Berpetualang ke Indonesia Timur

Bagian Permulaan

Ini kisah pengembaraanku merambah pulau-pulau Indonesia bak mutu manikam yang terhampar. Perjalanan berlangsung liburan semester lalu. Kira-kira bulan Januari 2015. Masa yang singkat untuk sebuah destinasi jauh.

Tour d'East Indonesia
Tour d’East Indonesia

Jika aku susunan ulang catatanku menjelajah liar bukit sabana di negeri kepulauan nusantara, maka akan berbunyi seperti berikut.

Kata teman, bagian timur Indonesia indah bak surga. Keasrian dan keaslian alam dan budaya masih terjaga. Hingar-bingar dalam negeri sendiri belum terdengar. Malah asing sudah dulu tau dan mencicipinya.

Flores yang agung tujuan utama. Tahun 2015 ini, Flores tersemat dalam kitab pelancong dunia –lonely planet– sebagai destinasi yang wajib dikunjungi. Tak heran, kunjungan turis asing mulai bergeser dari bali ke timur sedikit.

Dorongan kuat untukku. Segera selesaikan sisa perkuliahan. Berusaha keras menghadapi evaluasi akhir semester dan tugas-tugas.

Sayang, start harus tertunda oleh salah satu matakuliah yang menuntut asistensi. Hingga merenggut separuh liburan. Sial. Dengan waktu segitu, masih juga dibagi dengan berkumpul dengan keluarga di rumah. Nggak enak kan kalo tiba-tiba pulang ke kampung sejenak terus berangkat.

Lantas, berpetualang model apa nih?

Aku gunakan sepeda sebagai moda yang mengangkutku kemanapun aku mau.

Kenapa kok gowes? Nggak capek apa?

Ya melelahkan memang. Lama lagi. Tapi dengan bersepeda, kita bisa bebas menentukan arah. Tak terpaku pada trayek angkutan umum atau jadwal travel. Pun tak akan puyeng mikir uang atau sewa angkutan ketika tempat tujuan tidak di lewati transportasi umum.

This Journey is powered by apparels
This Journey is powered by:

Itinerary belum matang, yang berapi-api hanya tekad dibarengi rasa nekad.

Rencana awal aku bersama teman (gila) ku. Dari Jawa (Start point Lumajang) hingga Flores melalui jalur darat. Menyebrang dari pulau ke pulau dengan armada kapal ferry. Bali jalur selatan-Lombok Timur-Sumbawa. Bonus wisata beberapa hari di TN Komodo. Pit stop terakhir di Ende, pengasingan Bung Karno dan Danau Tiga Warna. Back home via jalur laut (berlayar bersama kapal Tilong Kabila).

Ah, nyatanya, semua tak berjalan seperti yang terencanakan.

Bersambung..

Tulisan lanjutan dalam serial Petualangan ke Indonesia Timur akan aku usahakan terbit setiap hari diblog ini.

Selamat menikmati..

Advertisements

7 thoughts on “Berpetualang ke Indonesia Timur

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s