Mengapa saya membaca dongeng?

Hidup ini memang unik. Kadang kala peristiwa aneh sering kali terjadi. Luar biasa dan tentu diluar kerangka pemikiran sebelumnya. Celetukan yang diluar nalar tersebut biasanya menyegarkan pikiran. Seolah memberikan pemahaman akan hal baru. Entah saya sangat bersemangat terhadap sesuatu yang belum terpikirkan sebelumnya. Hal yang inovatif. Meskipun saya sendiri belum tergolong orang kreatif.

Saban hari misalnya, ada seorang teman pertama kali berkunjung ke kamar kostku yang baru. Dia masuk tanpa permisi, seolah sangat akrab dengan saya sebelumnya dan tak asing dengan rumah saya di perantauan ini. Dia nyelonong, lalu duduk dan tidur di atas kasur spons yang empuk pemberian pak kost. Sampai disini masih belum ada pemmicu pembicaraan diantara kami. Saya sibuk dengan laptop, dia dengan keasyikannya menggeledah pedalaman kamar saya.

Rupanya perapian sudah disulut, ”Wah bukumu banyak juga ya?”

“Ya, waktu senggangku selalu habis untuk membaca buku.”

“Wah, aku sih dulu pas waktu SD suka membaca, sekarang suka nonton TV.” Dia kemudian mengambil salah satu bukuku diantara urutan buku pada rak belajarku. “Kenapa sih anak-anak suka bukunya Felix?” Tambahnya.

Berbicara tentang buku, saya selalu membuat perhatian tertuju padanya. Saya berbalik badan meninggalkan kegiatan utak-atik keyboard, “Tulisannya menginspirasi.”

”Tapi kok kebanyakan bukumu tentang dongeng ya?

Ah pertanyaan ini begitu diluar dugaan, saya peras otak untuk menjawabnya.

Ide didapat, saya jelaskan dengan gamblang kenapa dongeng itu penting.

Karena saya kuliah teknik. Lho kok malah baca dongeng harusnya kan baca buku teknik atau fundamental of science. Selain giat membaca ilmu logam saya akan memperluas pengetahuan fiksi. Saya ingin mengasah imajinasi. Memperluas dunia penalaran dan penggambaran atas sebuah setting. Liar dan tak terbatas. Saya ingin tak hanya melihat yang nyata, yang dalam imajinasi pun enak dinikmati sepertinya.

Saya juga mempersiapkan guna berbicara dengan istri saya nanti. Tidak mungkin saya hanya diskusi tentang rancangan Blower pada Blast Furnace Ironmaking kan? Bisa jadi, sedikit sekali umur pernikahan kami, kalau saya hanya memaksakan kehendak. Kejenuhan pasti melanda kalau saya hanya tahu perhitungan aliran hot gas pada proses sintering iron ore. Tidak mungkin juga kan, saya presentasi proyek saya pada istri saya. Ya kan? Boleh lah sekali-kali berbicara tentang cinta, nggombal, dan bersenda gurau. Kalau tak punya bahan ringan yang dibicarakan mungkin tak lama kehancuran itu tiba. Karena kesatuan tujuan adalah kunci utama tercapainya kesuksesan bersama.

Makanya saya membaca buku roman, sejarah, inspirasi, dan cerita dari negeri antah beratah beserta perasaan yang menyertainya entah itu galau, semangat, sedih, marah, kesal, kecewa, atau apapun itu. cerita dalam buku selalu mengajarkan bahwa semakin banyak menggali wawasan, semakin sadar pula diri tak tahu apapun. Selagi masih hidup, timbalah ilmu meski sampai ke negeri China.

Yey, semoga semakin giat baca bukunya.

Advertisements

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s