Kamar Kostku Samping Kuburan

Sudah hampir dua bulan saya pindah kost ke daerah Gang Makam Keputih. Saya bertempat tinggal sementara di Blok F Nomor 2. Blok F adalah tempat yang paling dekat dengan Makam Islam Keputih. Jaraknya mungkin tak sampai belasan meter.

Saya menikmati hari-hari menjadi kaum perantau yang tidurnya harus numpang orang. Kost di tempat ini terasa nyaman karena rumahnya dirawat oleh pemiliknya. Setiap pagi selalu ada orang suruhan yang membersihkan seluruh ruangan, termasuk kamar mandi.

Nama pesuruhnya adalah Slamet. Orangnya lugu dan ramah pada anak kos yang tinggal disana.

Fasilitas yang ditawarkan itu lho yang bikin betah tinggal disana. Ada ruang tengah khusus untuk bersantai sambil nonton TV. Di meja selalu ada koran yang setia menemani waktu makan. Ah masih banyak yang lain.

Balik lagi mengenai samping kuburan. Dalam benak, ada sesuatu yang mengganjal pikiran ketika punya tempat tinggal yang dekat dengan kuburan.

Terkadang ketika mau tidur, saya terpikir:

”Boleh saja sekarang saya menikmati empuknya kasur spons. Meregangkan tubuh dengan nyaman di ranjang dengan seprei yang lembut. Tapi apakah iya nanti kalau sudah waktunya, batas kematian itu datang, saya masih bisa merasakan empuknya kasur ini?”

Dalam pikiran imajinasi liar menembus batas,

”Nantinya, saya akan tidur bersama ruang sempit ukuran 2 x 1 meter. Dihimpit bumi dan digerogoti semut serta rayap. Kulit melepuh dan binatang tanah siap mencicipi lezatnya tubuh. Mata, pipi, otot yang sewaktu hidup kita banggakan hancur sudah dimakan cacing. Raga sudah tak berdaya bahkan dengan seekor semut pun tak dapat mengelak. Bau busuk tubuh tercecer diantara kain kafan. Uh saatnya kembali pada dasar penciptaan manusia. Tanah.”

Sekarang waktunya bersyukur, masih diberi waktu untuk bernafas. Artinya masih ada waktu untuk menyiapkan bekal setelah kematian. Jangan sampai menyesal di akhir hayat karena penyesalan itu sungguh pedih rasanya.

Begitulah setiap hari, selalu diingatkan tentang kubur dan mati. Entah berangkat kuliah, ke mushola – kebetulan mushola tepat di depan pagar makam, dan ketika membeli makan.

Setiap melihat kubur, saya selalu teringat akan konsekuensi kehidupan ini. Konsekuensinya adalah berani mati. Menyusul ahli kubur untuk menjadi nisan yang ditinggalkan orang dan nantinya juga dilupakan.

Setiap melangkah di pinggir kubur, saya juga berpikir bahwa umur ini semakin berkurang dan kematian semakin mendekat. Adalah sebuah kepastian yang tidak dapat mundur atau maju sedikit pun waktu kematian itu datang.

Oleh karenanya, apa sih yang diperoleh dari melihat orang mati dan kuburan adalah senantiasa ingat mati dan mempersiapkan datangnya kematian itu.

Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaqnya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’ (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah 2/419 berkata : hadits hasan)

Sumber: Muslim.or.id

Perenungan tentang kematian yang semakin misterius dan menakutkan jika dibayangkan. Dan karena itu pasti, maka keberanian harus menaklukkan kekhawatiran dan keragu-raguan itu.

Hmm.. Kalau ditanya, ”kapan terakhir kamu melihat kuburan?”. j

”Tak lama”. Dan menambahkan, ”Lha kostku kan dekat kuburan”

Semoga mencerahkan.

Advertisements

4 thoughts on “Kamar Kostku Samping Kuburan

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s