Sembrono, Mahasiswa UM Tewas Jatuh di Coban Sewu

Innalillah, seorang Mahasiswa Univeristas Negeri Malang meinggal dunia di coban sewu, siang tadi (1/5/2015). Korban yang bernama Yanuru (23 th) terjatuh dari atas tebing menuju dasar Coban Sewu. Asalnya dari Pasuruan. Seperti yang dilansir oleh Lumajangsatu.com

Evakuasi oleh Polsek Ampelgading dibantu oleh warga telah dilakukan (1/5/2015). Sumber foto: Facebook
Evakuasi oleh Polsek Ampelgading dibantu oleh warga telah dilakukan (1/5/2015). Sumber foto: Facebook

Dugaan saya tentu saja benar, dia terjun bersama jurang Sungai Glidik. Betapa tidak, disana tidak ada pagar. Hanya batuan yang menganga dan menelan siapa saja yang sembrono.

Saya pun sebelumnya pernah kesana. Duduk di batu yang sama, mungkin. Anginnya kencang. Bleset sedikit saja bisa jatuh. Terbesit asa ketakutan. Batu yang terletak dibibir tebing banyak pasirnya, sandal yang licin juga salah satunya.

Tebing batuan yang menganga menjurus pada jurang kematian
Kemungkinan terbesar korban jatuh

Saya juga tekankan dari awal penulisan informasi wisata ini di blog bahwa berhati-hatilah pada view atas. Karena sedikit saja tledor begini jadinya.

Ini tulisan saya yang terdahulu:

Tak ada pagar pembatas, hanya batuan yang menganga. Bebas begitu saja. Kalau tak sadar pasti sudah jadi bahan pemberitaan seantero negeri bahwa gara-gara dibuka untuk wisata, salah seorang wisatawan mati jatuh dari atas tebing Coban Sewu.

Selengkapnya bisa dibaca di: Mau ke Coban Sewu, Susur Sungai Dulu

Tulisan ini sudah menjadi bukti nasihat saya dari awal. Dan sudah ada buktinya sekarang. Jadi jangan coba-coba deh. Umur masih panjang. Sayang kalau digunakan untuk lomba bagus-bagusan foto selfie dengan background yang paling ekstrim. Kalau sudah maut menjemput, bagaimana.

Mulai sekarang, view atas Air Terjun Tumpak Sewu sangat tidak direkomendasikan. Bahkan ditutup. Ada alternatif lain jika ingin mendapatkan sudut pandang lain cuban ini. Yaitu tepat diatas Goa Tetes. Sebelum loket keatas sedikit. Disana telah dibangun akses jalan yang memadai. Dikelola oleh penduduk setempat dan Disbudpar Lumajang. Medan ini dibangun lantaran jalur via portal yang akhirnya menelan korban jiwa ini sangat berbahaya. Kebetulan juga Bupati Lumajang juga berkunjung kesana beberapa waktu lalu.

Kejadian ini bukan lantas menjadikan kita mengkambing hitamkan pengunjung yang kurang savety dan menyalahkan pengelola yang kurang memberikan fasilitas keamanan. Seharusnya menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tetap berhati-hati dalam berpetualangan di alam.

Alam itu ganas. Dia dapat memakan siapa pun yang kurang waspada.

Semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah. Dan ambil hikmahnya.

Advertisements

18 thoughts on “Sembrono, Mahasiswa UM Tewas Jatuh di Coban Sewu

  1. Turut berduka cita, semoga menjadi pelajaran untuk semua. Menurut saya ini “peringatan” dari alam, kita sebagai manusia harus mawas diri tidak terburu hawa nafsu.

    Bupati lumajang skrg siapa mas? Setelah bupati sebelumnya yg meninggal? Kapan2 boleh ya saya ditemani ke sana lewat jalur resmi? 🙂

    1. Iya betul, harus selalu waspada, karena kecelakaan siapa yang tahu.
      Bupati yang sekarang pak As’ad Malik, wakil bupati yang dahulu wafat.
      Boleh lah, tapi untuk saat ini masih ditutup hingga waktu yang tak ditentukan mas,

  2. Inalillahi wainailaihirojiun…
    Turut berduka cita. Smg amal ibadahnya diterima di sisi-Nya dan keluarga yg ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin.

    Dan smg gak ada lagi kejadian2 seperti itu lg ke depannya. Emg agak serem view-nya ya, Mas 😶

  3. Innalillahi Wainna ilaihi rooji’un.
    saya ada disana pas ketika terjadi peristiwa ini. memang waktu itu anginnya kenceng..lha saya yang berada di bawah air terjun saja tidak bisa melihat air terjun yang megah itu karena airnya kebawa angin.. ..karena ada berita itu akhirnya kita batalkan untuk lihat view dair atas… tapi untuk menuju coban ini bener2 kudu ekstra waspada…serem binggo baik via goa tetes ataupun via atas. ..
    overall..masyaa Allah untuk ciptaan-Nya.

    1. Iya kasihan si korban. Semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah,
      Ya memang demikian itulah coban sewu, megah gagah dan tertutup oleh tetes air yang terbawa angin. Mau foto saja sulit. Apalagi foto dari atas, itu bahaya sekali, sudah sering saya beri saran ditulisan sebelumnya mengenai kehati-hatian. Tetapi apa daya, sudah terjadi. Buat jadi hikmah dan pelajaran saja.
      Thanks sudah mampir

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s