiliki akhlak seperti beliau.

Dan tentang Al-Qur’an, salah satu mu’jizat yang diturunkan Allah padanya. Deretan perkataan Allah yang selalu benar adanya. Bagaimana mungkin perkataan seorang yatim piatu tak bisa baca tulis mempu merangkai kata sedemikian rupa hingga tak ada karya sastra manapun menandingi kalimat demi kalimat didalamnya. Kebenarannya tak terhingga. Relevan untuk semua jaman dari awal hingga akhir dunia. Bagaimana bisa kalau tanpa Allah yang menuntunnya. Melalui malaikat Allah yang bernama Jibril semua wahyu disampaikan oleh Rasulullah pada umat.

Sudah selayaknya, kita menyadari keberadaan sunnah-sunnahnya. Mengamalkannya hingga akhir hidup supaya kelak di hari akhir kita bertemu dengan beliau dan beliau meng’iya’kan bahwa kita termasuk umatnya. Bagaimana Rasululllah bisa memberikan syafaat kalau kita sendiri tak mau mengenalnya. Tak mau mengetahui saudara dan para sahabat beliau. Tak pula suka akan kebiasaan-kebiasaan beliau.

Tak ada jalan lain, selain kita mengamalkan sunnah-sunnahnya.

Yang utama adalah sebagai berikut:

  1. Sholat tepat waktu dan berjamaah di masjid

Sholat diawal waktu adalah hal terpenting. Terpenting karena Allah sudah selayaknya dinomor satukan dan didahulukan dari semua kegitan duniawi manusia. Semuanya jadi masuk akal, apakah kita mau jadi orang yang dinomor duakan atau disepelekan dan diakhirkan. Tidak kan?

Dan menjadi sangat penting karena manusia ini makhluk pelupa. Terkadang lupa akan kewajibannya. Terlalu sibuk urusan keduniaan hingga sholat diakhir waktu. Parahnya lewat waktu.

Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” (HR. Bukhari)

  1. Sholat tahajjud

Sholatlah tahajjud di sepertiga malam terakhir. Keutamaan yang akan diperoleh adalah doa yang mudah terkabul. Bagaimana tidak? Orang lain sedang asyik tidur pulas malah kita menyempatkan diri bermujad pada Allah, bersimpuh dihadapannya, menyadari lumuran dosa yang telah diperbuat, dan bahkan menangis karena-Nya sungguh Allah akan meningkatkan derajat orang tersebut.

“Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”
(QS : Al-Isro’ : 79)

  1. Sholat dhuha

Ingin rizki yang selalu mengalir dan halal? Ingin membangun rumah di syurga. Ingin masuk surga dengan pintu tersendiri? Sholat dhuha adalah jawabannya.

“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi).

  1. Membaca Al-Quran dan mengamalkannya

“Sebaik-baiknya kamu adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

  1. Sedekah

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan  dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. At Taubah 9: 103)

  1. Memperbanyak Istighfar
  2. Menjaga wudhu’

Semoga dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW tahun ini, kita masih diberi kesehatan oleh Allah untuk terus meneladani Nabi Muhammad dan beribadah pada Allah sesuai dengan tuntunannya, terus bersemangat menjadi orang yang selalu berlomba-lomba dalam kebaikan, dan senantiasa menyadari diri banyak salah dan dosa kemudian semakin hari semakin terpacu untuk memperbaikinya dan semoga kelak Allah akan memberikan ridho untuk kita bersama Nabi Muhammad dan umatnya masuk syurga yang Allah janjikan. Aamiin

Wallahu a’lam

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s