Adult’s say about what children said

“Sek cilik kok yo wes ngandani seng tuwek. Wero opo ta? Urip sek kapanane. Awak sek mampu kecur. Kok wes melete sok weroh sembarang kalir”, begitulah kebanyakan orang dewasa bilang ketika ada anak yang lebih kecil menasehatinya. Artinya adalah masih kecil kok sudah menasehati yang tua. Sudah tahu apa saja? Sudah pernah menjalani apa yang pernah saya alami? Hidup masih baru kemarin saja. Masih berbau kencur[1]. Kok sudah sok sudah tahu banyak hal. Seberapa sih pengalaman yang sudah dilakukan?

Ya kadang kala memang kita tak mau menerima sebuah saran hanya karena orang yang memberi saran tersebut masih belum berkapasitas. Setidaknya lebih rendah daripada kita. Entah dilihat berdasarkan umur, pengalaman, pendidikan, tingkat ekonomi, atau kecerdasan intelektual. Kita terburu-buru men-judge orang tersebut rendahan, tak bisa apapun, dan tak patut didengarkan perkataannya. Perasaan menolak terhadap apapun yang dikatakan seringkali muncul.

Apalagi yang ngomong adalah anak kecil. Padahal belum tentu apa yang dikatakannya salah. Belum tentu juga kita, yang tua atau dewasa, lebih baik dari anak kecil tersebut. Kok bisa? Meskipun pengalaman hidup lebih banyak, bisa saja itu membuat diri menjadi lupa akan diri, lupa terhadap etika, dan lupa terhadap aturan hidup di dunia. Dan bisa jadi pula anak tersebut yang lebih bersih dari problema hidup memiliki pemikiran yang lebih jernih. Semua tak ada yang tidak mungkin.

So, ketika kita mendengarkan orang lain, Jangan lihat siapa yang berbicara tetapi dengarkan apa yang dikatakan.

Itu artinya jangan pernah melihat background orang yang berbicara. Lihat saja apa yang dikatakan. Cerna baik-baik apa yang dikatakan. Olah dan telaah apa maksud dari perkataannya. Kalau perkataannya baik, ya ambillah. Kalau perkataannya buruk, buanglah saja. Jauhilah orang yang berbicara tentang suatu hal yang buruk. Keburukan biasanya membawa diri menjadi fasik.

Lebih baik mana pak haji yang sukanya main (baca: berjudi) dengan preman yang sukanya sholat tepat waktu berjamaah di masjid?

Memang sulit untuk melakukannya. Memang jarang orang bisa mempraktekkan dan menerapkannya dalam segala situasi. Kebanyakan orang memang merasa sulit. Mengingat hidup ini berfluktuasi. Emosi acap kali naik turun seperti gelombang sinusoidal. Otak gampang menolak informasi dari orang yang lebih rendah dari kita.

Tapi satu yang harus dipegang, seperti apa yang dikata Ust. Felix dalam bukunya Beyond The Inspiration,

”Orang istimewa selalu lebih sedikit daripada orang biasa. Tetapi yang sedikit belum tentu istimewa”.

Entah pilihan kita menjadi orang kebanyakan atau orang yang istimewa. Orang istimewa yang mampu menghargai kebaikan nasehat orang lain yang tentunya mengindikasikan bahwa orang tersebut peduli terhadap kita.

Menyerap saripati kehidupan disekitar. Semoga bermanfaat.

[1]Sebuah ungkapan jawa untuk anak yang belum berumur. Anak orang jawa biasa minum jamu kencur untuk pertumbuhan dan kesehatan masa kecil.

Advertisements

10 thoughts on “Adult’s say about what children said

  1. Begitulah manusia, Mas. Terkadang kita sebagai manusia sering menolak kebenaran hanya karena yang menyampaikan kenbenaran itu orang yang kita rasa masih dibawah kita. Astaqhfirullah…

  2. saya setuju sekali, memang terkadang orang tua atau orang yang lebih pengalaman tidak mau mendengarkan, padahal menurut saya mendengarkan itu penting, saya kutip kata-kata diatas, “jangan lihat siapa yang berbicara, tetapi dengarkan apa yang dia katakan, terima kasih ilmunya, sangat bermanfaat ^_^

  3. setuju. membuka pikiran saat ada yang memberi informasi kepada kita, siapapun dia..adalah penting sekali. tak mudah, namun bukan berarti tak mungkin.. 🙂

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s