Movie Review: Fast and Furious 7 (2015)

“Orang bilang kita harus menatap masa depan, berjalan ke depan. Tetapi, bagaimana pun kita tak bisa berlari dari masa lalu” Begitulah setidaknya kutipan ungkapan dari seorang Brian di permulaan film.

Fast and Furious 7 Sumber: d3d9client.codeplex.com
Fast and Furious 7 Sumber: d3d9client.codeplex.com

Masa lalu tentang kekacauan yang dibuat oleh tim yang dipimpin oleh Dominic Torreto, sering dipanggil Dom, di London harus dibayar pahit dengan terusiknya ketenangan kehidupan mereka di Amerika. Tak perlu lama Deckard Shaw melancarkan aksinya berupa kematian Han dan lulu lantaknya rumah Brian untuk membalas dendam atas kematian adiknya.

Tanpa basa-basi, Dom pergi ke Tokyo dan menemui Shaw. Dalam keadaan terjepit bantuan datang. Dom dijamin akan diberi bantuan untuk menemukan Shaw bila berhasil membawa pulang Ramsey – Hacker perempuan yang memiliki program Mata Tuhan yang dapat melacak keberadaan target dengan waktu yang singkat melalui semua data yang terekam dari kamera elektronik yang ada disekitar target.

Seperti biasa aksi Dom dibarengi dengan tim yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri, mereka adalah Letty yang tak lain kekasih Dom, Brian dahulunya polisi, Tej ahli komputer, dan Roman pelawak dalam film ini. Gaya klasik lelucon ala Roman akan sangat banyak ditemukan ketika tengah getir-getirnya misi dijalankan. Bumbu tersendiri ditengah menegangkannya alur cerita.

Ramsey dan Mata Tuhan akhirnya didapat dengan penuh perjuangan hingga harus berpetualang ke daerah Midle East, tepatnya di Abu Dhabi. Namun dalam penyergapan Shaw, Mata Tuhan harus jatuh ke tangan musuh karena kalah jumlah.

”Apakah hanya selusin orang saja?”

”Sudah lebih dari cukup untuk menghabisimu”, Ujar Dom

”Tak adakah lagi teman lain”, Shaw dengan sombongnya.

Saya tak punya teman, saya memiliki keluarga

“Kalau begitu saya memiliki a lot of friends

Sejak dari situ, perang dimulai. Gembong teroris pendukung Shaw memukul mundur tim hingga pulang ke Los Angles. Kerja tim harus dua kali yaitu harus mematikan Mata Tuhan dengan bantuan Ramsey dan juga membunuh Shaw dan kawan-kawannya. Tetapi alam, medan, dan habitat lebih berpihak pada Tim.

Misi mematikan God’s Eye dijalankan apik berkat kekompakan tim dalam menyediakan ruang bagi Ramsey untuk meretas Mata Tuhan yang telah dijatuh ke tangan lawan. Gaya film aksi pun terus beranjak dari sini, keberuntungan demi keberuntungan datang hingga akhirnya Shaw mati karena ulah rekannya sendiri. Dan hancurnya helicopter yang beradu dengan mobil. Kemenangan ini tak lepas dari cover dari seorang Hobbs agen keamanan di Amerika yang juga teman lama Dom.

Dari sini tensi sudah mulai turun. Dom sadar dari ancaman maut setelah melayang dengan mobil dinasnya untuk melempar granat ke arah helicopter dan jatuh diantara puing-puing. Kebahagiaan sejati bersama keluarga baru terwujud dan kenangan lama bersama letty teringat kembali (ternyata Dom dan Letty sebelumnya telah menikah). Dan sebagai penutup diceritakan bahwa,

”Tempat yang paling nyaman tetaplah rumah. Indah.”

”Kau tidak pamit, Dom? Tidak, karena selamanya tak akan ada perpisahan”

James Wan, sang producer, telah menguras banyak tenaga dan biaya (karena katanya cuplikan aksinya kebanyakan adalah nyata dan memang merusak ratusan mobil dalam proses penggarapan filmnya) untuk tetap menyajikan yang terbaik di film yang diberi tagline One Last Ride yang mengacu pada tribut dari seorang Brian (Paul Walker). Di akhir cerita pun ditulis dengan cetak tebal For Paul, menandakan sebuah persembahan tertinggi untuk mendiang Paul Walker, sebagai pemeran utama yang meninggal dunia ditengah penggarapan film Fast and Furious 7 ini.

Nah anehnya saya tak menemukan sedikit kejanggalan pun dalam film ini. Seolah pemerannya tetap Paul Walker. Padahal konon, ditengah cerita, Paul yang telah meninggal digantikan perannya oleh adiknya. Dan kemudian dilakukan editing menggunakan teknologi CGI yang memungkinkan wajah ganteng Brian tetap dalam scene. Luar Biasa ya.

Nilai untuk film ini adalah 8/10. Cukup membuat terkesima dengan action dan teknik take scene yang segar dan baru di dunia film action. Recommended untuk penggila film action yang dibumbui dengan sedikit comedy.

Selamat Menonton 🙂

Advertisements

10 thoughts on “Movie Review: Fast and Furious 7 (2015)

  1. sedikit review, kita “tidak dapat memaksa orang lain jatuh cinta dengan kita”. Hal itu pun yang tidak bisa dilakukan Vin Diesel terhadap pemeran Letty.

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s