Cacat pada Polimer

Konsep cacat titik pada polimer berbeda dengan pada logam dan keramik yang merupakan konsekuensi dari keberadaan makromolekul dan keadaan kristalin alami pada polimer. Cacat titik yang ditemukan pada polimer kristalin mirip dengan cacat pada logam. Misalnya adanya vacancy dan intersisi atom atau ion.

Cacat pada Polimer
Gambar 14.15 Cacat pada Polimer

Pada akhir rantai sering ditemukan cacat karena struktur kimianya tidak sama dengan rantai normalnya. Vacancy juga berhubungan dengan rantai terakhir polimer (lihat gambar 14.15). Namun, cacat tambahan juga dapat dikarenakan adanya cabang rantai yang muncup dari kristal. Bagian rantai juga dapat meninggalkan kristal polimer atau masuk pada rantai lain, membentuk lingkaran, atau dapat masuk pada kristal lain sebagai molekul yang terikat (lihat gambar 14.13). Dislokasi screw juga dapat terjadi pada kristal pollimer (lihat gambar 14.15). Impurities atom, ion, atau gugus atom dapat tersisip pada rantai utama ataupun cabang. Lapisan rantai yang terlipat pada permukaan juga mengakibatkan cacat interfacial sebagai batas antara dua daerah kristalin yang berdekatan (lihat gambar 14.13).

Sumber:

Callister, William D dan David G Rethwisch. 2010. Materials Science and Engineering an Introduction 8th Edition. John Wiley & Sons: USA

Struktur Spherulite
Struktur Spherulite
Advertisements

One thought on “Cacat pada Polimer

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s