Si Mungil Antrukan Jombok

Target kali ini adalah berburu antrukan di Lumajang barat. Warga sekitar sendiri belum banyak yang tahu keberadaannya. Saya coba tanyakan pada anak kecil hingga orang dewasa, mereka malah balik tanya, ”Dimana ada air terjun disini?”

Akhirnya saya bertemu dengan Pak Asmad. Beliau yang nantinya memandu perjalananku untuk mengeksplorasi potensi alam disana. Dia adalah orang Perhutani yang bertugas di Senduro. Dia orang lapangan, medan hutan di sekitar Gunung Penanggungan di daerah Burno sudah ia kuasai hingga ngapal[1].

Kami menyusuri pematang sawah warga. Menuruni lembah menuju titik dasar sungai. Dari kejauhan gemuruh menyegarkan airnya sudah terdengar. Dalam bayangan sudah ingin segera membasuh diri diantara jernih alirannya, melepas dahaga sepuluh menit trekking ditengah terik siang matahari.

Duh mungilnya antrukan ini...
Duh mungilnya antrukan ini…

Sudah terduga, debit airnya tinggi. Gugusan bebatuan senantiasa tegar menghalau air dibawah. Bertahun-tahun deras aliran menggempur bebatuan tersebut, sedikit saja cacat yang terbentuk. Mereka tetap datar dan kekeh mempertahankan geometri dengan permukaan yang halus. Bulir-bulir air diterpa semilir angin membasahi sekitar. Tanaman semak-semak dibasahi olehnya.

Akar gantung mengikuti alirannya
Akar gantung mengikuti alirannya

Akar gantung menghiasi papan luncur airnya. Akar-akar tersebut kelihatan sudah tua dan berlumut, mereka tegak lurus dengan gravitasi bumi yang menjatuhkan air dari ketinggian.

Memang sih mereka tak seperti adidaya Air Terjun Tumpak Sewu, tetapi kemungilannya itulah yang bikin dia terlihat cantik.

Dari balik batu
Dari balik batu

Kita bisa menjelajahi pedalaman Coban Jombok ini melalui jalan setapak yang mengitari setengah lingkaran. Sudut pandang lain Coban Jombok dapat ditemukan disana.

Awas! Jalan licin dan mudah longsor. Kudu ekstra hati-hati kalau tidak ingin tercebur. Berpegangan pada akar yang menggantung. Get closer dengan tanaman yang sedang berbunga. Mempesona.

Dari balik bunga-bunga yang bermekaran
Dari balik bunga-bunga yang bermekaran

Sejatinya, alirannya berasal dari sungai. Tetapi airnya tetap bersih, paling tidak sehat jika dibuat untuk mandi. Buktinya, anak-anak keasyikan berenang disana. Mereka kebanyakan anak setempat yang bermain seusai sekolah. Mereka mandi di dalam kolam alam, meluncur diantara bebatuan licin, dan diantara mereka juga ada yang ber-selfie ria. Semua anak dan warga disana begitu friendly dan welcome pada tamu. Mudah sekali aku berbaur dengan mereka.

Menyapa dunia dari bawah antrukan :)
Menyapa dunia dari bawah antrukan 🙂

Dalam perjalanan pulang saja, kami sempat bertemu dengan salah seorang warga sedang memanen langsep. Berhenti sejenak, kami dihujani langsep-langsep manis.

Langsep-langsep...
Langsep-langsep…

”Matur nuwun pak”

”Ojok nyeluk pak”, dia menyanggah.

Merasa masih muda mungkin.

Semoga alam Lumajang yang asri ini tetap terjaga dan anak cucu kita kelak masih dapat menikmati keindahan dan cerita akan keelokan Lumajang. Dan mereka bangga pada Lumajang.

Alam bukan tempat sampah bukan pula tempat maksiat.

 

Ngapal[1] Sangat hafal terhadap sesuatu.

Ekstra doc.

Bonus foto pribadi, tanda sudah menjejakkan kaki disana
Bonus foto pribadi, tanda sudah menjejakkan kaki disana
Bersama anak-anak setempat
Bersama anak-anak setempat semakin berwarna
Advertisements

32 thoughts on “Si Mungil Antrukan Jombok

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s