Ada orang bilang, Gara-gara uang

Uang, kadang menjadi berharga kadang juga membunuh pemiliknya.

Ada orang bilang,

Gara-gara uang saya bisa bersedekah kepada fakir miskin.

Ada orang bilang,

Gara-gara uang saya menjadi donatur pendidikan untuk daerah terpencil.

Ada orang bilang,

Gara-gara uang saya jadi lupa diri.

Ada orang bilang,

Gara-gara uang saya dilemakan oleh keadaan, saya jadi lupa kuliah, dan pikiran saya hanya pada uang, bagaimana dapat keuntungan lebih, bagaimana usaha tetap jalan, bagaimana menggaet lebih banyak tender, bagaimana menjalankan bisnis sampingan demi receh-receh uang emas yang menggunung setiap kali barang atau jasa laku dijual. Karena itu saya jadi lupa berangkat kuliah. Kuliah saya berantakan. Saya memilih fokus pada menumpuk gunung-gunung uang. Saya memilih hidup hedon dan bermain wanita. Entah saya bisa lulus atau tidak. Enam tahun sudah saya kuliah untuk menuntaskan gelar sarjana. Sampai sekarang pun tak tahu gerangan bagaimana akhirnya nanti. Yang jelas sampai sekarang saya masih belum memikirkan kelanjutan studi saya. Di pertengahan tahun ketiga lalu, saya memutuskan untuk beristrikan wanita karir yang cantik. Pikiran saya semakin terpecah kala persoalan kuliah, bisnis, dan istri datang bersamaan.

Ada orang bilang,

Gara-gara uang anak saya menjadi manja. Sangat tergantung pada uang yang saya kumpulkan dari susah payah kerja banting tulang setiap harinya. Saya jadi miris dengan anak saya, karena ia tak merasakan kasih sayang dari orang tuanya, karena saya sering tak ada dirumah dan lebih banyak sibuk bekerja. Yang saya tahu, saya sudah memberikannya uang untuk kebutuhan hidupnnya. Dan sekarang, Ia pun tumbuh tanpa banyak mengenal kedua orang tuanya. Dia tumbuh sebagai burung yang lepas dari kawanannya. Entah bagaimana nasib anak saya sekarang.

Ada orang bilang,

Gara-gara uang saya jadi lupa bahwa dunia ada batasnya. Bahwa harta tak dapat dibawa hingga mati. Harta dan dunia sama fananya. Semakin ditumpuk semakin melalaikan.

Dan gara-gara uang, saya jadi tergila-gila pada dunia, gemerlap halusinasi khamer, halus lembut belaian wanita komersial, kedahsyatan judi dalam melipat gandakan uang yang saya miliki.

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s