Becoming Success Student

Menurut Imam Syafi’i Rahimahullah, ada enam syarat dalam sukses menjadi penuntut ilmu, yaitu: cerdas, semangat, sabar, biaya, guru, dan waktu yang lama.

Cerdas adalah pemberian Allah dan juga upaya dari manusia sendiri. Membaca buku adalah salah satu yang paling mudah. Iqra’.

Semangat yang membara mutlak ada dalam diri penuntut ilmu. Kalah pelajar loyo dan melas ya mana bisa menyerap ilmu dengan baik. Lha dirinya saja menolak datangnya ilmu / hidayah.

Sabar dalam menempa diri dengan ilmu. Imam syafi’i juga pernah berkata dalam syairnya,

”Barang siapa tidak pernah merasakan pahitnya belajar meski sekejap, dia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hayatnya”

Biaya. Kalau menuntut ilmu ya perlu lah biaya. Minimal biaya pengorbanan untuk mengunjungi majelis ilmu, meminjam buku di perpustakaan, membayar guru pengajar.

Guru. Tak cukup seseorang hanya belajar dari buku. Selengkap apapun tutorial yang dibikin dalam buku tersebut, masih ada hal-hal yang hanya bisa diketahui dari seorang guru. Guru juga berfungsi sebagai penunjuk jalan ketika persepsi kita terhadap ilmu tersebut sedikit melenceng.

Waktu yang lama. Belajar tak bisa semalam langsung bisa. Hafalan A’-Qur’an sehari 30 juz ya jelas sulit. Butuh waktu. Butuh proses.

Sedikit cerita personal saya.

Suatu waktu saya pernah mempelajari tentang keilmuan statistika. Saya memutuskan untuk belajar secara mandiri bersama teman belajar se-angkatan. Saya berusaha keras agar dapat mempelajari saripati ilmunya. Ilmu statistik dirasa sangat penting dalam dunia pengendalian kualitas di industri.

Namun, dua jam kami belajar tak membuahkan titik terang sama sekali. Akhirnya kami putus asa dan memutuskan untuk bermain game melampiaskan kebuntuan.

Bukan tanpa solusi, pada waktu itu juga saya hubungi teman jurusan statistik. Minta waktu untuk belajar bersama. Ah dia ternyata menyanggupi.

Hari minggu adalah hari dimana kita bersepakat untuk bertemu. Hari yang begitu cerah. Kami memilih berteduh dibawah rerimbunan pohon besar. Disana banyak tempat duduk, fasilitas wifi beserta listriknya. Kampus memang sangat pintar memanjakan mahasiswa yang berkemauan untuk belajar.

Belajar dengan sang pemilik ilmu ternyata menyenangkan. Selain bisa diskusi, perkembangan pemahaman meningkat pesat. Saya begitu nyaman dengan guru yang sepantaran ini. Orangnya asyik dan ringan mengalir tetapi tetap berbobot.

Alhasil, setelah berguru dengan teman sendiri, saya tergerak untuk mempelajari lebih dalam secara mandiri. Semangat berkobar membakar diri dan kertasnya. Saya membaca buku. Kertas kini tercorat-coret oleh untaian tinta yang berisikan ilmu statistika.

Perlu berhari-hari untuk memahami sebuah bab dalam materi. Perlu berjam-jam lamanya. Harus menyisihkan yang lain untuk fokus dalam penguasaan kompetensi sebuah pembelajaran. Merelakan yang lain tertunda.

Semua pahit penrjuangan dan pengorbanan hanya sebentar. Kini saya menghisap dalam-dalam manisnya madu kehidupan dengan ilmu.

Semoga mencerahkan

Advertisements

5 thoughts on “Becoming Success Student

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s