Inilah kenapa aku jatuh cinta pada Engineering field

Here, the story begin.

Pada waktu sekolah tingkat atas dahulu, aku suka pelajaran kimia. Alasannya tidak logis, hanya karena kimia tergolong ilmu baru. Pengantar di tingkat menengah pertama sangat minim. Aku melihat kesempatan emas jika mempelajari secara mendalam ilmu ini. Tujuan utamanya adalah juara di olimpiade kimia di Indonesia.

Rsearch student (Sumber: trustworthyfitness.com)
Gambaran dulu pas sekolah (Sumber: trustworthyfitness.com)

Aku sungguh heran sekarang. Kenapa aku punya pemikiran sedangkal itu.

Ah mungkin beda orientasi, lingkungan, dan level berpikir. Dahulu kan di kampung. Nggak tau pesatnya perkembangan peradaban. Masih cupu, taunya Cuma pacaran, handphone, sama bermain doang. Namanya juga anak kecil, pikirannya ya sedengkul saja.

Balik lagi ke topik utama.

Engineering field
Engineering field

Akhir-akhir ini, aku mengerti mengapa jalanku jadi engineer, pekerja lapangan. Ternyata dunia engineering sangat mengasyikkan.

Aku jadi tahu bagaimana reaksi kimia dikendalikan. Menulis reaksi kimia ketika berkompetisi dalam lomba mungkin tergolong mudah. Tetapi mengetahui bahwa reaksi tersebut dapat berlangsung adalah tugas menantang bagiku sebagai process engineer.

Berikut dua permisalan sederhana.

Jaman SMA dahulu, Ingat kan tentang pelajaran kimia bab elektrokimia? Menggambar skema elektrolisis beserta dengan fenomena yang terjadi. Terdapat dua jenis reaksi, yaitu reaksi reduksi dan oksidasi. Penurunan dan kenaikan bilangan oksidasi. Tentang susunan sel dengan potensial reduksi dua elektroda logam yang berbeda. Cukup segitu.

Kalau masuk dunia teknik, pertanyaan yang muncul adalah berapa waktu yang dibutuhkan anoda untuk habis terlarut dalam elektrolit pada proses elektrolisis.

Penjelasan dibawah boleh tidak dibaca. Sulit dimengerti.

Karena laju reaksi pada permukaan anoda berbeda, bisa jadi anoda akan patah sebelum habis sempurna. Patahnya anoda akan tenggelam pada elektrolit. Ini jelas merupakan kegagalan dalam proses. Terutama untuk electrorefining tembaga. Oleh karena itu, anoda harus diangkat sebelum patah. Namun tidak boleh terlalu cepat karena berkaitan dengan efisiensi.

Ngomong-ngomong tentang efisiensi. Jarang banget pas sekolah dahulu membahas topik ini. Hal ini disebabkan karena efisiensi berhubungan dengan praktek lapangan. Kalau dihitung secara teoritis, panas yang dibutuhkan untuk mendidihkan air misalnya adalah 20 joule. Nyatanya, kita harus menyediakan energi lebih dari itu karena berkaitan dengan losses akibat radiasi dengan udara, konduksi dengan wadah, dan jenis heat transfer yang mungkin.

Semoga menjawab pertanyaan anak teknik yang bingung nyari jatidirinya.

Advertisements

7 thoughts on “Inilah kenapa aku jatuh cinta pada Engineering field

    1. Betul sekali, tapi aku jadi ingat temanku, periode kehidupan kita masuk serba mudah, lantas teknologi yg bikin mudah seperti apa lagi yg harus diciptakan? hahah #miring

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s