Hai Orang asing, Penjajah.. Keluar Kau dari Tanahku!

Dimana pun, tak ada kebudayaan yang ingin dimasuki oleh pengaruh asing. Semua tradisi mendambakan kemurnian. Berusaha mempertahankan prinsip ditengah terpaan modernisasi. Membendung pencemaran.

Daerah dengan semua penduduk pribumi. Keluarga dekat yang saling berimpitan. Rumah-rumah dengan bukan orang lain – maksudnya bukan orang asing.

Tanah-tanah sebisa mungkin dijual untuk orang sendiri.

Dikisahkan, pinggir rumah ada sepetak lahan kosong. Telah lama ditinggal oleh pengampunya. Dahulu dihuni oleh nenek tua, Mbok Mi. Kini sudah tiada, anak cucunya pergi meninggalkan daerah ini karena sudah minim saudara. Hijrah ke Kediri.

Kemudian rumah dari bambu itu tak lama lagi roboh. Digilas oleh tanaman palawija yang memang sengaja diubah oleh penggarap tanah. Atas dasar kesepakatan untuk memanfaatkan lahan tersebut.

Dalam hitungan bulan, si pemilik pun gusar. Mereka ingin menjual tanah. Kepada siapapun. Warga sekitar pun dibuat gundah pula karena keputusannya.

Masyarakat RT 1 bahkan satu gangku sepakat untuk tidak menjual tanah pada orang asing. Takut tak punya otak. Asal bangun sana bangun sini tak memperdulikan tetangga.

Pasalnya dalam hidup bermasyarakat, kita itu berdampingan dengan manusia. Manusia itu sulit dimengerti. Kehendaknya atau arahnya kadang fluktuasi. Tak bisa ditebak.

Mereka butuh dihargai dan diperhitungkan. Misalnya soal jalan untuk menuju 3 rumah dibelakangnya. Kotoran cair yang mencemari lingkungan. Regulasi dan interaksi. Kekhawatiran tak mampu berdifusi intersisi secara struktural dalam masyarakat. Dan alasan ini itu mengikat setiap orang tanpa komando.

Kalau pun ada pengaruh asing semaksimal mungkin dinetralkan. Seperti halnya hukum alam mengenai kesetimbangan kimia. Yang akan diminimalkan untuk tidak mengubah sistem. Namun termodinamika membatasi dengan adanya entropi yang semakin meningkat seiring waktu. Demikian pula kesetimbangan sosial dalam masyarakat, selamanya tak setegar idealisme prinsipnya.

Selamat malam,

Advertisements

3 thoughts on “Hai Orang asing, Penjajah.. Keluar Kau dari Tanahku!

Kritik, saran, dan masukan anda sangat berharga bagi kami

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s